BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
Indonesia Berduka:

Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang


Yogyakarta: Indonesia berduka! Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang DI Yogyakarta dan sekitarnya, Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.53, selama 57 detik. Sampai pukul 24.00, Minggu 28 Mei 2006, tercatat 4.611 korban tewas, 3.413 luka-luka dan juga diprediksi menghancurkan 40.000 bangunan (rumah) serta merusak beberapa situs bersejarah.

Gempa di Yogyakarta ini merupakan bencana alam terbesar kedua setelah tsunami Desember 2004 yang menewaskan sekitar 170.000 orang. Disusul gempa mengguncang Nias Maret 2005 menewaskan sekitar 1.000 orang.

Pemantauan Stasiun Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta, mencatat gempa tektonik berkekuatan 5,9 skala Richter (SR) ini terjadi pada pukul 05.53.58 di lepas pantai Samudra Hindia. Posisi episentrum pada koordinat 8,26 Lintang Selatan dan 110,33 Bujur Timur, atau pada jarak 38 kilometer selatan Yogyakarta pada kedalaman 33 kilometer. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X Sabtu sore langsung mengunjungi korban di tempat pengungsian.

5-7 Hari Gawat Darurat

Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menyatakan 5 hingga 7 hari masa gawat darurat di Yogyakarta dan sekitarnya. Selama masa gawat darurat itu, pemerintah akan memfokuskan penanganan pengobatan korban luka dan evakuasi korban meninggal yang belum ditemukan. Gubernur mengatakan hal itu di Kantor Pemerintah Provinsi DIY hari Minggu (28/5/2006), seusai menerima Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.

Menurut Gubernur, masa gawat darurat diberlakukan, menimbang masih banyaknya korban meninggal yang belum terevakuasi dari reruntuhan bangunan, dan korban luka-luka yang belum mendapat perawatan medis. "Saat ini kami ingin semua korban luka dan meninggal bisa terevakuasi serta terawat dengan baik. Dalam masa gawat darurat kami akan memfasilitasi pendirian tenda lapangan, pembongkaran bangunan, dan dapur umum. Intinya, semua hal yang terkait dengan manajemen bencana alam," kata sultan.

Gubernur mengharapkan pihak rumah sakit memberikan penanganan maksimal kepada semua korban dan tidak mempermasalahkan biaya pengobatan awal. Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang mengonsultasikan dana kesehatan, termasuk bantuan biaya rumah sakit, bagi semua korban gempa.

Sementara itu, juru bicara PLN Mulyo Adji di Jakarta Minggu 28/5 mengatakan, pasokan listrik di Yogyakarta sudah 95 persen menyala. Dari 55 penyulang pemasok listrik ke Kota Yogyakarta, tinggal lima di Bantul yang belum pulih. Perbaikan di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (KV) Pedan, Kabupaten Klaten, akan dilakukan bertahap. Rencananya, 31 Mei 2006, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Kediri-Pedan-Ungaran bisa beroperasi. Pada 6 Juni 2006, trafo Nomor 1 GITET Pedan beroperasi. Lalu 30 Juni 2006, trafo Nomor 2 GITET Pedan beroperasi.

Langkah Darurat
Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam keterangan pers seusai memimpin rapat Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Bakornas PBP) di kediaman dinas Wapres di Jakarta, Minggu malam mengatakan pemerintah mempersiapkan langkah tanggap darurat selama tiga bulan dan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi selama satu tahun pascagempa bumi yang terjadi di Yogyakarta dan kota-kota lainnya di Jawa Tengah. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,075 triliun yang berasal dari APBN 2006, perubahan APBN 2006, serta bantuan sejumlah negara.

Angka sekitar Rp 1,075 triliun didasarkan pada asumsi korban jiwa sekitar 4.000 jiwa, 10.000 orang luka parah, 35.000 rumah dan bangunan rusak, serta 50.000 penduduk yang mengungsi. Menurut Wapres, angka Rp 1,075 triliun terdiri dari Rp 75 miliar untuk tanggap darurat tiga bulan pertama dan Rp 1 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi untuk satu tahun pertama.

"Berbeda dengan Aceh, untuk gempa bumi di Yogyakarta dan lainnya ini, penduduk boleh membangun rumahnya yang roboh secara gotong royong, tetapi dengan dana dari pemerintah," ujar Wapres. Tentang bantuan dari sejumlah negara, Wapres menyatakan saat ini sudah ada 19 negara yang menjanjikan bantuan kemanusiaan dan dana untuk merekonstruksi. Namun, Wapres tak merinci ke-19 negara itu.  *ti

  BERITA LAINNYA  
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh

= Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial

= Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM

= Harga BBM Naik

= Tidak Semua Eselon I Akan Diganti

= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen

= Ical, Sugiharto, dan Suryadharma Dapat Nilai Terendah

= M Samsul Arif, Kinerja Belum Sentuh Substansi

= Presiden Tak Pernah Janji Soal 100 Hari

= Dikritik, SBY Ngaku Lapang Hati

= Paul Sutaryono: 100 Hari Pemerintah dan Industri Perbankan

= FKB Kecewa, SBY-JK Tekesan Masih Kampanye

= Masalah 100 Hari, Presiden Terjebak Jargon Sendiri

= Seratus Hari Tanpa Perubahan Signifikan

= Gebrakan 100 Hari Tanpa Gebrakan

= Megawati: Janji SBY di Awang-awang

= Kinerja Kementerian BUMN Buruk