A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Januari-Februari

Telkom Bebaskan Tagihan


Banda Aceh 1/2/05: Media Center LIN menginformasikan bahwa pihak Telkom akan membebaskan tagihan bulan Januari dan Pebruari 2005 untuk 10 titik layanan yang mengalami kerusakan cukup besar akibat bencana, yaitu : Banda Aceh, Darussalam, Lamteumen, Lhoknga, Lambaro, Meulaboh, Calang Jeuram, Lamno dan Teluk Dalam di Nias. Di lokasi tersebut masyrakat bisa memasang kembali sambungan telepon rumah yang rusak tanpa dipungut biaya pemasangan.

Indormasi LIN yang bersumber dari Bakornas PBP itu lebih lanjut menyebut PT Telkom tengah mengupayakan penggantian teknologi saluran tetap (telepon kabel rumah) dengan teknologi fixed wireless (tanpa kabel) untuk percepatan pemulihan. Di Meulaboh telah terpasang 347 terminal flexi yang siap dioperasikan masing-masing 317 terminal flexi untuk umum dan 30 terminal diperuntukkan bagi Pemerintah Daerah dan bantuan koordinasi (posko).

Telah diaktifkan 6 Base Transmission Station (BTS) di 6 lokasi sementara itu 19 BTS lainnya secara keseluruhan akan on-air pada pertengahan Pebruari 2005. Khusus di Banda Aceh diupayakan pemulihan telpon selesai pada hari Selasa 1 Februari 2005.

Layanan pos secara umum telah beroperasi kembali khususnya di wilayah kerja Kantor Pos Banda Aceh, Tapaktuan dan Sigli, kecuali di Kantor Pos Meulaboh belum dapat dioperasikan sedang dikoordinasikan untuk pemulihan fasilitas per-pos-an yang ada.

108.110 Jenazah
Kepala Biro Mitigasi Sekretariat BAKORNAS PBP Ir. Sugeng Triutomo, DESS, menginformasikan bahwa jumlah korban di 15 Kabupaten di Provinsi NAD sampai 30 Januari 2005 jam 24.00 WIB, sebanyak 108.110 jenazah meninggal dunia dan telah dimakamkan (terdiri dari Banda Aceh dan Aceh Besar 73.012 jiwa, Pantai Barat, Pantai Timur dan daerah lainnya 35.098 jiwa). Hilang 127.749 orang (dari jumlah ini diperkirakan sebagian meninggal atau berada di pengungsian dan di luar Aceh). Jumlah korban di Propinsi Sumatera Utara 130 orang meninggal dan 24 orang hilang.

Akan segera dilaksanakan pendataan pengungsi (data primer) dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI). Dalam rangka relokasi atau penempatan pengungsi ke barak-barak yang akan dimulai pada pertengahan bulan Pebruari 2005.

Hasil laporan dari Kabupaten/Kota jumlah pengungsi sampai dengan tanggal 30 Januari 2005 adalah sebanyak 426.849 jiwa pada 66 lokasi di 18 Kabupaten/Kota (himpunan laporan Bupati/Dandim). Di Kab. Aceh Timur secara bertahap barak-barak pengungsi sudah mulai dihuni.

Ada bantuan US Marine untuk menyiapkan hovercraft (kapal amphibi) untuk kegiatan relokasi pengungsi di daerah terisolir/terpencil seperti Calang dan Tenom. Rencana relokasi untuk 140.000 pengungsi/35.000 KK terdiri dari barak semi permanen tahap I di 37 lokasi untuk menampung 62.500 jiwa/14.000 KK. Setiap 1 barak akan dilengkapi dengan 1 dapur umum dan 2 unit MCK.

Perlu percepatan pembangunan barak-barak oleh pelaksana pekerjaan (BUMN dan Kontraktor Lokal), mengingat pada pertengahan Pebruari 2005 sudah akan dimulai penempatan pengungsi.

Dalam kaitan ini, International Organization for Migration akan membantu 11.000 unit rumah prefabricated/knockdown. Begitu pula UNHCR akan melakukan pilot proyek Recovery plan, yaitu pembangunan perumahan sebanyak 1.000 unit rumah lengkap dengan berbagai fasilitas umum (sekolah,pasar), sarana air bersih, jalan dan jembatan, di Krueng Sabe Kabupaten Aceh Jaya.

Bagi lokasi yang sulit, pengangkutan material akan dibantu dengan kapal bantuan ASDP yaitu kapal kuala Batee di Sabang dengan kapasitas muat 400 Ton/12 truck.


Perhubungan
Perkembangan kondisi prasarana jalan serta distribusi logistik jalur darat dari Calang menuju Kruengsape sepanjang 9 km sudah mulai bisa dilalui, sedangkan jalur darat Meulaboh-Calang belim dapat dilalui. Ruas jalan Bireun – Takengon – Meulaboh, kondisinya cukup baik dan masih dapat dilalui kendaraan roda empat. Ruas jalan Meulaboh – Banda Aceh, kondisi jalan hancur total dan sampai dengan sekarang masih belum dapat dilalui.

Ruas jalan Bireun – Keumala – Tangse – Geumpang – Tutut –Meulaboh, kondisi rusak berat dan sedang dalam perbaikan. Saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Jalur Banda Aceh – Lhok Seumawe (lintas timur) kondisi ruas jalan masih dapat dilalui kendaraan roda empat. Distribusi logistik dan bantuan relawan ke Meulaboh melalaui jalan darat rute Bireun – Takengon – Meulaboh dan Medan –Tapak Tuan – Meulaboh.

Sementara perhubungan laut, dilaporkan KMP Jatra III posisi di Pelabuhan Malahayati untuk bongkar muatan bantuan Presiden berupa 16 unit kendaraan Truck, 15 unit kendaraan pick up dan 1 buah minibus (kijang). Tanggal 30 Januari 2005, kapal cepat DEUDAP milik Pemda NAD berangkat dari Malahayati menuju pelabuhan Labuhan Haji. KMP SIMELUE melayani trayek Singkil – Pulau Banyak – Sinabang. KMP Belanak melayani pelayaran reguler Sibolga-Gunung Sitoli (P.Nias). KMP Kuala Batee II ditetapkan melayani rute Malahayati-Calang-Lamno PP.

Sedangkan perhubungan udara, dilaporkan bahwa Bandara Cut Nyak Dhien Meulaboh pada saat ini telah melayani penerbangan Medan – Meulaboh pp dengan frekuensi penerbangan 7 kali/minggu dengan pesawat Casa 212 milik PT SMAC.

Untuk mengurangi peran transportasi udara dalam mengangkut bantuan logistik, maka telah dikoordinasikan dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk membuka jalur-jalur laut dengan kapalkapal kecil sebagai feeder dari kapal-kapal besar yang tidak dapat merapat (untuk angkutan orang dan barang). Jalur yang akan dibuka adalah Malahayati – Meulaboh serta kota-kota kecil disekitarnya yaitu Lhong, Lamno, Calang dan Keupeteunom).

Pembersihan Kota
Kepala Biro Mitigasi Sekretariat BAKORNAS PBP Ir. Sugeng Triutomo, DESS, menginformasikan bahwa realisasi pembersihan kota sama dengan tanggal 30 Januari 2005 di Banda Aceh dan Aceh Besar: Jalan utama sepanjang (95,00%). Jalan kecil sepanjang (72,00%). Area Publik/Perumahan (30,00%). Prioritas utama pembersihan adalah di daerah kantor dan fasilitas umum.

Dalam pembersihan kota Banda Aceh, dibagi menjadi 5 wilayah kerja, dengan tenaga kerja operator alat berat sebanyak 883 orang dan menggunakan alat berat berupa : Excavator 145 unit, Buldozer 45 unit, Wheelloder 22 unit, Motor Grader 7 unit, dan Dump Truck 550 unit. Selain itu ada bantuan alat berat dari UNDP, EXON, Malaysia, Yaman dan dari Zeni AD sebanyak 58 unit, sehingga keseluruhan sebanyak 827 unit.

Diharapkan sampai dengan bulan Maret 2005 pembersihan dapat diselesaikan. Namun penambahan alat berat masih diperlukan. Di kawasan pantai timur yaitu Pidie, Bireun dan Lhokseumawe pekerjaan pembersihan sudah hampir selesai,
sedangkan di Meulaboh pekerjaan mencapai 40%.

Sementara penyediaan air bersih dan sanitasi di Banda Aceh sudah ada truk tangki air bersih sebanyak 10 unit, sumur bor dalam 1 unit, pompa tarik 14 unit dan hidran umum 46, WTP Mobile 38 unit. Sedangkan di Meulaboh terdapat 7 unit truk tangki air.

Pemerintah Jerman memberikan bantuan berupa penjernihan air. Juga telah dikirim bantuan (pinjaman) mesin desalinasi air laut menjadi air tawar produksi Dairin Corp (DC, Osaka Jepang) pada tanggal 26 Januari 2005 dan direncanakan tiba di Medan
tanggal 9 Februari 2005 dengan kapal ACX RAFFLESIA.

Pihak Dairin Corp akan mengirimkan seorang teknisi ke Aceh. Diperlukan tanggapan dan pertimbangan aspek hukum dari Direktur Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya mengenai naskah rancangan MoU yang akan ditandatangani oleh pihak Konsulat RI di Osaka dan pihak Dairin Corp. Rencana penandatanganan naskah tanggal 2 Februari 2005.

Pendidikan
Jumlah tempat sekolah yang rusak 756 unit. Dengan dimulainya kegiatan belajar dan mengajar dilakukan pada 130 titik tempat belajar mengajar pagi dan sore, 141 tempat belajar di tenda-tenda. Sementara gedung sekolah yang masih digunakan untuk tempat pengungsian adalah Aceh besar 12 unit, Pidie 8 Unit, Aceh Barat 6 unit.

Dalam 1 minggu pengungsi yang menempati gedung sekolah tersebut diuapayakan pindah ke tendatenda darurat sebelum dipindahkan ke barak-barak yang lebih permanen. Saat ini sekolah-sekolah sedang mendata jumlah murid.

Bantuan buku tulis dari UNICEF telah disalurkan, namun buku pelajaran masih kekurangan. Ada bantuan berupa 3.000 buah tas berikut bukunya untuk sekolah-sekolah.

Listrik
Di Wilayah Kota Banda Aceh tingkat kerusakan listrik (PLN) mencapai 60%, saat ini
50% secara bertahap telah pulih kembali (21 Mw).Di kota Meulaboh 30 % telah pulih kembali (4.6 Mw). Kota Calang dan Tenom 100% rusak total. Program pemasangan
Genset ukuran sedang untuk kota Calang masih dalam tahap mecari lokasi yang tepat, dan penyediaan jaringan listrik sepanjang beberapa kilometer.

Untuk mengatasi berbagai masalah itu, PLN melakukan beberapa langkah. Di antaranya, menyediakan genset 30 unit untuk seluruh Provinsi NAD, memperbaiki lampu jalan secara bertahap, memperbaiki gardu-gardu distribusi dan gardu hubung, dan merelokasi PLTD apung.

Sementara instalasi listrik di rumah-rumah pelanggan dilaksanakan oleh AKLI. Diperkirakan seluruh kerusakan mencapai 360 milyar. Perlu pemikiran mengenai pemasangan listrik di barak-barak penampungan pengungsi.

Pasokan BBM
Pola jalur distribusi Pertamina adalah dari Kilang-Kapal Tanker-Depo-Lembaga Penyalur (SPBU, Pangkalan Minyak Tanah, Industri). Di Propinsi NAD Pertamina mempunyai 5 titik pusat distribusi yaitu di Krueng Raya, Lhokseumawe, Sabang, Meulaboh dan Lanud Iskandar Muda.

Di pantai timur pasokan BBM sudah berjalan normal, di pantai barat terutama di Tenom, Calang dan Lamno belum lancar. Pertamina menawarkan kemudahan bagi BUMN, rekanan dll yang kesulitan cashflow untuk menunda pembayaran selama 1 minggu.

Infokom/LIN
Media center di Posko Pendopo Banda Aceh tetap diberdayakan. Saat ini di Banda Aceh telah beroperasi 3 stasiun radio untuk menyebarluaskan informasi secara umum melalui siaran radio, disamping itu juga dilakukan siaran keliling dan penempelan bahanbahan informasi.

Mengingat akhir bulan Januari sudah mulai musim angin barat yang cukup mengganggu pelayaran, maka diharapkan berbagai pihak merencanakan perbanyakan stock dan membuat depo-depo kebutuhan terutama di daerah pantai barat.  *e-ti/lin-tsl

  BERITA LAINNYA  
:: Telkom Bebaskan Tagihan Januari-Februari

:: H+35, Evakuasi Korban dari Medan Sulit

:: Pasca Tsunami H-31, Sekolah Dimulai Kembali

:: Pemerintah-PBB Sepakat Empat Prioritas Kerja

:: Pasca Tsunami H-30, Korban Meninggal 173. 981 Jiwa

:: Panglima TNI, Calang Akan Dibangun Segera

:: Relokasi Pengungsi, Pemerintah Sewa Tanah Penduduk

:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal

:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang 12.132 Orang

:: Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP

:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan

:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh

:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah

:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi

:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut