A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Relokasi Pengungsi

Pemerintah Sewa Tanah Penduduk


Banda Aceh, 24/1/05:  Pemerintah tidak hanya membangun relokasi pengungsi korban gempa dan tsunami NAD di tanah milik negara, tetapi juga akan menyewa tanah milik rakyat yang berlokasi tidak jauh dari Banda Aceh. Luas lahan yang diperlukan antara 3 -10 hektar. Bagi masyarakat yang bersedia menyewakan tanahnya bisa menghubungi langsung Posko Satkorlak di Pendopo Gubernur. Bagi mereka yang memiliki tanah di Banda Aceh tetapi tinggal di Jakarta, bisa menghubungi Kantor Menko Kesra.

Hal itu dikatakan Menko Kesra Alwi Shihab saat meninjau tempat relokasi di Kaelu, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Sabtu (23/1). Relokasi pengungsi di NAD akan dibangun di tempat-tempat yang dianggap memungkinkan dan akan diperluas terutama di Banda Aceh.

Menko Kesra Alwi Shihab telah memerintahkan para Bupati untuk menginformasikan kepada media bahwa siapa saja yang mempunyai lahan memadai bisa disewa dalam jangka waktu 2 tahun dengan harga yang memadai. Sehingga relokasi tidak hanya dibangun di 24 titik tetapi bisa ditempat lain bila ada yang menyewakan lahan.

Menko Kesra mengatakan bahwa pengaturan kepindahan pengungsi ke tempat relokasi akan mengutamakan terlebih dahulu tempat-tempat pengungsi yang terisolasi. Permasalahan yang dihadapi antara lain ada sebagian pengungsi yang tinggal di daerah terpencil tidak mau tinggal jauh dari tanah tumpah darah atau daerah asalnya, sehingga pemerintah memberikan beberapa opsi kepada mereka.

Menko Kesra lebih lanjut mengatakan bahwa relokasi akan selesai pada satu
minggu ke depan sejak 23/1. Dua minggu lagi diharapkan perluasan dan pemindahan pengungsi ke tempat relokasi berjalan lancar. Untuk itu fasilitas sanitasi seperti MCK, dapur umum, harus sudah selesai minggu ini. Tim medis juga akan masuk, sehingga tidak ada masalah baru.

Menanggapi keinginan masyarakat terhadap relokasi, Menko Kesra menjelaskan para pengungsi sangat antusias, karena relokasi akan meringankan beban pengungsi. Masalah penanganan pembuangan sampah, Menko Kesra meyatakan akan dibicarakan dalam rapat koordinasi.

Siaran Pers Tim Media Center Kominfo/LIN – NAD menginformasikan kunjungan dilakukan pada beberapa titik lokasi, antara lain di Kaelu, Bakoi, Lambaro Angga, Kecamaan Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar, dan meninjau pelabuhan Mahalayati untuk melihat kelancaran transportasi laut.  *e-ti/LIN-mlp

  BERITA LAINNYA  
:: Relokasi Pengungsi, Pemerintah Sewa Tanah Penduduk

:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal

:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang 12.132 Orang

:: Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP

:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan

:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh

:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah

:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi

:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut