Relokasi Pengungsi
Pemerintah Sewa Tanah Penduduk
Banda Aceh, 24/1/05:
Pemerintah tidak hanya membangun relokasi
pengungsi korban gempa dan tsunami NAD di tanah milik negara, tetapi
juga akan menyewa tanah milik rakyat yang berlokasi tidak
jauh dari Banda Aceh. Luas lahan yang diperlukan antara
3 -10 hektar. Bagi masyarakat yang bersedia menyewakan tanahnya bisa menghubungi langsung Posko Satkorlak di
Pendopo Gubernur. Bagi mereka yang memiliki tanah di Banda Aceh tetapi
tinggal di Jakarta, bisa menghubungi Kantor Menko Kesra.
Hal itu dikatakan Menko Kesra Alwi Shihab saat meninjau tempat relokasi
di Kaelu, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Sabtu (23/1). Relokasi
pengungsi di NAD akan dibangun di tempat-tempat yang dianggap
memungkinkan dan akan diperluas terutama di Banda Aceh.
Menko Kesra Alwi Shihab telah memerintahkan para Bupati untuk
menginformasikan kepada media bahwa siapa saja yang mempunyai lahan
memadai bisa disewa dalam jangka waktu 2 tahun dengan harga yang memadai.
Sehingga relokasi tidak hanya dibangun di 24 titik tetapi bisa ditempat
lain bila ada yang menyewakan lahan.
Menko Kesra mengatakan bahwa pengaturan kepindahan pengungsi ke tempat
relokasi akan mengutamakan terlebih dahulu tempat-tempat pengungsi yang
terisolasi. Permasalahan yang dihadapi antara lain ada sebagian
pengungsi yang tinggal di daerah terpencil tidak mau tinggal jauh dari
tanah tumpah darah atau daerah asalnya, sehingga pemerintah memberikan
beberapa opsi kepada mereka.
Menko Kesra lebih lanjut mengatakan bahwa relokasi akan selesai pada
satu
minggu ke depan sejak 23/1. Dua minggu lagi diharapkan perluasan dan
pemindahan pengungsi ke tempat relokasi berjalan lancar. Untuk itu
fasilitas sanitasi seperti MCK, dapur umum, harus sudah selesai minggu
ini. Tim medis juga akan masuk, sehingga tidak ada masalah baru.
Menanggapi keinginan masyarakat terhadap relokasi, Menko Kesra
menjelaskan para pengungsi sangat antusias, karena relokasi akan
meringankan beban pengungsi. Masalah penanganan pembuangan sampah, Menko
Kesra meyatakan akan dibicarakan dalam rapat koordinasi.
Siaran Pers Tim Media Center Kominfo/LIN – NAD menginformasikan
kunjungan dilakukan pada beberapa titik lokasi, antara lain di Kaelu,
Bakoi, Lambaro Angga, Kecamaan Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar, dan meninjau
pelabuhan Mahalayati untuk melihat kelancaran transportasi laut. *e-ti/LIN-mlp
|
|
|
|
BERITA LAINNYA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
:: Relokasi Pengungsi, Pemerintah Sewa Tanah Penduduk
:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal
:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang
12.132 Orang
::
Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP
:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan
:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh
:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah
:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi
:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif
:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas
:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim
:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak
:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami
:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton
Beras
:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah
Dievakuasi
:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh
:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan
NAD
=> Data Korban
Tsunami di Aceh dan Sumut
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|