A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Akibat Tsunami

2.742 Sarana Ibadah Rusak


Banda Aceh 8/1/05: Gempa dan badai tsunami yang melanda beberapa daerah Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara (NIS), selain telah menelan 105.637 korban jiwa (94.260 jiwa meninggal dan 11.377 jiwa hilang), juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum yang amat besar. Sebanyak 2.742 sarana ibadah rusak, terdiri dari 2.704 masjid 8 gereja dan 20 vihara.

Siaran pers Media Center LIN yang bersumber dari Sekretariat Wakil Presiden dalam memorandum No 09 dan 10, Jumat (7/1/05), dicatat kerusakan sarana pendidikan sebanyak 914 Gedung SD, 155 Gedung SMP, 67 Gedung SMA, dan 16 Gedung SMK. Sarana kesehatan yang rusak sebanyak 240 terdiri dari Rumah Sakit 8 dan Puskesmas 232. Perkantoran yang rusak 1.644, terdiri dari Kantor Gubernur 1, Kantor Bupati 4, Kantor Camat 56, Kantor Desa 1.550, dan Kantor Polisi 27.

Jalan dan jembatan yang rusak sepanjang 6.286 km, terdiri dari jalan nasional 423 km, jalan propinsi 2.191 km, jalan kabupaten/kota 32.270 km dan jembatan 18.761 km (499 buah).

Sementara, jumlah pengungsi sampai Jumat 7/1/05 pukul 20.00 WIB diperkirakan lebih dari 544.927 orang yang tersebar di beberapa tempat. Sedangkan korban luka rawat jalan di Aceh dan Sumut sebanyak 2.487 orang dan korban luka rawat inap sebanyak 1.135 orang. Pasien yang meninggal di RS Medan sebanyak 32 orang. Korban yang dirawat di RS Jakarta sebanyak 83 pasien yang tersebar diberbagai RS, terdiri atas 52 orang rawat inap, meninggal 6 orang dan pulang 25 orang.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menanggulangi beban pengungsi bencana tersebut. Di antaranya di bidang kesehatan, telah mulai dilakukan vaksinasi campak untuk pengungsi di Medan dan Banda Aceh. Telah dikirim juga tenaga medis sebanyak 569 orang ke Aceh terdiri dari 142 dokter spesialis, 88 dokter umum, 315 perawat, 11 ahli gizi dan 7 sanitarian.

Juga telah dikirim ke Kabupaten Nias berupa bantuan obat – obatan 56 box, alat kesehatan/bahan habis pakai 32 box, masker 2 box, MP-ASI 10 box, susu 150
kaleng.

Sementara itu, sekitar 80 % atau 63.755 dari 76.694 aparat Pemda NAD yang tersebar di 21 Kota/Kabupaten belum diketahui nasibnya.Namun demikian, aktivitas kerja di lingkungan Kantor Gubernur NAD telah dimulai tanggal 6 Januari 2005. Begitu pula Sekretariat DPRD Provinsi NAD sudah mulai berfungsi meski dalam kondisi listrik mati.

Dalam rangka rekonstruksi kelak, Pemerintah Aceh Barat mengusulkan kota Baru pengganti Kota Meulaboh dan desain pemukiman penduduk diupayakan dalam radius 500 Meter dari bibir pantai.

 

Distribusi bantuan makanan terus diintensifkan, namun demikian masih ada penumpukan di Banda Aceh. Di Meulaboh persediaan logistik telah cukup dengan tibanya 9 Kapal KRI. Berbagai bantuan tanggap darurat juga terus mengalir. Di antaranya sebesar 40 ton dari Pemerintah Syiria tiba 6 Januari 2005 di Jakarta.

Relawan asing yang bekerja di NAD berasal dari 12 Negara yaitu Amerika, Korsel, singapura, spanyol, Jepang, Malaysia, belgia, kanada, Afrika Selatan, New Zealand, Australia, Denmark. Relawan yang berangkat melalui Posko Halim dan Tanjung Priok mencapai 1.417 orang.

Energi
Sampai Jumat (7/1/05) kemampuan produksi tenaga listrik di Banda Aceh naik menjadi 70 %. Sedangkan di Sigli sudah mencapai 95 %. Sebagian besar tiang – tiang 20 kV dalam kota Banda Aceh masih belum dapat diperbaiki karena gardu hubung belum dapat dibersihkan.

PLTD Seunembok di Meulaboh dengan daya 1,2 MW telah dapat dioperasionalkan untuk memasok keperluan rumah sakit dan lampu jalan. Begitu pula PLN Cabang Langsa, Subulussalam dan Lhok Seumawe sudah dapat beroperasi. Sementara PLN Cab Banda Aceh sedang dalam tahap perbaikan (55% sudah beroperasi). PLN Cabang Meulaboh telah tersedia Genset Kapasitas 4 KW diperuntukkan bagi operasional Posko telah mencapai 30%. PLN Cabang Sigli sudah beroperasi 95%, Kota Sabang 95%, dan Pulau Nias sudah beroperasi 90%.

Di bidang perekonomian dan perindustrian, telah ditentukan 3 lokasi untuk dibangun pasar darurat dengan bantuan tenda dan pasokan sembako dari Medan dan Lokseumawe, yaitu 40 unit dari Lambaro, 25 unit di Ule Kareng dan 20 unit di Neusu, Banda Aceh.

Sementara di bidang komunikasi dan informasi, PRSSNI telah mengoperasikan Radio Suara Aceh pada frekwensi 99 dan 96,1 FM dan mengudara sejak tanggal 6 Januari 2005 jam 15.00 WIB. Radio tersebut menjangkau Banda Aceh dan menyiarkan informasi dan hiburan bagi masyarakat Aceh. PRSSNI juga telah menyebarkan 3000 buah radio transistor untuk masyarakat Aceh. Bantuan dari PT. Nasional Gobel berupa 1000 radio transistor dan 5000 buah senter (Flash Light), akan dikirim tanggal 8 Januari 2005 ke tempat-tempat pengungsian di Aceh. *e-ti/mlp-LIN

  Berita Lainnya  

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

:: Kargo Gratis Garuda ke Aceh

:: Wapres: 3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami

:: PMI Fokus di Meulaboh

:: Lindungi Anak Korban Tsunami

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh

 

 

=> Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut