A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Pasca Tsunami H+35

Evakuasi Korban dari Medan Sulit


Banda Aceh 31/1/05: Posko Bakornas PBP sebagaimana diinformasikan Media Center-Lembaga Informasi Nasional (31/1/05) melaporkan evakuasi jenazah telah semakin mengarah ke medan yang sulit seperti rawa-rawa dan sungai, sehingga memerlukan peralatan sekop, cangkul, sepatu boat, serta penambahan kantong mayat. Pelaksanaan evakuasi itu disinkronkan dengan kegiatan pembersihan kota.

Sementara pembersihan kota di Banda Aceh dan Aceh Besar telah terealisasi sepanjang 46.045 m (95 %) jalan utama dan 119.475 m (56,65 %) jalan kecil serta area publik/perumahan seluas 7.099.724 m2 (23,74 %). Di kawasan Pantai Timur, yaitu Pidie, Bireun dan Lhok Seumawe pembersihan sudah hampir selesai, sedangkan di Meulaboh baru mencapai sekitar 40 %.

Mengenai data korban meninggal, Posko Depkes tanggal 29 Januari 2005 pukul 18.00 WIB melaporkan jumlah korban yang meninggal/dimakamkan seluruhnya berjumlah sekitar 103.025 jiwa (102.897 jiwa di NAD dan 128 jiwa di Sumut). Sedangkan korban luka yang dirawat inap 3.968 orang dan rawat jalan 71.255 orang.

Posko Depsos melaporkan bahwa sampai 28 Januari 2005 pukul 17.00 WIB, jumlah korban yang hilang sebanyak 12.070 orang (12.046 di NAD dan 24 di Sumut), sedangkan penduduk yang mengungsi berjumlah 420.926 orang. Sementara itu jumlah rumah yang rusak adalah sebanyak 30.242 unit.

Sedangkan Bakornas PBP memperkirakan pengungsi yang berada di rumah-rumah keluarga berjumlah 260.000 jiwa / 65.000 KK, juga akan diberikan bantuan sebagaimana pengungsi yang menempati barak-barak, penyalurannya melalui Ketua RT masing-masing.

Perkembangan kondisi prasarana jalan sampai saat ini dilaporkan antara lain bahwa jalur darat dari Calang menuju Kruengsape sepanjang 9 km sudah mulai bisa dilalui, sedangkan jalur darat Meulaboh-Calang belum dapat dilalui.

Untuk mengurangi peran transportasi udara dalam mengangkut bantuan logistik, melalui koordinasi dengan Ditjen Hubla akan dibuka jalur-jalur laut dengan kapal-kapal kecil sebagai feeder dari kapal-kapal besar yang tidak dapat merapat (untuk angkutan orang dan barang). Jalur yang akan dibuka adalah Malahayati-Meulaboh serta kota-kota kecil di sekitarnya, yaitu Lhong, Lamno, Calang dan Keupeteunom.

Sementara dalam rangka percepatan pemulihan di wilayah bencana, PT. Telkom tengah
mengupayakan penggantian teknologi saluran tetap (telepon kabel rumah) dengan teknologi fixed wireless (tanpa kabel). Sementara itu layanan pos secara umum telah beroperasi kembali khususnya di wilayah kerja Kantor Pos Banda Aceh, Tapaktuan dan Sigli.

Sedangkan untuk penyediaan air bersih dan sanitasi, telah dikirim bantuan (pinjaman) mesin desalinasi air laut menjadi air tawar produksi Dairin Corp (DC, Osaka Jepang)
pada tanggal 26 Januari 2005 dan direncanakan tiba di Medan tanggal 9 Pebruari 2005 dengan kapal ACX RAFFLESIA. Pihak Dairin Corp juga akan mengirimkan seorang teknisi ke Aceh.

Sedangkan untuk menangani masalah kelistrikan, pihak PLN antara lain akan menyediakan 30 unit genset untuk seluruh wilayah di Provinsi NAD, memperbaiki
lampu jalan secara bertahap, memperbaiki gardu-gardu distribusi dan gardu
hubung, serta merelokasi PLTD apung.

Pasokan BBM di pantai timur sudah berjalan normal. Untuk pantai barat (terutama di Tenom, Calang dan Lamno) dibutuhkan tenaga penanggungjawab dari Pertamina guna ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut.

Pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya mulai tanggal 28 Januari 2005 dipindahkan sementara dari kota Calang ke Kota Lamno Kecamatan Aceh Jaya. *e-ti/lin-tsl

  BERITA LAINNYA  
:: H+35, Evakuasi Korban dari Medan Sulit

:: Pasca Tsunami H-31, Sekolah Dimulai Kembali

:: Pemerintah-PBB Sepakat Empat Prioritas Kerja

:: Pasca Tsunami H-30, Korban Meninggal 173. 981 Jiwa

:: Panglima TNI, Calang Akan Dibangun Segera

:: Relokasi Pengungsi, Pemerintah Sewa Tanah Penduduk

:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal

:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang 12.132 Orang

:: Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP

:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan

:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh

:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah

:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi

:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut