A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Pasca Tsunami H-25

Data Depkes 166.320 Meninggal


Jakarta 20/01/05: Data terakhir dari Departemen Kesehatan, jumlah korban meninggal akibat gempa dan badai tsunami di Provinsi NAD diperkirakan sekitar 166.080 jiwa dan di Sumut 240 jiwa. Dari jumlah tersebut yang telah dimakamkan sebanyak 89.832 orang. Korban yang menjalani rawat inap di rumah sakit sebanyak 1.736 orang dan rawat jalan 36.881orang.

Sementara Posko Kominfo-LIN di Banda Aceh, Kamis 20/1/05 pukul 14, menginformasikan bahwa sampai dengan tanggal 18 Januari 2005 pukul 24.00, jumlah korban meninggal dunia/dimakamkan di 15 kabupaten tercatat 92.751orang, dan hilang 132.172 orang. Sedangkan evakuasi/pemakaman pada tanggal 19 Januari 2005, tim evakuasi yang terdiri dari unsur TNI, PMI dan Relawan berhasil mengumpulkan dan memakamkan 1.438 jenazah terdiri dari 1.324 jenazah dari Banda Aceh/Aceh
Besar dan 114 jenazah dari Pantai Barat.

 

Sebelumnya, Posko Kominfo-LIN di Banda Aceh menginformasikan bahwa sampai dengan tanggal 18 Januari 2005 pukul 24.00, jumlah korban meninggal dunia/dimakamkan di 15 kabupaten tercatat 91.313 orang, dan hilang 132.172 orang. Sedangkan evakuasi/pemakaman pada tanggal 18 Januari 2005 di Banda Aceh/Aceh Besar sebanyak 1.414 orang, dan 67 orang di Pantai Barat.

Hambatan evakuasi masih tetap berkisar pada medan yang sulit dijangkau, genangan air, berlumpur, sampah, kondisi mayat yang sudah lama, dan keterbatasan pengemudi truck (dari 60 truck yang tersedia, hanya 7 buah yang dioperasikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dalam siaran pers LIN disebut dilakukan berbagai upaya, yakni perkuatan alat berat dari Malaysia dan Australia, pemenuhan chinsaw dan mobilisasi truck, dan pengerahan bantuan 20 truck dari Polda Sumut beserta pengemudinya.

Di Darussalam, Lampineung Serue, Lampo Daya, Keudah dan beberapa lokasi lainnya, diperkirakan masih terdapat banyak korban yang harus diprioritaskan dan dioptimalkan evakuasinya. Pemda diharapkan dapat memobilisasi/memberdayakan masyarakat lokal yang tidak terkena tsunami agar berpartisipasi dalam evakuasi/pemakaman. Direncanakan evakuasi jenazah sudah harus dituntaskan tanggal 26 Januari 2005.

Sementara sampai 19-01-05 data penanganan pengungsi masih menunjukkan jumlah yang sama dengan data 18-01-05 yakni 394.285 orang pada 64 lokasi, tersebar di 16 Kabupaten/Kota. Sementara itu untuk relokasi segera dilaksanakan di 24 titik lokasi, namun 3 titik lokasi di Aceh Jaya belum ada penyelesaian masalah lahan.

Realisasi pembersihan kota sampai 18 Januari 2005 di Banda Aceh dan Aceh Besar yakni jalan utama, 44.762 M (93,36%), jalan kecil, 54.556 M (45,66%), area publik/perumahan 4.554.700 M2 (14,22%). Prioritas utama
(kantor/fasilitas umum), 1.975.000 M2 (38,35%), Prioritas lanjutan (lain-lain), 9,60%.

Sampai 18 Januari 2005 jumlah relawan tercatat 7.806 orang dan 202 orang di antaranya adalah relawan luar negeri yang tercatat di Desk Deplu Posko Utama Daerah NAD.

Jalan Darat Meulaboh-Calang-Banda Aceh
Hingga saat ini jalan darat dari Meulaboh ke Banda Aceh lewat Calang sepanjang 230,5 km belum bisa dilalui, karena jalan sepanjang 203,5 km mengalami rusak berat, di samping sekitar 10 buah jembatan terputus. Sementara jalur dari Medan ke Meulaboh melalui Tapak Tuan yang sempat terputus sejak tanggal 8 Januari lalu sudah berfungsi kembali, dengan terpasangnya tiga jembatan rangka baja Bailey dari Zipur TNI dan Departemen PU, dengan waktu tempuh Medan-Meulaboh 10-12 jam.

Menurut data dari Departemen Pekerjaan Umum, secara keseluruhan kerusakan prasarana jalan yang mengalami rusak berat akibat gempa dan tsunami di wilayah Provinsi NAD dan Sumatera Utara diperkirakan mencapai sepanjang 275 km yang terdiri dari jalan regional dan jalan dalam kota. Sedangkan 125 km lainnya mengalami rusak sedang dan ringan serta sekitar 110 buah jembatan terputus. Kerusakan lain terjadi pada 11 daerah irigasi dan bangunan lainnya yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Pembersihan sampah dan puing terus dilakukan dengan mengerahkan peralatan berat dari provinsi-provinsi terdekat, peralatan milik BUMN, didatangkan dari Jakarta, dan bantuan dari negara jiran. Hasil pembersihan di Kota Banda Aceh 96% jalan-jalan utamanya sudah bisa dilalui, pada jalan-jalan kecil mencapai 44% dan area publik 11%.

Untuk kota Meulaboh pembersihan jalan-jalan utama mencapai 95%, jalan kecil 50% dan halaman perkantoran 95%. Kendala terjadi pada lorong-lorong dan jaringan dekat pantai terutama di wilayah Lhok Nga dan Ulee Lheu yang hingga kini belum selesai dibersihkan.

Kantor Sementara ANRI
Sementara itu menurut sumber Depdagri, kerusakan parah dialami pada Kantor Badan Arsip Daerah (BAD). Dari 58 pegawai yang bekerja pada kantor tersebut, 17 orang diantaranya dinyatakan hilang. Menurut Djoko Utomo, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), arsip-arsip yang berada di lantai dasar BAD Provinsi NAD diperkirakan telah hancur.

Pihaknya saat ini telah membantu membuatkan kantor sementara pada sebuah rumah penduduk. Berkaitan dengan pengamanan arsip NAD, ANRI memprioritaskan pemulihan data penyelenggaraan pemerintahan di masingmasing instansi dan arsip yang bernilai sejarah.


TNI dan militer asing
Jumlah personil TNI tambahan untuk bantuan kemanusiaan hingga 19/1, menurut Posko Informasi TNI berjumlah 5.589 orang yang terdiri dari TNI AD 3.771 orang, TNI AL 1.648 orang dan TNI AU 170 orang. Sedangkan personil militer asing yang ikut membantu berjumlah 3.171 orang dari 14 negara, di samping relawan asing yang berjumlah 1.125 orang dari 31 negara. Para personil militer asing ini bersama TNI terus meningkatkan pendistribusian logistik kepada para korban di seluruh wilayah NAD, terutama melalui transportasi udara dan laut.

Dalam rangka pengamanan dan penertiban para petugas yang memberikan bantuan kemanusiaan, Pemerintah RI telah memberikan klarifikasi Pengaturan Berkunjung untuk Media dan Organisasi Asing. Seluruh WNA yang berkunjung ke Provinsi NAD diminta untuk mendaftar di Posko Deplu Gedung A2 di Pendopo Gubernur NAD (Posko Utama), dengan melaporkan kegiatan yang dilakukan dan direncanakan termasuk lokasi dan waktu pelaksanannya.  *e-ti/LIN-mlp

  BERITA LAINNYA  
:: Pasca Tsunami H-25, Data Dpekes 166.320 Meninggal

:: Pasca Tsunami H-22 Meninggal 110.229, Hilang 12.132 Orang

:: Presiden: Reorganisasi Bakornas PBP

:: Pasca Tsunami H-20, 81.665 Korban Dimakamkan

:: Telah Terbuka 90% Jalan Utama Banda Aceh

:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah

:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi

:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

:: Kargo Gratis Garuda ke Aceh

:: Wapres: 3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami

:: PMI Fokus di Meulaboh

:: Lindungi Anak Korban Tsunami

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh


=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut