Pasca Tsunami H-25
Data Depkes 166.320 Meninggal
Jakarta 20/01/05: Data terakhir dari Departemen Kesehatan, jumlah korban
meninggal akibat gempa dan badai tsunami di Provinsi NAD diperkirakan
sekitar 166.080 jiwa dan di Sumut 240 jiwa. Dari jumlah tersebut yang
telah dimakamkan sebanyak 89.832 orang. Korban yang menjalani rawat inap di rumah sakit sebanyak
1.736 orang
dan
rawat jalan 36.881orang.
Sementara Posko Kominfo-LIN di Banda Aceh, Kamis 20/1/05 pukul 14,
menginformasikan bahwa sampai dengan tanggal 18 Januari 2005 pukul
24.00, jumlah korban meninggal dunia/dimakamkan di 15 kabupaten tercatat
92.751orang, dan hilang 132.172 orang. Sedangkan evakuasi/pemakaman
pada tanggal 19 Januari 2005, tim evakuasi yang terdiri dari unsur TNI,
PMI dan Relawan berhasil mengumpulkan dan memakamkan 1.438 jenazah
terdiri dari 1.324 jenazah dari Banda Aceh/Aceh
Besar dan 114 jenazah dari Pantai Barat.
Sebelumnya, Posko Kominfo-LIN di Banda Aceh
menginformasikan bahwa sampai dengan tanggal 18 Januari 2005 pukul
24.00, jumlah korban meninggal dunia/dimakamkan di 15 kabupaten tercatat
91.313 orang, dan hilang 132.172 orang. Sedangkan evakuasi/pemakaman
pada tanggal 18 Januari 2005 di Banda Aceh/Aceh Besar sebanyak 1.414
orang, dan 67 orang di Pantai Barat.
Hambatan evakuasi masih tetap berkisar pada medan yang sulit dijangkau,
genangan air, berlumpur, sampah, kondisi mayat yang sudah lama, dan
keterbatasan pengemudi truck (dari 60 truck yang tersedia, hanya 7 buah
yang dioperasikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dalam siaran pers
LIN disebut dilakukan berbagai upaya, yakni perkuatan alat berat dari
Malaysia dan Australia, pemenuhan chinsaw dan mobilisasi truck, dan
pengerahan bantuan 20 truck dari Polda Sumut beserta pengemudinya.
Di Darussalam, Lampineung Serue, Lampo Daya, Keudah dan beberapa lokasi
lainnya, diperkirakan masih terdapat banyak korban yang harus
diprioritaskan dan dioptimalkan evakuasinya. Pemda diharapkan dapat
memobilisasi/memberdayakan masyarakat lokal yang tidak terkena tsunami
agar berpartisipasi dalam evakuasi/pemakaman. Direncanakan evakuasi
jenazah sudah harus dituntaskan tanggal 26 Januari 2005.
Sementara sampai 19-01-05 data penanganan pengungsi masih menunjukkan
jumlah yang sama dengan data 18-01-05 yakni 394.285 orang pada 64 lokasi,
tersebar di 16 Kabupaten/Kota. Sementara itu untuk relokasi segera
dilaksanakan di 24 titik lokasi, namun 3 titik lokasi di Aceh Jaya belum
ada penyelesaian masalah lahan.
Realisasi pembersihan kota sampai 18 Januari 2005 di Banda Aceh dan Aceh
Besar yakni jalan utama, 44.762 M (93,36%), jalan kecil, 54.556 M
(45,66%), area publik/perumahan 4.554.700 M2 (14,22%). Prioritas utama
(kantor/fasilitas umum), 1.975.000 M2 (38,35%), Prioritas lanjutan
(lain-lain), 9,60%.
Sampai 18 Januari 2005 jumlah relawan tercatat 7.806 orang dan 202 orang
di antaranya adalah relawan luar negeri yang tercatat di Desk Deplu
Posko Utama Daerah NAD.
Jalan Darat Meulaboh-Calang-Banda Aceh
Hingga saat ini jalan darat dari Meulaboh ke Banda Aceh lewat Calang
sepanjang 230,5 km belum bisa dilalui, karena jalan sepanjang 203,5 km
mengalami rusak berat, di samping sekitar 10 buah jembatan terputus.
Sementara jalur dari Medan ke Meulaboh melalui Tapak Tuan yang sempat
terputus sejak tanggal 8 Januari lalu sudah berfungsi kembali, dengan
terpasangnya tiga jembatan rangka baja Bailey dari Zipur TNI dan
Departemen PU, dengan waktu tempuh Medan-Meulaboh 10-12 jam.
Menurut data dari Departemen Pekerjaan Umum, secara keseluruhan
kerusakan prasarana jalan yang mengalami rusak berat akibat gempa dan
tsunami di wilayah Provinsi NAD dan Sumatera Utara diperkirakan mencapai
sepanjang 275 km yang terdiri dari jalan regional dan jalan dalam kota.
Sedangkan 125 km lainnya mengalami rusak sedang dan ringan serta sekitar
110 buah jembatan terputus. Kerusakan lain terjadi pada 11 daerah
irigasi dan bangunan lainnya yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Pembersihan sampah dan puing terus dilakukan dengan mengerahkan
peralatan berat dari provinsi-provinsi terdekat, peralatan milik BUMN,
didatangkan dari Jakarta, dan bantuan dari negara jiran. Hasil
pembersihan di Kota Banda Aceh 96% jalan-jalan utamanya sudah bisa
dilalui, pada jalan-jalan kecil mencapai 44% dan area publik 11%.
Untuk kota Meulaboh pembersihan jalan-jalan utama mencapai 95%, jalan
kecil 50% dan halaman perkantoran 95%. Kendala terjadi pada
lorong-lorong dan jaringan dekat pantai terutama di wilayah Lhok Nga dan
Ulee Lheu yang hingga kini belum selesai dibersihkan.
Kantor Sementara
ANRI
Sementara itu menurut sumber Depdagri, kerusakan parah dialami pada
Kantor Badan Arsip Daerah (BAD). Dari 58 pegawai yang bekerja pada
kantor tersebut, 17 orang diantaranya dinyatakan hilang. Menurut Djoko
Utomo, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), arsip-arsip yang
berada di lantai dasar BAD Provinsi NAD diperkirakan telah hancur.
Pihaknya saat ini telah membantu membuatkan kantor sementara pada sebuah
rumah penduduk. Berkaitan dengan pengamanan arsip NAD, ANRI
memprioritaskan pemulihan data penyelenggaraan pemerintahan di
masingmasing instansi dan arsip yang bernilai sejarah.
TNI dan militer asing
Jumlah personil TNI tambahan untuk bantuan kemanusiaan hingga 19/1,
menurut Posko Informasi TNI berjumlah 5.589 orang yang terdiri dari TNI
AD 3.771 orang, TNI AL 1.648 orang dan TNI AU 170 orang. Sedangkan
personil militer asing yang ikut membantu berjumlah 3.171 orang dari 14
negara, di samping relawan asing yang berjumlah 1.125 orang dari 31
negara. Para personil militer asing ini bersama TNI terus meningkatkan
pendistribusian logistik kepada para korban di seluruh wilayah NAD,
terutama melalui transportasi udara dan laut.
Dalam rangka pengamanan dan penertiban para petugas yang memberikan
bantuan kemanusiaan, Pemerintah RI telah memberikan klarifikasi
Pengaturan Berkunjung untuk Media dan Organisasi Asing. Seluruh WNA yang
berkunjung ke Provinsi NAD diminta untuk mendaftar di Posko Deplu Gedung
A2 di Pendopo Gubernur NAD (Posko Utama), dengan melaporkan kegiatan
yang dilakukan dan direncanakan termasuk lokasi dan waktu pelaksanannya. *e-ti/LIN-mlp |
|
|
|