A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Bakornas PBP

Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah


Jakarta 13/01/05: Bakornas PBP menginformasikan jumlah korban yang telah dievakuasi dan dimakamkan sampai 10 Januari 2005 sebanyak 65.594 jenasah. Sementara, jumlah korban meninggal menurut data Departemen Kesehatan tanggal 11 Januari 2005 diperkirakan sekitar 95.000 jiwa dan korban hilang sekitar 77.000 jiwa. Jumlah relawan sebanyak 1.897 orang (10/1/05).

 

Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) juga menyebut jumlah rumah rusak berdasarkan laporan Departemen Sosial sebanyak 26.152 unit. Antara lain di Bireun 5.745 unit, Aceh Utara 4.493 unit, Simeuleu 15.415 unit, Nias 431 unit, Kab Sergai 8 unit dan Kab Madina 60 unit.

Sampai dengan tanggal 11 Januari 2005, jumlah korban luka/sakit rawat jalan sebanyak 3.461 orang, dan korban rawat inap berjumlah 1.201 orang. Jumlah korban yang dirujuk ke RS di Jakarta sebanyak 179 pasien. Sementara sumber Depsos menyebut jumlah penduduk yang mengungsi sampai tanggal 11 Januari 2005 sebanyak 655.144 jiwa.

Relawan
Jumlah relawan kesehatan dalam dan luar negeri sebanyak 1.897 orang terbagi dalam 75 Tim (sampai 10 Januari 2005). Bantuan medis luar negeri antara lain tim medis Australia, Singapura, Taiwan, Jepang, Malaysia, Perancis, Jerman dan Spanyol. Hampir seluruh Tim medis luar negeri menggunakan field hospital, tenaga medis, obat-obatan, sanitasi dan tenaga media/paramedic sendiri di bawah koordinasi Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh.

Di RS Zaenul Abidin terdapat 2 tim yaitu Tim Medical support Divison dipimpin oleh Prof. Aryono dan Tim Manajerial Division dipimpin oleh Dr. Tjandra Yoga. Rancangan SOP untuk penempatan tenaga kesehatan luar negeri di Prov NAD akan disiapkan oleh Ditjen Yanmedik Depkes.

Bantuan Pangan
Bantuan pangan yang dikoordinir oleh TNI antara lain penerimaan bantuan berupa mie instant, gula pasir, minyak makan, telur, sarden, biscuit, selimut, sarung dan lain-lain. Total penerimaan sampai dengan tanggal 10 Januari 2005 sebanyak 1.261.998 kg. Distribusi bantuan sampai dengan tanggal 10 Januari 2005 sebanyak 1.195.685 kg.

Bantuan asing dari IOM, UNSAID, WFP, UNOCHA, New Zealand, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia dan lain-lain. Sampai saat ini tercatat bantuan luar negeri teridir dari 7 lembaga di bawah UN dan 34 LSM Internasional aktif dan telah dikoordinasikan oleh Tim Nasional penanganan bencana Aceh.

Distribusi bantuan pangan dan perlengkapan dari Dep. Sosial pada tanggal 10 Januari 2005 berupa beras (67.000 kg), indomie (7 doos), tikar (2 karung), aqua (109 doos), ikan asin (36.200 kg), kain sarung (1 karung).

Air Bersih
Instalsi Pembersih Air Banda Aceh sudah berfungsi dengan kapasitas produksi 435 lt/dt dan kapasitas distribusi 250 lt/dt. Karena 75 % jaringan pipa rusak, distribusi dilakukan dengan dukungan mobil tanki dan hidran umum. Untuk itu dibutuhkan 7 mobil tanki air dan 50 hidran umum.

Telah dikirim 2 unit mobil tanki termasuk pengemudi dan 8 unit pengolah air portable skala kecil dari PAM DKI dan PT Palyja. Pengiriman High Pressure Pump atau compressor akan dilakukan oleh BUMN konstruksi yang bekerja di Aceh Timur dan Aceh Barat. Saat ini di Banda Aceh telah tersedia 5 unit.

Jalan menuju Meulaboh melalui Ladia Galaska (ruas Bireun-Takengon-Betong Ateuh-Meulaboh) sudah dapat digunakan untuk pengiriman bantuan. Penyediaan operator tambahan akan dikirim untuk mengoperasikan peralatan yang ada. Mobilisasi sebanyak 600 orang dimulai tanggal 12 s/d 16 Januari 2005.

Untuk meningkatkan operasi pembersihan akan dikirim sebanyak 595 orang tenaga kasar untuk wilayah Aceh Timur 370 orang, Aceh Barat 225 orang yang akan didatangkan dari Medan dan Padang. Tenaga kerja akan diserahkan kepada koordinator penanggungjawab masing-masing wilayah (Korem, SATTLAK PBP) untuk koordinasi penggunaannya. Mobilisasi dilaksanakan mulai tanggal 12 s/d 16 Januari 2005.

Laporan Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh menginformasikan sampai dengan
tanggal 10 Januari 2005, jumlah alat berat yang tersedia 117 unit (kebutuhan 240 unit), Dump truk 341 unit, trailer 3 unit, crane 1 unit, truck tangki 5 unit, truck BBM 4 unit, pembersih air 1 unit. Diperlukan operator alat berat dan sopir dump-truk (1 alat diperlukan 3 orang operator).

Sementara di bidang pemerintahan, informasi dari Tim Nasional Penanganan Bencana Aceh tanggal 11 Januari 2004 menyebut kecamatan yang tidak berfungsi sebanyak 35 dari 241 kecamatan dan desa yang tidak berfungsi sebanyak 795 dari 5.871 desa.

 

Telah ditempatkan Tim Departemen Dalam Negeri berjumlah 356 orang, terdiri dari Eselon I, II, III dan IV serta Dosen Pengasuh dan Praja IPDN. Tim itu didistribusikan ke Pemprop NAD 108 orang, Pemerintah Kota Banda Aceh 54 orang, Pemerintah Kab Aceh Barat 6 orang (dari rencana 20 orang), Pemerintah Kab Aceh Jaya direncanakan 20 orang, masing-masing Kab/Kota lainnya sebanyak 144 orang dan Posko Tim TPPP-NAD sebanyak 10 orang.

Akivitas Belajar
Aktivitas belajar mengajar untuk sekolah-sekolah yang rusak diupayakan dimulai
tanggal 26 Januari 2005. Untuk sekolah yang masih berfungsi, kegiatan belajar-mengajar telah dilaksanakan sejak tanggal 10 Januari 2005. Namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Antara lain banyak gedung sekolah yang masih dipergunakan oleh pengungsi, banyak sekolah yang belum dibersihkan dari lumpur dan mayat serta kondisi
bangunan yang perlu diperiksa untuk keselamatan. Sementara tenda belajar tidak cukup.

Faktor yang lebih krusial adalah sangat banyak guru yang meninggal dan hilang. Di Banda Aceh dan Aceh Besar saja terdapat 1.538 guru yang meninggal dan hilang, 1.000 guru yang cacat dan mengungsi. Untuk mengatasi hal itu, perlu diupayakan pemenuhan tenaga guru.

Di samping itu, alat tulis kantor, buku tulis dan buku-buku pelajaran tidak tersedia sehingga harus didatangkan dari Medan. Diperlukan dukungan Mendiknas untuk pengadaan pakaian sekolah, buku-buku dan dukungan lainnya.  *e-ti/Bakornas PBP-mlp

  BERITA LAINNYA  
:: Bakornas PBP, Telah Dievakuasi 65.594 Jenazah

:: Menko Kesra, Aceh Bersih 10 Hari Lagi

:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

:: Kargo Gratis Garuda ke Aceh

:: Wapres: 3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami

:: PMI Fokus di Meulaboh

:: Lindungi Anak Korban Tsunami

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh


=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut