1178 Tenaga Medis
Depsos Salurkan 969 ton Beras
Banda Aceh 7/1/05: Pihak Depsos sampai hari keduabelas telah menyalurkan
lebih 969 ton beras beserta berbagai lauk dan perlengkapan lain seperti
ikan asin, sarden, susu, pakaian, selimut, sarung dan bahan pakaian.
Sementara bidang kesehatan, sebanyak 1178 tenaga medis dan non medis
relawan dalam dan luar negeri terdaftar membantu korban di Aceh.
Guna mendukung distribusi bantuan kepada pengungsi sampai hari
keduabelas telah dikerahkan 44 penerbangan baik asing maupun dalam
negeri. Selain bantuan dari udara khususnya di daerah tertentu seperti
Lhok Nga juga telah dilakukan melalui jalur laut melalui speedboat
sambil menunggu pulihnya jalur darat.
Sementara, Kamis (6/1/05) evakuasi korban bertambah 4.889 orang sehingga
total data evakuasi korban dengan hari sebelumnya telah berjumlah 42.881
orang. Kendala dalam proses evakuasi ini terbentur masih kurangnya
perlengkapan (sepatu, sarung tangan, masker dan kantong mayat) serta
semakin sulitnya medan.
Siaran pers Posko Kominfo/LIN di Aceh yang diterima Tokoh Indonesia
Jumat (7/1/05) menyebutkan perkembangan dalam penanganan pengungsi
selain telah berjalan sesuai dengan target, masih ada beberapa pengungsi
seperti di Betung (Pidie) sebanyak 1500 orang yang belum ditangani
secara optimal. Untuk itu pihak Bakornas minta agar penanganan pengungsi
lebih dioptimalkan kembali dengan melibatkan secara proaktif dari pihak
pemerintah di daerah.
1178 Tenaga Medis
Di bidang pengobatan dan kesehatan bantuan terus mengalir dari berbagai
pihak yang sampai hari ini telah disalurkan kepada korban dan pihak
rumah sakit. Di antaranya, berasal dari pemda Sulawesi Selatan, DKI
Jakarta dan beberapa negara sahabat terutama dari Cina dan Jerman.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan sampai saat ini telah terdata
sebanyak 1178 tenaga medis dan non medis yang terdaftar baik yang
berasal dari relawan dalam dan luar negeri.
Upaya di bidang ini juga dilakukan melalui perbaikan sanitasi, pembagian
vitamin, penyemprotan serta penyediaan air bersih. Keberadaan RS Zainal
Abidin saat ini mulai optimal dalam penanganan korban seiring dengan
semakin membaiknya infrstruktur pendukungnya.
Demikian pula kerjasama dengan pelbagai rumah sakit lain terus dilakukan
terutama akibat keterbatasan perawatan, tenaga dan tempat yang
dimilikinya termasuk mulai melakukan aktivitasnya secara optimal dalam
menangani korban bencana oleh RS Zainal Abidin. Saat ini terdapat 154
korban penderita neurotic yang memerlukan penanganan tersendiri.
Upaya pengiriman tenaga medis terus dilakukan terutama di beberapa
daerah yang diduga masih dinilai memprihatinkan, seperti di Meulaboh,
Aceh Jaya dan Lamno. Saat ini relokasi para korban dan pengungsi sudah
sangat mendesak dan menjadi prioritas sehingga beberapa pihak perlu
terus bekerja keras menyelesaikan sesuai dengan program kerja yang telah
dirancang dan disepakati. *e-ti/mlp-LIN
|
|
|
|