A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2003
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Pasca Tsunami

Banda Aceh Mulai Aktif


Banda Aceh 10/01/05: Dua pekan setelah peristiwa Bencana Alam Aceh dan Sumut (26/12-2004), Kota Banda Aceh sudah mulai padat kesibukan. Masjid Raya Baiturrahman untuk pertamakali sudah dapat digunakan untuk Shalat Jumat (6/1-2005). Demikian pula jalan-jalan umum sudah mulai lancar, pasar dan toko mulai berbenah dan dibuka kembali.

Penanganan Bencana Alam Aceh dan Sumut secara umum mengalami kemajuan cukup berarti, operasi pemulihan terus dilaksanakan. Konsentrasi penanganan evakuasi, penanganan pengungsi dan distribusi bantuan terus, itu mengalami peningkatan koordinasi dan hasil yang dicapai. Pekerjaan evakuasi selama sepekan terakhir mengalami kemajuan besar dengan dipekerjakannya alat-alat berat dan truk TNI dan juga beberapa BUMN dan departemen (PP, BUMN Karya, ESDM, dll).

Koordinasi kerja Penanganan Bencana Alam Aceh dan Sumut dimonitor melalui mekanisme pertemuan total seluruh perwakilan sektor kedaruratan. Koordinasi yang dilaksanakan setiap hari Pk. 20.00 hingga 23.00, itu secara bertahap juga mengalami kemajuan monitoring khususnya dalam hal koordinasi di lapangan yang menuntut pengambilan keputusan segera.

Data korban
Siaran pers Media Center Kesra Banda Aceh, yang diterima Tokoh Indonesia dari Lembaga Informasi Nasional, menyebutkan, jumlah penduduk di 21 kabupaten dan kota di Aceh berjumlah 4.256.954 orang.

 

Hingga minggu kedua, jumlah korban yang berhasil didata menunjukkan korban meninggal sebanyak 69.537 dan hilang 5.985 orang. Aktivitas pendataan masih terus berlangsung yang dipusatkan dalam data nasional. PBB dan sejumlah lembaga asing memperkirakan, jumlah korban berkisar antara 90.000-130.000 orang meninggal dan hilang. Data pelaporan.

Evakuasi
Sementara jumlah total korban meninggal yang sudah berhasil dievakuasi, di Banda Aceh dan sekitarnya, mencapai 54.341 jenazah. Keadaan korban sudah sangat sulit dikenali dan pengambilan jenazah wajib memakai peralatan pengaman. Sebuah Tim Gabungan evakuasi dan pembersihan Banda Aceh, diantaranya terdiri anggota TNI, BUMN Karya, dan gabungan Relawan, mulai Sabtu (8/1-2005) akan bekerja shift untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa bencana.

 

Tim Gabungan bekerja dalam lima (5) zona pembersihan. Sebanyak 600 alat berat, 400 dump truck dan beckhu, siap dikerahkan bekerja malam hari. Untuk itu PLN berusaha keras membereskan jaringan penerangan agar proses evakuasi dapat dipercepat dengan 3 shift kerja. Dalam tempo satu bulan bekerja, diperkirakan kondisi kebersihan Kota Banda Aceh sudah dapat tertata baik. Kendala yang masih dihadapi Tim Gabungan di sini adalah terbatasnya stok peralatan relawan dan penerangan kerja malam hari.

Pengungsi
Hingga pekan kedua bencana jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 363.679. Mereka tersebar di berbagai lokasi, dengan jumlah konsentrasi dari ratusan hingga 3.000-4.000 pengungsi di setiap penampungan. Pemerintah bersama beberapa badan dunia dan pemerintah negara sahabat, sedang menyiapkan lahan relokasi di 24 lokasi di kabupaten/kota. Kendala penanganan pengungsi yang dihadapi adalah masalah pencatatan data pengungsi, serta sanitasi dan air bersih yang kurang memadai.

Sebanyak 24 titik lokasi pengungsi sementara direncanakan dibangun dalam dua bulan ke depan. Pematangan tanah sudah dilakukan. Ke-24 lokasi itu adalah Simpang Ulun (Kabupaten Aceh Timur), Peunteut (Aceh Utara), Samalangan dan Peudada (Bireun), Pante Raja dan Blang Asan/Sigli (Pidie); Pekan Blida Lam Lhom, Leupueng dan Lhong di Aceh Besar; Lambaro Angan, Lambaro Blang Bintang dan Mns. Papeun Ulee Kareng di Kodya Banda Aceh. Enam lokasi di Aceh Jaya (Lamno, Sampeo Niet/ Bukit Nipah, Setia Bhakti/Lageun, Kampung Bagia Calang, Panga, Padang Kleng, Teunom. Di Kabupaten Aceh Barat dipilih lokasi Suak Pandan (Kuala Bubon), Stadion MTQ Sama Tiga dan Ds. Lapang di Meulaboh. Kendala yang dihadapi di sini adalah pemilihan lahan, penggarapan yang memakan waktu, dan kondisi pengsungi yang menurun.

Distribusi
Distribusi pangan dan bantuan ke lokasi bencana dan pengungsian secara perlahan muai dapat diperbaiki. Bahkan, di beberapa lokasi yang terisolir bantuan pangan dikirimkan melalui udara. Distribusi dilakukan bekerjasama dengan negara-negara sahabat, seperti Amerika Serikat yang mengerahkan kapal induk USS Lincoln yang bersandar di Laut Selatan Meulaboh. Demikian pula dengan negara Singapura, Malaysia, Australia.

Distribusi dan bantuan melalui jalan darat ke arah Meulaboh telah kembali normal, setelah selesai dibangun kembali jembatan penghubung ke kota Meulaboh oleh TNI pada Jumat (6/1). Meulaboh sudah dapat ditempuh melalui jalan darat dari Medan. Kota-kota di Pantai Barat juga telah mulai disuplai distribusi bantuan. Pengiriman bantuan menggunakan alat berat TNI AL dan Departemen ESDM untuk menuju lokasi pendaratan di Pantai Barat. Kelancaran menuju lokasi Pantai Barat ditunjang pula dengan adanya penambahan perahu penghubung LST, perahu karet dan boat. Kendala distribusi yang masih dihadapi adalah penyediaan data dan komunikasi.

Kesehatan
Sektor kesehatan ikut bergerak membantu menangani dampak bencana. Sektor ini telah meningkatkan pelayanan obat-obatan, serta memfungsikan kembali b RSU ZA di Banda Aceh. Di beberapa rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan Posko Kesehatan, ditempatkan sekaligus ditambah jumlah tenaga kesehatan. Koordinasi penempatan dan penambahan dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan RI pada hari Jumat (7/1), dengan melakukan peninjauan stok MP-ASI di RS-RS. Pemberian tambahan vitamin dan vaksinasi dilakukan di RS dan 4 lokasi pengungsian.

Untuk mengatasi kendala distribusi obat di wilayah-wilayah yang masih terisolir, pengiriman bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan dilakukan melalui udara dibantu heli TNI. Rumah sakit dan klinik TNI sejak awal telah mengambil posisi darurat penanganan korban bencana. Kendala yang masih dihadapi adalah jumlah tenaga perawat masih sangat dibutuhkan, demikian pula ketersediaan data dan suplai.

Komunikasi
Sambungan komunikasi dan internet di wilayah Kota Banda Aceh sudah berlangsung baik. Federasi TI (Teknologi Informasi) dan APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia), telah menyumbangkan sejumalh peralatan untuk aktivasi TI. Seperti, saat ini telah tersedia fasilitas WIFI (sambungan internet tanpa kabel) yang dapat digunakan gratis di seputar pendopo NAD.

 

Perangkat Komunikasi di Meulaboh masih belum dapat berfungsi. IOM berencana akan menghibahkan 25 laptop, saat ini tengah disiapkan untuk dipergunakan di media center pendopo NAD. Demikian pula IBM, memberikan sumbangan 250 komputer laptop dan desktop untuk memperkuat komunikasi di Posko Utama Pendopo Banda Aceh. Kendala yang dihadapi adalah di beberapa kota belum tersedia jaringan komunikasi baru.

Relawan
Jumlah relawan yang sudah tiba dan berada di Banda Aceh, saat ini terdapat 300 orang relawan asing yang terdaftar dan 5.392 relawan nasional dari 119 organisasi. Kendala utama utama perihal relawan ini adalah koordinasi, data, dan komunikasi.

Mulai hari Senin (10/1) PT (Persero) Jaminan Sosisal Tenaga Kerja (Jamsostek) Sudah dapat beroperasi untuk memberikan pelayanan. Klaim asuransi peserta Jamsostek sudah bisa dilayani. *e-ti/LIN-ht

  Berita Lainnya  
:: Pasca Tsunami, Banda Aceh Mulai Aktif

:: Menko Kesra: Relokasi Pengungsi Prioritas

:: Presiden: Jamin Korban Anak Yatim

:: Akibat Tsunami, 2.742 Sarana Ibadah Rusak

:: Deklarasi KTT Dampak Tsunami

:: 1178 Tenaga Medis, Depsos Salurkan 969 ton Beras

:: RS Zainal Abidin Berfungsi, 36.266 Jenazah Dievakuasi

:: Sejuta Anak Pengungsi Aceh

:: Upaya Tim Depdagri Pulihkan Pemerintahan NAD

:: Kargo Gratis Garuda ke Aceh

:: Wapres: 3 Tahap Tanggulangi Bencana Tsunami

:: PMI Fokus di Meulaboh

:: Lindungi Anak Korban Tsunami

:: KTT Tsunami 6 Januari

:: Pengungsi Terus Bertambah

:: Difasilitasi Penerbangan Gratis

:: Daftar (Jumlah) Korban Tsunami di Aceh dan Sumut

:: Presiden: Gelar Konferensi Korban Tsunami

:: Posko Penanganan Bencana Aceh


=> Data Korban Tsunami di Aceh dan Sumut