Pasca Tsunami
Banda Aceh Mulai Aktif
Banda Aceh 10/01/05: Dua pekan setelah peristiwa Bencana Alam Aceh dan
Sumut (26/12-2004), Kota Banda Aceh sudah mulai padat kesibukan. Masjid
Raya Baiturrahman untuk pertamakali sudah dapat digunakan untuk Shalat
Jumat (6/1-2005). Demikian pula jalan-jalan umum sudah mulai lancar,
pasar dan toko mulai berbenah dan dibuka kembali.
Penanganan Bencana Alam Aceh dan Sumut secara umum mengalami kemajuan
cukup berarti, operasi pemulihan terus dilaksanakan. Konsentrasi
penanganan evakuasi, penanganan pengungsi dan distribusi bantuan terus,
itu mengalami peningkatan koordinasi dan hasil yang dicapai. Pekerjaan
evakuasi selama sepekan terakhir mengalami kemajuan besar dengan
dipekerjakannya alat-alat berat dan truk TNI dan juga beberapa BUMN dan
departemen (PP, BUMN Karya, ESDM, dll).
Koordinasi kerja Penanganan Bencana Alam Aceh dan Sumut dimonitor
melalui mekanisme pertemuan total seluruh perwakilan sektor kedaruratan.
Koordinasi yang dilaksanakan setiap hari Pk. 20.00 hingga 23.00, itu
secara bertahap juga mengalami kemajuan monitoring khususnya dalam hal
koordinasi di lapangan yang menuntut pengambilan keputusan segera.
Data korban
Siaran pers Media Center Kesra Banda Aceh, yang diterima Tokoh Indonesia
dari Lembaga Informasi Nasional, menyebutkan, jumlah penduduk di 21
kabupaten dan kota di Aceh berjumlah 4.256.954 orang.
Hingga minggu kedua, jumlah korban yang berhasil didata
menunjukkan korban meninggal sebanyak 69.537 dan hilang 5.985 orang.
Aktivitas pendataan masih terus berlangsung yang dipusatkan dalam data
nasional. PBB dan sejumlah lembaga asing memperkirakan, jumlah korban
berkisar antara 90.000-130.000 orang meninggal dan hilang. Data pelaporan.
Evakuasi
Sementara jumlah total korban meninggal yang sudah berhasil dievakuasi,
di Banda Aceh dan sekitarnya, mencapai 54.341 jenazah. Keadaan korban
sudah sangat sulit dikenali dan pengambilan jenazah wajib memakai
peralatan pengaman. Sebuah Tim Gabungan evakuasi dan pembersihan Banda
Aceh, diantaranya terdiri anggota TNI, BUMN Karya, dan gabungan Relawan,
mulai Sabtu (8/1-2005) akan bekerja shift untuk mempercepat pembersihan
sisa-sisa bencana.
Tim Gabungan bekerja dalam lima (5) zona pembersihan.
Sebanyak 600 alat berat, 400 dump truck dan beckhu, siap dikerahkan
bekerja malam hari. Untuk itu PLN berusaha keras membereskan jaringan
penerangan agar proses evakuasi dapat dipercepat dengan 3 shift kerja.
Dalam tempo satu bulan bekerja, diperkirakan kondisi kebersihan Kota
Banda Aceh sudah dapat tertata baik. Kendala yang masih dihadapi Tim
Gabungan di sini adalah terbatasnya stok peralatan relawan dan penerangan
kerja malam hari.
Pengungsi
Hingga pekan kedua bencana jumlah pengungsi yang terdata sebanyak
363.679. Mereka tersebar di berbagai lokasi, dengan jumlah konsentrasi
dari ratusan hingga 3.000-4.000 pengungsi di setiap penampungan.
Pemerintah bersama beberapa badan dunia dan pemerintah negara sahabat,
sedang menyiapkan lahan relokasi di 24 lokasi di kabupaten/kota. Kendala
penanganan pengungsi yang dihadapi adalah masalah pencatatan data
pengungsi, serta sanitasi dan air bersih yang kurang memadai.
Sebanyak 24 titik lokasi pengungsi sementara direncanakan dibangun dalam
dua bulan ke depan. Pematangan tanah sudah dilakukan. Ke-24 lokasi itu
adalah Simpang Ulun (Kabupaten Aceh Timur), Peunteut (Aceh Utara),
Samalangan dan Peudada (Bireun), Pante Raja dan Blang Asan/Sigli (Pidie);
Pekan Blida Lam Lhom, Leupueng dan Lhong di Aceh Besar; Lambaro Angan,
Lambaro Blang Bintang dan Mns. Papeun Ulee Kareng di Kodya Banda Aceh.
Enam lokasi di Aceh Jaya (Lamno, Sampeo Niet/ Bukit Nipah, Setia Bhakti/Lageun,
Kampung Bagia Calang, Panga, Padang Kleng, Teunom. Di Kabupaten Aceh
Barat dipilih lokasi Suak Pandan (Kuala Bubon), Stadion MTQ Sama Tiga dan
Ds. Lapang di Meulaboh. Kendala yang dihadapi di sini adalah pemilihan
lahan, penggarapan yang memakan waktu, dan kondisi pengsungi yang menurun.
Distribusi
Distribusi pangan dan bantuan ke lokasi bencana dan pengungsian secara
perlahan muai dapat diperbaiki. Bahkan, di beberapa lokasi yang terisolir
bantuan pangan dikirimkan melalui udara. Distribusi dilakukan bekerjasama
dengan negara-negara sahabat, seperti Amerika Serikat yang mengerahkan
kapal induk USS Lincoln yang bersandar di Laut Selatan Meulaboh. Demikian
pula dengan negara Singapura, Malaysia, Australia.
Distribusi dan bantuan melalui jalan darat ke arah Meulaboh telah kembali
normal, setelah selesai dibangun kembali jembatan penghubung ke kota
Meulaboh oleh TNI pada Jumat (6/1). Meulaboh sudah dapat ditempuh melalui
jalan darat dari Medan. Kota-kota di Pantai Barat juga telah mulai
disuplai distribusi bantuan. Pengiriman bantuan menggunakan alat berat
TNI AL dan Departemen ESDM untuk menuju lokasi pendaratan di Pantai Barat.
Kelancaran menuju lokasi Pantai Barat ditunjang pula dengan adanya
penambahan perahu penghubung LST, perahu karet dan boat. Kendala
distribusi yang masih dihadapi adalah penyediaan data dan komunikasi.
Kesehatan
Sektor kesehatan ikut bergerak membantu menangani dampak bencana. Sektor
ini telah meningkatkan pelayanan obat-obatan, serta memfungsikan kembali
b RSU ZA di Banda Aceh. Di beberapa rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan
Posko Kesehatan, ditempatkan sekaligus ditambah jumlah tenaga kesehatan.
Koordinasi penempatan dan penambahan dilakukan langsung oleh Menteri
Kesehatan RI pada hari Jumat (7/1), dengan melakukan peninjauan stok MP-ASI
di RS-RS. Pemberian tambahan vitamin dan vaksinasi dilakukan di RS dan 4
lokasi pengungsian.
Untuk mengatasi kendala distribusi obat di wilayah-wilayah yang masih
terisolir, pengiriman bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan dilakukan
melalui udara dibantu heli TNI. Rumah sakit dan klinik TNI sejak awal
telah mengambil posisi darurat penanganan korban bencana. Kendala yang
masih dihadapi adalah jumlah tenaga perawat masih sangat dibutuhkan,
demikian pula ketersediaan data dan suplai.
Komunikasi
Sambungan komunikasi dan internet di wilayah Kota Banda Aceh sudah
berlangsung baik. Federasi TI (Teknologi Informasi) dan APJII (Asosiasi
Penyedia Jasa Internet Indonesia), telah menyumbangkan sejumalh peralatan
untuk aktivasi TI. Seperti, saat ini telah tersedia fasilitas WIFI (sambungan
internet tanpa kabel) yang dapat digunakan gratis di seputar pendopo NAD.
Perangkat Komunikasi di Meulaboh masih belum dapat berfungsi. IOM
berencana akan menghibahkan 25 laptop, saat ini tengah disiapkan untuk
dipergunakan di media center pendopo NAD. Demikian pula IBM, memberikan
sumbangan 250 komputer laptop dan desktop untuk memperkuat komunikasi di
Posko Utama Pendopo Banda Aceh. Kendala yang dihadapi adalah di beberapa
kota belum tersedia jaringan komunikasi baru.
Relawan
Jumlah relawan yang sudah tiba dan berada di Banda Aceh, saat ini
terdapat 300 orang relawan asing yang terdaftar dan 5.392 relawan
nasional dari 119 organisasi. Kendala utama utama perihal relawan ini
adalah koordinasi, data, dan komunikasi.
Mulai hari Senin (10/1) PT (Persero) Jaminan Sosisal Tenaga Kerja (Jamsostek)
Sudah dapat beroperasi untuk memberikan pelayanan. Klaim asuransi peserta
Jamsostek sudah bisa dilayani. *e-ti/LIN-ht |
|
|
|