BERITA TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Aljazair Anugerahkan

Medali kepada 13 Tokoh Indonesia


Jakarta 27/05/2005: Pemerintah Aljazair menganugerahkan medali kepada 13 tokoh Indonesia yang dianggap sebagai teman dalam Revolusi Aljazair 1 November 1954. Mereka yang mendali adalah mantan Presiden Soekarno, Ali Alatas, Hamid Algadri, Soemitro Djojohadikusumo, Mohamad Natsir, A Dahlan, Sutan Sjahrir, Soedjatmoko, Daan Yahya, Abdurrahman Baswedan, Rosihan Anwar, Soedarpo Sastrosatomo, dan Hamid Alhadad.

 

Penghargaan itu diberikan dalam rangka peringatan ke-50 Revolusi Aljazair, Jumat (27/5/2005) di Jakarta, dalam sebuah upacara yang sederhana. Medali untuk Bung Karno diserahkan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia Hamza Yahia-Cherif kepada mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Megawati tampak tsangat erharu atas penghargaan kepada ayahnya itu. Saat memberikan sambutan, Megawati menitikkan air mata. "Ayah saya menerima penghargaan ini bukan karena beliau presiden, melainkan karena beliau adalah pejuang bangsa yang mengabdikan hidupnya bukan hanya bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi bangsa lain di dunia termasuk Aljazair," ucap Megawati.

Hubungan Indonesia dengan Aljazair, negara yang berada di Afrika Utara, itu telah terjalin sejak kedua negara berjuang  merebut kemerdekaan dari penjajah. Sejumlah tokoh dan mahasiswa Indonesia tahun 1950-an aktif dalam pengorganisasian demonstrasi dan penyerahan petisi di Kedutaan Besar Perancis di Jakarta. Menuntut agar Perancis enyah dari Aljazair. *ti/tsl

  BERITA LAINNYA  
= Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM

= Harga BBM Naik

= Tidak Semua Eselon I Akan Diganti

= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen

= Ical, Sugiharto, dan Suryadharma Dapat Nilai Terendah

= M Samsul Arif, Kinerja Belum Sentuh Substansi

= Presiden Tak Pernah Janji Soal 100 Hari

= Dikritik, SBY Ngaku Lapang Hati

= Paul Sutaryono: 100 Hari Pemerintah dan Industri Perbankan

= FKB Kecewa, SBY-JK Tekesan Masih Kampanye

= Masalah 100 Hari, Presiden Terjebak Jargon Sendiri

= Seratus Hari Tanpa Perubahan Signifikan

= Gebrakan 100 Hari Tanpa Gebrakan

= Megawati: Janji SBY di Awang-awang

= Kinerja Kementerian BUMN Buruk