ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 

Pelopori Layanan 3G di Indonesia

Telkomsel Perkenalkan Teknologi EDGE


Telkomsel memelopori penerapan teknologi EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang menandai masuknya layanan selular generasi ketiga (3G) di Indonesia. Penerapan teknologi EDGE ini menempatkan Telkomsel sebagai salah satu dari hanya beberapa operator di dunia yang sudah siap masuk era EDGE.

Peluncuran teknologi EDGE itu dilakukan Menteri Perhubungan Agum Gumelar didampingi Direktur Utama Telkomsel, Bajoe Narbito, 18 Februari 2004 di Jakarta. Pada kesempatan itu, Agum Gumelar mengatakan penerapan teknologi EDGE ini menunjukkan kesungguhan Telkomsel untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Jumlah pelanggan Telkomsel saat ini sudah lebih dari 9,9 juta pelanggan atau mencapai 52% market share pasar selular Indonesia.

Operator dengan jaringan terluas di Indonesia yang menggunakan sistem dual band (900 dan 1800) ini telah melayani mencapai 85% populasi atau hampir lebih dari 500 kota besar di ribuan Kecamatan di seluruh Indonesia. Untuk jangkauan dunia, Telkomsel juga telah bekerjasama dengan 219 operator di seluruh dunia. Pemegang saham operator telepon selular terbaik di Indonesia ini adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk 65% dan Singapore Telecom (SingTel) 35%.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Telkomsel, Bajoe Narbito menegaskan, "Melalui peluncuran teknologi EDGE ini, Telkomsel menyatakan komitmen dan kesiapannya menuju teknologi enhanced 3G berbasiskan Broadband Mobile Multimedia di Indonesia, jika pemerintah mengamanatkan lisensi 3G kepada Telkomsel dalam waktu dekat".

Dengan diimplementasikannya layanan 3G berbasis teknologi EDGE ini, semakin menguatkan bahwa teknologi selular GSM yang digunakan oleh sekitar 95% negara di seluruh dunia ini, terus melaju dalam berevolusi-inovatif menuju teknologi enhanced 3G.

Bajoe Narbito, mengatakan, "EDGE merupakan fase lanjutan terkini dalam perkembangan jaringan selular. Sebagai pemimpin pasar, Telkomsel senantiasa berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan industri". Bajoe menambahkan bahwa konsep yang dijalankan Telkomsel dalam memandu industri ini adalah evolusi yang mantap namun soft sehingga tanpa disadari, industri yang terus bergerak ini sudah siap memasuki era 3G.

Bajoe juga mencontohkan bahwa penggelaran secara serempak DualBand (GSM 900 & 1800) dan dilanjutkan penggelaran GRPS secara serempak, telah berhasil menghantar industri memasuki fase 2,5G secara tidak terasa. “Semua happy, pelanggan yang cenderung suka dengan peningkatan layanan dan teknologi atau pelanggan yang modis, mendapatkan apa yang diharapkannya - pengembangan di bidang layanan dan aneka ragam ponsel dengan berbagai fitur yang semakin lengkap. Diharapkan teknologi EDGE dapat mendorong peluncuran berbagai aplikasi yang akan berguna bagi konsumen, baik konsumen individual maupun konsumen bisnis."

Di tingkat elemen pendukung juga seperti mendapat "oxigen”, perusahaan pemasok ponsel menikmati situasi kondusif di pasar sehingga ponsel-ponsel baru mendapat pasar. Perusahaan content, yang semula pasif menunggu adanya media yang tepat untuk menggarap produk dan pasarnya, kini mendapat segmen pasar dan platform yang tepat. Di tingkat pasar, pasar handphone second hand juga menjadi bergairah akibat mendapat aliran berbagai jenis ponsel model sebelumnya dari pelanggan yang membutuhkan perkembangan teknologi serta pelanggan yang modis.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bambang Riadhy Oemar mengatakan bahwa saat ini teknologi EDGE masih dalam fase uji coba di beberapa tempat di Jakarta. Lebih lanjut Bambang mengatakan "Sebenarnya hampir seluruh jaringan Telkomsel di inner-city Jakarta sudah siap untuk teknologi EDGE. Namun, sejalan dengan semakin tersedianya ponsel berkemampuan EDGE di pasaran dan minat masyarakat itu sendiri, roll-out EDGE secara lebih luas akan dilakukan secara bertahap”.

Bambang menambahkan bahwa targetnya pada akhir triwulan pertama tahun 2004 ini, EDGE sudah dapat digunakan oleh pelanggan Telkomsel di beberapa lokasi potensial di daerah Jakarta, terutama di bagian pusat kota. Setelah itu akan diperkenalkan di beberapa kota lain, sesuai kebutuhan pasar dan studi kelayakan bisnis.

Menurut Bambang, Telkomsel tidak akan berhenti di sini. Saat ini Telkomsel tengah mempersiapkan diri untuk tahap berikutnya lagi yakni penggunaan teknologi yang berbasis Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) yang sering disebut 3G. "Kami sudah mulai mempersiapkan berbagai aspek supaya kami siap untuk segera meningkatkan lagi kecepatan transmisi data di masa yang akan datang, seiring dengan semakin tinggi ketergantungan masyarakat terhadap teknologi selular dalam berbagai aktivitasnya," ungkapnya.

Dengan mempelopori implementasi teknologi EDGE di Indonesia, menjadikan Telkomsel sebagai salah satu dari hanya beberapa operator di dunia yang sudah siap masuk era EDGE (di seluruh dunia baru ada 11 jaringan EDGE yang saat ini beroperasi secara komersil). Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi perkembangan telekomunikasi selular Indonesia yang industrinya terus melangkah setara dengan negara-negara maju di dunia.

EDGE dan 3G
EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) merupakan salah satu standar untuk wireless data yang diimplementasikan pada jaringan selular GSM dan merupakan tahapan lanjutan dalam evolusi menuju mobile multi media communication. EDGE memungkinkan jaringan Telkomsel mempunyai kecepatan transmisi data sekitar 126 kbps (kilobit per second) dan menjadi teknologi dengan transmisi data paling cepat yang saat ini beroperasi di Indonesia. Menurut GSM World Association, EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 473,8 kilobit/detik. Selain peningkatan kecepatan pengiriman data, EDGE juga meningkatkan kapasitas transmisi data di jaringan Telkomsel.

Dengan EDGE, operator selular dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan lebih tinggi dibanding GPRS (General Packet Radio Service), di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps) dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1X yang hanya sekitar 70-80 kbps.

Layanan berbasis teknologi EDGE berkemampuan memberikan berbagai aplikasi layanan generasi ketiga, yakni: hiqh quality audio streaming, video steraming, on line gaming. high speed download, hiqh speed network connection, push to talk dan lain-Iain. Sejak pertengahan tahun 2000, platform teknologi Internasional GERAN (GSM EDGE Radio Access Network) telah mengadopsi seluruh spesifikasi 3GPP (third Generation Project Partnersip), hal ini menjadikan teknologi EDGE masuk dalam kelompok teknologi yang memenuhi kualifikasi generasi ketiga UMTS 3G.

Win-win
Pengenalan teknologi EDGE ini dilakukan melalui kegiatan seminar, demonstrasi dan pameran teknologi EDGE. Dalam pameran EDGE yang diadakan Telkomsel, berbagai mitra ikut memperkenalkan kemampuannya dalam penggunaan teknologi EDGE ini. Misalnya Nokia memperkenalkan 3 ponsel terbarunya yang semua berkemampuan EDGE. Di samping itu juga diramaikan oleh kehadiran Ericsson, Siemens dan Motorola. Dari sisi content provider, SCTV memamerkan video streaming dengan kecepatan tinggi yang dapat digunakan untuk nonton berita dari Liputan 6 melalui layar ponsel secara real-time. SCTV juga siap menggunakan EDGE untuk pengiriman liputan langsung dari kamera di lapangan kepada studio untuk mempercapat akses masyarakat ke berita terkini.

Menurut Bambang, “Acara Perkenalan EDGE ini terutama diadakan Telkomsel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengamat industri selular di Indonesia, supaya kita tidak akan ketinggalan dengan negara-negara lain. Kunci sukses dari semua teknologi selalu ada di edukasi sehingga masyarakat dapat merasakan langsung benefit-benefit yang ada dari teknologi tersebut."

Operator Inovatif
Dengan mengimplementasikan teknologi EDGE yang menandai masuknya industri telekomunikasi selular Indonesia dalam era 3G, semakin memantapkan posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus inovator dalam industri selular di Indonesia.

Sebelumnya, Telkomsel sukses memandu industri selular di Indonesia dengan berbagai inovasi: mulai dari mendobrak pasar melalui pengelaran pola distribusi terbuka (1996), mengintrodusir kartu prabayar isi ulang pertama di Indonesia dan Asia (1997), Mobile Banking (1999), solusi penyediaan kapasitas di daerah hi-traffic dengan teknologi Dual Band (2001), memandu memasuki era multimedia melalui penggelaran jaringan GPRS dan layanan MMS secara serempak di banyak kota (2002), dan memperkenalkan teknologi WiFi “Surfzone” di Indonesia tahun 2003.

Di tahun 2004, pengimplementasian teknologi EDGE ini merupakan suatu milestone dalam melangkah memberikan layanan 3G. Telkomsel telah meningkatkan kemanfaatan dari jaringan GSM dualband-nya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal komunikasi data yang berkecepatan tinggi. Hal ini tentunya menggambarkan adanya kemajuan dalam industri selular Indonesia secara keseluruhan. Peluncuran layanan berbasis teknologi EDGE ini dilakukan pada saat yang tepat, di mana tren pelanggan yang menggunakan layanan data terus meningkat (hingga kini sekitar 1 juta pelanggan Telkomsel telah mengakses layanan data berbasis GPRS). *e-ti
 

     
Wawancara

:: AT Mahmud

:: Azwir Dainy Tara

:: Rokhmin Dahuri

:: Yusril Izha Mahendra

:: Theo L Sambuaga

:: Hidayat Nur Wahid

:: Slamet E. Jusuf

:: Bachtiar Chamsyah

:: Jusuf Kalla

:: Abdul Khaliq Ahmad

:: Alinafiah, MBA

:: Tambunan RO

:: Soenarno

:: Adang Ruchiatna

:: Alwi Shihab

:: Hatta Rajasa

:: Matori Abdul Djalil

:: Bagir Manan

:: Ali Sadikin

:: Satrio Billy Joedono

:: Butet Kertaradjasa

:: Aberson Sihaloho

 

 

 

 
Copyright © 2002-2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero