|
Susianti Tinulele
Pendeta Tewas Ditembak
Palu 18/07/04: Jemaat Gereja Efata di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu
(18/7), diberondong dengan senjata otomatis oleh seseorang tak dikenal.
Akibatnya, Pendeta Susianti Tinulele tewas dan empat anggota jemaat
lainnya luka serius. Aksi penembakan terjadi sekitar pukul 19.00 di saat
jemaat sedang menjalankan ibadah kebaktian yang dipimpin Pendeta
Susianti Tinulele.
Pelaku penembakan yang memasuki gereja,setelah sebelumnya menodong
petugas satuan pengamanan, langsung melepaskan tembakan ke arah jemaat
dan Pendeta Susianti Tinulele. Lebih dari seratus anggota jemaat Gereja
Efata berhamburan ke luar gereja guna menyelamatkan diri.
Susianti Tinulele dilaporkan tewas di tempat, sedangkan empat anggota
jemaat lainnya menderita luka serius. Seluruh korban telah dievakuasi ke
rumah sakit terdekat, sementara pihak kepolisian hingga berita ini
diturunkan masih melakukan penyisiran guna mencari pelaku penembakan.
Empat korban luka-luka adalah Farid Melindo, 15, Christianto, 18,
Listiani, 15, dan Desri, 17. Mereka menderita luka di bagian lutut,
pinggul, dan paha. Mereka kini dirawat di RS Budi Agung Palu.
Menurut Tio, salah satu saksi mata, para penembak masuk gereja dan
langsung memberondong jemaat yang hampir selesai melakukan kebaktian.
Setelah menembak, mereka langsung melarikan diri mengendarai sepeda
motor. Aparat Polresta Palu dan Polda Sulteng tadi malam menutup semua
pintu keluar Kota Palu. Polisi bersenjata lengkap juga melakukan razia
KTP kepada setiap pengendara maupun pejalan kaki.
Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan sepuluh selongsong peluru.
Jenazah pendeta Susianti sudah dibawa ke Dinas Kedokteran dan Kesehatan
Polda Sulteng untuk kepentingan autopsi atau visum.
Kapolda Sulteng Brigjen Taufik Ridha tadi malam langsung memimpin rapat
yang dihadiri Kapolresta Palu serta seluruh Kapolsek Kota Palu, membahas
kasus tersebut. Kota Palu tadi malam dalam keadaan lengang.
Kapolda Taufik Ridha didampingi Kadithumas Polda Sulteng AKBP Victor
Batara mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku dengan
ciri-ciri tinggi sekitar 165-170 cm, badan kurus, rambut gondrong,
memakai topi, mengenakan celana jins. Saat ini aparat melakukan
pengejaran ke sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian
tersangka.
Polisi menduga kelompok itu menggunakan dua senjata organik. Namun, yang
masuk ke dalam gereja menggunakan senjata laras panjang dengan peluru
kaliber 5,56 mm.
''Ini merupakan aksi teror yang dilakukan orang-orang yang ingin
mengacaukan Kota Palu. Saya mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi
insiden ini secara berlebihan,'' kata Kapolda Taufik. *e-ti/antara/kompas/media
indonesia.
|