A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 


 
Relawan dan Bantuan

Difasilitasi Penerbangan Gratis


Jakarta 31/12/04: Dalam upaya memperlancar pengiriman relawan dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumut, pemerintah melalui Kementerian Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) memfasilitasi pengangkutan secara cuma-cuma. Bagi Posko-Posko yang berada di Jakarta dan menampung bantuan kemanusiaan dari masyarakat dalam bentuk barang, pemerintah bekerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan dapat membantu pengangkutan bantuan tersebut ke Aceh.

Siaran pers Media Center LIN yang ditandatangani Deputi Bidang Pengelolaan Informasi Roemli Lintang Suharto dan diterima Tokoh Indonesia 31/12/04 menyebut armada penerbangan yang dapat membantu dengan cuma-cuma (gratis) kebutuhan pendukung bantuan ke Aceh adalah Lion Air, Batavia Air, Mandala Air, MG3 dan Adam Air. Lion Air berkapasitas tempat duduk 100 orang, barang 10 ton, terbang Jakarta-Banda Aceh tiap hari sekali (mulai hari ini s/d 5 Jan 2004).

Batavia Air, kapasitas tempat duduk 90 orang dan daya tampung barang 9 ton, terbang Jakarta-Banda Aceh sehari 2 kali (mulai hari ini s/d 5 jan, pukul 15.00 dan 21.00 BBWI). MG3, khusus muatan barang (dengan kapasitas 19 ton) tiap hari pada pukul 06.00 BBWI. Sedangkan Adam Air, Senin, Selasa, Rabu setelah Pk.19.00. Semua penerbangan berangkat dari POSKO Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sementara relawan yang saat ini dibutuhkan untuk membantu penanganan pasca bencana sebanyak 2500 orang. Bidang yang diperlukan antara lain: 1) Tenaga medis dan paramedis (agar dikonfirmasikan dengan Depkes); 2) Sukarelawan PMI atau lembaga bantuan kemanusiaan lain (sertifikat PMI); 3) Pramuka Saka Bhakti Husada; 4) Warga masyarakat Aceh di Jakarta yang mengetahui medan bencana; 5) Kelompok masyarakat profesional yang relevan dan memiliki pengalaman dalam koordinasi penanganan bencana.

Dengan mempertimbangkan eskalasi korban dan penanganan pasca bencana di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Pemerintah mengajak semua pihak untuk turut serta membantu meringankan beban warga Nangroe Aceh Darussalam yang saat ini membutuhkan penanganan yang lekas dan terpadu.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kelompok masyarakat, khususnya media massa nasional yang tetap bersikap proaktif dan sangat membantu penyiaran berbagai berita mengenai kondisi dan situasi di NAD saat ini dan terus melakukan sinergi guna membantu mengatasi situasi krisis di Aceh,” seru Roemli Lintang Suharto dalam siaran pers yang bersumber dari Kementerian Koordinator Bidang Kesra tersebut.

Diharapkan, apabila ada pihak yang memberikan bantuan susu formula untuk bayi 0 –12 bulan harus disediakan untuk jangka waktu 6 bulan, dan tiap kaleng dilengkapi dengan air steril seperti Aqua dan sebagainya. Dengan ketentuan diberikan hanya kepada bayi yang sudah tidak menyusu atau ibunya telah meninggal.

Bantuan Asing
Pemerintah melalui Kementerian Bidang Kesra menyambut baik segala bentuk bantuan kemanusiaan yang disampaikan oleh perorangan, lembaga, dan negara-negara sahabat. Bantuan yang telah diterima melalui Kementrian Kesra antara lain dari perorangan dan lembaga yang langsung disampaikan melalui Sekretariat Kesra dan langsung dilakukan koordinasi pengiriman melalui POSKO Bantuan Bencana Tsunami di Tanjung Priok (Pelabuhan Nusantara 1 Gudang 108), dan di Bandara Halim Perdana Kusuma (Base-Ops. Lanud Halim Perdana Kusuma).

Pemerintah Negara Sahabat dan Lembaga Internasional yang telah mengirimkan bantuan antara lain: Korea Selatan, Departemen Pertahanan Australia, Malaysia, Spanyol, Jepang, JICA, UNOCA, IOM, UNICEF dan masih banyak lagi yang saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Kesra untuk secara bersama mengatasi krisis paska bencana di Aceh dan Sumut.

Mengingat banyaknya bantuan yang dikirim melalui koordinasi Kesra, melalui siaran pers ini Kementerian Kesra juga menyampaikan permohonan bantuan agar para penyumbang (donor) dari Luar Negeri khusunya agar dapat memberitahukan bentuk dan jumlah bantuan yang akan diberikan. Untuk memudahkan koordinasi pengiriman dan peruntukan yang tepat bagi korban bencana.

Pemerintah telah memberikan kemudahan bagi pihak donor dari luar negeri, khususnya menyangkut pengiriman barang bantuan kemanusiaan di Indonesia akan diberikan pembebasan bea kepabeanan.  *e-ti

     
Bakornas PBP

Posko Penanganan Bencana Aceh

Jakarta 31/12/04: Rapat Terbatas Tingkat Menteri Bidang Kesra yang dipimpin oleh Wakil Presiden Rl/Ketua BAKORNAS PBP pada hari Rabu, tanggal 29 Desember 2004 memutuskan beberapa hal dalam rangka langkah-langkah koordinasi penanganan dan penyelesaian masalah bencana Aceh.