|
Hasil Sementara Poling Tokoh Indonesia
Hidayat Nur Wahid Tokoh Indonesia Terbaik
Hasil sementara Poling Tokoh Indonesia 2003 menempatkan Ketua Umum
Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid pada posisi Tokoh Indonesia
Terbaik dengan meraih nilai akumulatif tertinggi dari enam kategori
polling ini. Ia menempati posisi teratas dalam tiga kategori sebagai
Tokoh Negarawan, Tokoh Bersih KKN dan Tokoh Idola.
Bahkan uztad ini juga menempati posisi kedua setelah Amien Rais untuk
kategori Calon Presiden, peringkat ketiga setelah Amien Rais dan AA Gym
untuk kategori Tokoh Terpopuler dan peringkat kelima setelah Susilo
Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Nurcholish Majid dan Amien Rais untuk
kategori Calon Wakil Presiden.
Poling Tokoh Indonesia 2003 ini mengajukan enam kategori pertanyaan
terbuka yakni siapa calon presiden, calon wapres, tokoh negarawan, tokoh
terpopuler, tokoh bersih KKN dan tokoh idola dan dilengkapi provinsi
asal responden (netters). Pertanyaan terbuka sengaja diajukan agar
responden dapat menjawab sesuai dengan aspirasinya dan tidak merasa
dibatasi oleh pilihan-pilihan yang sering kali belum tentu merupakan
pilihan responden.
Polling yang digelar dan dicatat sejak 8 Oktober 2002 hingga 31 Agustus
2003 ini diikuti (diisi secara online) 5.882 responden (netters) dari
berbagai provinsi dan luar negeri. Polling ini masih terus dilanjutkan
dengan sistem dan kategori yang sama sampai Desember 2003. Kemudian
hasil polling tahun ini akan diumumkan pada Januari 2004.
Selanjutnya pada Polling Tokoh Indonesia 2004, kategori Calon Presiden
dan Calon Wakil Presiden akan dipisahkan tersendiri dari kategori
polling ini dengan memunculkan 10 peringkat tertinggi sebagai pilihan
polling berikutnya. Sementara polling kategori Tokoh Negarawan, Tokoh
Bersih KKN, Tokoh Terpopuler dan Tokoh Idola akan dilanjutkan sepanjang
tahun 2004 dan seterusnya.
Berikut rincian hasil sementara Polling Tokoh Indonesia 2003 untuk
setiap kategori (Calon Presiden, Calon Wakil Presiden, Tokoh Negarawan,
Tokoh Bersih KKN, Tokoh Terpopuler dan Tokoh Idola).
Calon Presiden
Hasil sementara dari 51 nama yang disebutkan responden paling layak jadi
calon presiden, posisi teratas diraih oleh Amien Rais (27,8%), disusul
Hidayat Nur Wahid (23,6%), Nurcholish Majid (10,1%), Susilo Bambang
Yudhoyono (9,8%), Sri Sultan Hamengkubuwono X (4,1%), Gus Dur (3,9%) dan
Megawati Sukarnoputri (3,1%).
Selebihnya, 17.6% pengunjung (responden) menyebut nama-nama tokoh
lainnya seperti Yusril Ihza Mahendra (1,27%), Surya Paloh (0,7%), Jusuf
Kalla (0,54%), Akbar Tanjung (0,54%), Wiranto (0,36%), Siswono
Yudohusodo (0,18%) dan sisanya menyebut nama-nama lain seperti Kwik Kian
Gie, Alwi Shihab, Tri Sutrisno dan sebagainya.
Calon Wapres
Dari 83 nama yang disebutkan paling layak jadi calon wakil presiden,
nama Susilo Bambang Yudhoyono berada pada peringkat teratas 15,6%,
diikuti oleh Jusuf Kalla (8,3%), Nurcholish Majid (7,7%), Amien Rais
(7,2%), Hidayat Nur Wahid (6,2%), Sri Sultan Hamengkubuwono X (5,7%),
Yusril Ihza Mahendra (5%), Wiranto (1,7%), Megawati (1,5%). Sedangkan
tokoh lainnya seperti Akbar Tanjung, Gus Dur, Matori Abdul Djalil,
Siswono Yudohusodo, dan Surya Paloh memperoleh suara di bawah 1 %
termasuk nama-nama lain yang terlalu panjang bila disebutkan.
Tokoh Negarawan
Untuk kategori Tokoh Negarawan, dari 54 nama yang disebutkan, posisi
teratas diambil oleh Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur
Wahid (19,5%), diikuti Amien Rais (18,4%), Nurcholish Majid (15,6%), Gus
Dur (9,4%), Susilo Bambang Yudhoyono (8,4%), AA Gym (4,7%), Sri Sultan
Hamengkubuwono X (2,6%), Megawati SoekarnoPutri (2,2%), Yuzril Ihza
Mahendra (1,6%), Jusuf Kalla (1,4%), Akbar Tanjung (1,2%), Kwik Kian Gie
(1,2%). Selain itu disebutkan juga nama Ali Alatas, Marwah Daud Ibrahim,
Wiranto, Matori Abdul Djalil, Syahrir, dan sebagainya.
Tokoh bersih KKN
Kategori Tokoh bersih KKN, dari 57 nama yang disebutkan, posisi teratas
tempati Hidayat Nur Wahid (26,78%), diikuti Amien Rais (22,65%),
Nurcholish Majid (7,8%), Susilo Bambang Yudhoyono (5,4%), AA Gym (5%),
Kwik Kian Gie (4,5%), Gus Dur (4,3%), Ma’rie Muhammad (3%), Sri Sultan
Hamengkubuwono X (2,3%), Jusuf Kalla (1,7%), Yuzril Ihza Mahendra
(1,5%), dan Megawati SoekarnoPutri (1,3%).
Tokoh Terpopuler
Untuk kategori Tokoh Terpopuler, dari 59 nama yang disebutkan, untuk
sementara posisi teratas diraih Amien Rais (19,1%), diikuti AA Gym
(15,4%), Hidayat Nur Wahid (13,9%), Inul Daratista (7,6%), Nurcholish
Majid (7,4%), Gus Dur (6%), Megawati Soekarnoputri (5,2%), Susilo
Bambang Yudhoyono (4,8%), Akbar Tanjung (4,6%). Nama-nama lain yang
disebutkan di antaranya adalah Kwik Kian Gie, Zainuddin MZ, Jusuf Kalla,
Hasyim Muzadi, BJ Habibie dan Matori Abdul Djalil
Tokoh Idola
Kategori Tokoh Idola, dari 76 nama yang disebutkan, sementara posisi
teratas diraih oleh Hidayat Nur Wahid (19,87%), disusul Amien Rais
(15,39%), Gus Dur (7,6%), AA Gym (6,6%), Susilo Bambang Yudhoyono
(6,6%), Nurcholish Majid (5,9%), Yuzril Ihza Mahendra (3,6%), BJ Habibie
(2,9%), Bung Hatta (2,3%), Bung Karno (2,3%), Kwik Kian Gie (1,27%,
Megawati SoekarnoPutri (1,27%) dan Soeharto (1,27%). Selebihnya
disebutkan nama Buya Hamka, Zainuddin MZ, Sri Sultan Hamengkubuwono X,
Ryamizard Ryacudu, Jusuf Kalla, Marwah Daud dan sebagainya.
Asal Responden
Responden berasal dari 28 provinsi dan luar negeri. Mayoritas responden
berasal dari propinsi DKI Jakarta (43,2%), diikuti Jawa Barat (12,4%),
Luar Negeri (7,48%), Jawa Timur (7,48%), Jawa Tengah (6,1%), Sulawesi
Selatan (3,4%), Yogyakarta (3,2%), Sumatera Utara (2,3%), Banten (2,3%),
Riau (2,2%) dan Kalimantan Timur (2%). Disusul Sumatera Barat dan
provinsi lainnya di bawah 2%. e-ti
|
|
Wawancara
Hidayat Nur Wahid (2)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus merupakan solusi
bagi permasalahan bangsa. Itu komitmen, harapan dan cita-cita PKS.
Sebagaimana ditegaskan Hidayat Nurwahid dalam wawancara
dengan Wartawan TokohIndonesia DotCom. Secara organisasi, PKS adalah
reinkarnasi dari Partai Keadilan (PK) untuk dapat ikut dalam Pemilu 2004,
karena PK tidak lolos electoral threshold Pemilu 1999.
Prof. Dr. M. Amien Rais
Kiprah Prof. Dr. M. Amien Rais dalam pentas politik nasional cukup
fenomenal. Kendati Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpinnya, hanya
mendapat tujuh persen suara pada pemilu 1999, ia mampu mewarnai peta
politik nasional dan nyaris pula jadi presiden pada SU-MPR 1999. Dan, kini
ia menjadi salah satu kandidat calon presiden 2004. Di tengah derasnya tuntutan
desentralisasi, ia pula sempat menggagas agar Indonesia menjadi negara
federasi.
|
|