ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 010703
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Nurcholish Mudjid

Resmi Ikuti Konvensi Golkar


Jakarta 30/6/03: Setelah Jusuf Kalla, kini Nurcholish Madjid secara resmi telah memutuskan untuk ikut Konvensi Calon Presiden Partai Golongan Karya. Alasannya, perekrutan terbuka melalui konvensi merupakan gagasan yang selaras dengan prinsip demokrasi dalam proses reformasi politik yang sedang berlangsung.

Nurcholish dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (30/6) menjelaskan, mekanisme perekrutan terbuka melalui konvensi merupakan proses dari bawah ke atas, yang berdasar pada pertimbangan kemampuan (meritokratik) dan prestasi. Proses tersebut bukanlah proses dari atas dalam bentuk pemberkatan dari pimpinan atau tokoh pusat partai semata. Oleh sebab itu, gagasan konvensi tersebut patut disambut dan didukung.

Nurcholis yang akrab dipanggil Cak Nur menyatakan, dirinya memutuskan memilih Partai Golkar sebagai kendaraan politik karena partai tersebut menerima platform yang telah ia tawarkan. ''Keputusan ini merupakan konsekuensi penerimaan platform yang telah saya sampaikan kepada para tokoh Tri Karya atau Hasta Karya pendukung Partai Golkar beberapa waktu lalu,'' katanya.

Menjawab pertanyaan soal kesiapannya bergabung dengan Partai Golkar jika hal itu disyaratkan ketika terpilih, Nurcholish menjawab, hal itu cukup logis. Dia lalu mencontohkan mantan Presiden Amerika Serikat Dwight D Eisenhower, ketika pulang dari Eropa setelah menang dalam Perang Dunia II, langsung menjadi rebutan Partai Republik dan Partai Demokrat. Namun, hal itu bukan berarti melemahkan posisi tawarnya sebagai sosok yang berprinsip. "Ini malah kebetulan sekali syarat jadi anggota enggak ada. Tetapi, kalau kampanye, saya ikut," kata Nurcholish.

Turut hadir mendampingi Nurcholis antara lain Fahmi Idris (Partai Golkar), pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said, mantan Menteri Agama Tarmizi Taher, mantan Direktur Utama PT Timah Erry Riyana Hardjapamekas, Marsudi W Kisworo (Paramadina), dan Ibnu Soenanto (Paramadina).

Sampai saat ini bursa capres dari Partai Golkar antara lain Jusuf Kalla, Surya Paloh, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, dan Aburizal Bakrie. *e-ti

Rizal dan Djody

Tinggalkan Panja Sukhoi


Jakarta 30/6/03: Rizal Ramli dan Setiawan Djody walk out dari rapat Panja Sukhoi Komisi I DPR setelah lobi antarfraksi Panja Sukhoi memutuskan pertemuan dengan kedua orang tersebut dilaksanakan dalam forum tertutup. Sebelumnya mereka berharap pertemuan pertama itu bersifat terbuka. “Kalau Panja memutuskan pertemuan ini bersifat tertutup, izinkan kami berdua untuk meninggalkan forum ini," tegas Rizal dalam rapat yang dipimpin Ketua Panja Sukhoi Ibrahim Ambong 30/6/03.

Dua fraksi (F-PDI Perjuangan dan F-TNI/Polri) menghendaki Panja bersifat tertutup. Manggara Tunggal Lumbak Tobing, F-PDI Perjuangan mengatakan Komisi I harus tetap berpedoman pada tata tertib DPR dalam melaksanakan tugas. Karena tata tertib DPR Pasal 91 ayat 2 mengatur bahwa panja bersifat tertutup.

Kepada pers yang menggiring Rizal dan Djody ke press room di Nusantara III, Djody mereka hanya mau datang kalau pertemuan dengan Panja dilakukan terbuka. “Selama Panja masih mempertahankan sistem demokrasi prosedural dengan mengabaikan transparansi yang menjadi hak publik maka kami tidak akan datang," tegas Djody.

 

Setiawan Djody semula terlibat dalam proses pembelian Sukhoi, namun belakangan Bulog yang dilibatkan tanpa menyertakan Djody. *e-ti

  

Dibuka Presiden

MTQ Diikuti 22 Provinsi

Palangkaraya 1/7/03: Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke-20 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 2-9 Juli 2003 diikuti oleh 22 provinsi dengan 2.431 peserta. Presiden Megawati Soekarnoputri akan membuka MTQ ini di Lapangan Olahraga Sanaman Mantikei, Palangkaraya.

Kahumas Polda Kalteng AKB Husni Rifai mengatakan untuk mengamankan pelaksanaan MTQ ini, aparat keamanan menurunkan 711 personel dari Polda Kalteng, Polresta Palangkaraya, Brimobda Kalteng, Pom TNI, TNI-AD, dan dibantu oleh Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kalteng.
Sementara untuk mengantisipasi masalah kesehatanan, pihak Panitia MTQ telah menempatkan sejumlah tim kesehatan di sejumlah pos kesehatan. Setiap pos kesehatan akan dilayani oleh tim yang jumlahnya disesuaikan dengan kegiatan yang diadakan. Satu tim rata-rata terdiri atas seorang dokter, lima perawat, dan dilengkapi satu unit ambulans. *e-ti


 


Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero