|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 300603 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Hari Keluarga Nasional Ke-10 Presiden: Mulai dari KeluargaLumajang 29/6/03: Presiden Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-10 di Lumajang, Jawa Timur, Minggu 29/6/03 mengatakan kita tidak mungkin bisa melaksanakan kewajiban sosial yang lebih besar, memenuhi kewajiban kewarganegaraan kita dengan maksimal, tanpa bekal kemampuan pribadi yang berangkat dari keluarga. Presiden kemukakan, cita-cita kebangsaan dan kenegaraan berkaitan erat dengan kondisi dan kualitas keluarga. Oleh karena itu, ia menyerukan agar bangsa Indonesia banyak memperhatikan kehidupan keluarga masing-masing. "Kegagalan kita melaksanakan kewajiban sosial pada dasarnya bermula dari kondisi kehidupan keluarga tadi. Mungkin jarang kita temukan ada keberhasilan yang berangkat dari kegagalan dalam keluarga," kata Megawati yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla dan para menteri kabinet lainnya, serta sejumlah pejabat tinggi sipil dan militer. Mungkin, lanjutnya, tidak banyak contoh keberhasilan dalam kehidupan sosial dapat berjalan beriringan dengan kegagalan dalam membina kehidupan keluarga. Pada saat yang sama, kondisi masa depan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan kita pada akhirnya juga tergantung pada kesinambungan upaya kita membina kualitas kehidupan keluarga itu. Dari segi esensi inilah terletak makna pemahaman bahwa masa depan kehidupan bangsa akan tercermin dari kondisi kehidupan keluarga di masa kini. Megawati juga mengemukakan keprihatinannya terhadap kehidupan keluarga yang menghadapi masalah narkotika dan HIV/AIDS. Dari waktu ke waktu selama beberapa tahun terakhir, laporan Badan Narkotika Nasional menunjukkan kian meningkatnya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif lainnya. Sangat mengejutkan dalam angka tersebut, paling menonjol adalah besarnya kontribusi remaja yang berusia 17 hingga 30 tahun. Menurut laporan badan tadi, dari 15.010 kasus selama tahun 2000, 2001, dan 2002, 46 persen dilakukan remaja dalam kelompok usia tersebut. Ketua Umum Pusat Hari Keluarga Nasional Ny Andi J Sutarto dalam laporannya mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan dana Rp 10,3 miliar untuk membantu anak-anak prasejahtera, terutama dalam bentuk bantuan beasiswa. Ia mengatakan, sebagian dana itu disalurkan ke sekolah lanjutan tingkat pertama dan anak-anak pengungsi di 13 provinsi. Pada acara juga dilakukan pemberian penghargaan dari pemerintah itu kepada puluhan bupati, gubernur, serta para istri bupati dan gubernur yang dinilai berjasa di bidang pengembangan keluarga berencana dan lain-lainnya. *e-ti |
Akbar Tandjung Tunggu Kasasi MAMakassar 28/6/03: Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung belum bisa
memastikan apakah ia dapat ikut dalam proses Konvensi Calon Presiden
Partai Golkar karena masih menunggu kasasi MA. Tandjung mengemukakan hal
itu kepada wartawan setelah meresmikan Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai
Golkar Kota Makassar, Sabtu (28/6).
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |