|
|
 |
Andreas Leo Ateng Suripto (In Memoriam)
Sang Legenda Dunia Lawak
Andreas Leo Ateng Suripto, dipanggil Ateng, pelawak yang sangat
berdedikasi, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra keluarga,
Jakarta, pukul 16.15 WIB, Selasa 6/5/03, akibat sakit tengorokan. Ia
meninggalkan seorang isteri, Theresia Maria Reni Indrawati, serta dua anak,
Alexander Agung Suripto (26) dan Antonius Aryo Gede Suripto (21). Jenazah
disemayamkan di rumah duka Atma Jaya, Pluit. Jenazah akan dikremasi di
Cilincing, Jakarta Utara, Jumat 9/5/03.
Sebelumnya tidak ada tanda-tanda ia menderita sakit. Kronologisnya, Sabtu
(3/5), bapak mengeluh pusing, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Ketika
dibawa ke dokter, ditemukan benjolan di tenggorokan. Saat itu dokter
menganjurkan untuk pulang saja. Kemudian, Senin (5/5), diperiksakan
kembali ke RS Mitra Keluarga Jatinegara. Ternyata harus dirawat. bahkan
menurut dokter, benjolan di tenggorokan tidak bisa diangkat karena sudah
parah. Hanya satu hari dirawat di rumah sakit itu, pelawak legendaris itu
akhirnya wafat.
Ia sosok sebuah legenda bagi dunia lawak. Hampir seluruh hidupnya
dibaktikan di dunia lawak. Pria kelahiran Bogor, 8 Agustus 1942 ini, pada
1960-an bergabung dalam kelompok lawak Kwartet Jaya bersama Bing Slamet,
Iskak, dan Eddy Sud (kecuali Eddy Sud, semuanya telah wafat).
Karier Ateng di dunia film dimulai lewat film Kuntilanak pada 1962,
disusul dengan film komedi (1974-1978) Ateng Minta Kawin, Ateng mata
Keranjang, Ateng Sok Tahu, Ateng Bikin Pusing, Ateng Sok Aksi, Ateng
Pendekar Aneh, dan Ateng The Godfather. Setelah itu, nama Ateng di dunia
lawak maupun di dunia film semakin berkibar. Bahkan nama Ateng sangat
akrab di tengah masyarakat. Nama Ateng untuk sebutan pendek menjadi
memasyarakat.
Pada 1980-an, popularitas Ateng semakin meningkat berkat perannya sebagai
Bagong, di acara Aneka Ria di TVRI. Sebelumnya, pada tahun 1963, Ateng
bergabung bersama S. Bagyo dan Iskak membentuk grup. Kemudian tahun 1967
membentuk Kwartet Kita bersama Bing Slamet, Eddy Sud, dan Iskak. Setelah
lama tidak lagi melawak, belakangan ia muncul kembali dalam serial komedi
di SCTV berjudul Gregetan. *e-ti
Imam Utomo
Belum Nyatakan Bersedia Dicalonkan FKBSurabaya 6/5/03: Gubernur Jatim Imam Utomo belum menyatakan kesediaan
untuk dicalonkan kembali oleh Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) DPRD Jawa
Timur. Bahkan telah beredar informasi Gubernur Jatim itu menolak
digandengkan dengan Sekjen DPP PKB Saifullah Yusuf.
''Imam Utomo memang belum memberikan peryataan penolakan, tetapi bukan
ciri dia kalau harus menolak. Dengan tidak memberi jawaban sampai detik
ini, sudah cukup bagi kami untuk menyatakan selamat tinggal,'' kata Ketua
F-KB DPRD Jatim Fathorrasjid kepada wartawan di Surabaya, 6/5/03.
Fathorrasjid tidak memberikan alasan kenapa Imam Utomo menolak, tetapi
kemungkinan karena tidak mau diduetkan dengan Saifullah Yusuf. Imam Utomo
kemungkinan sudah menyampaikan alasan ke kiai sepuh.
Dengan demikian, katanya, Imam Utomo akan dicalonkan F-PDIP atau dari
fraksi lain. ''Yang pasti, dia tidak dicalonkan lagi dari F-KB,'' katanya.
F-KB kini mulai mengintensifkan pendekatan kepada nama-nama bakal calon
gubernur dan bakal calon wakil gubernur lainnya. F-KB sudah
menginventarisasi lima nama, di antaranya Saifullah Yusuf, Abdul Kahfi,
Sholahudin Wahid, Khoirul Anam, dan Bisjrie Abdul Djalil. *e-ti
|
|
Komaruddin Hidayat
Ketua Panwaslu Pusat
Jakarta 6/5/03: Komaruddin Hidayat dan
Saut Sirait terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Panitia Pengawas Pemilu
(Panwaslu) Pusat. Pemilihan berlangsung dalam rapat pertama setelah
sembilan anggota Panwaslu dilantik Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Nazaruddin Sjamsuddin di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat,
6/5/03.
Menurut Saut Sirait, pencalonan Ketua dan Wakil Ketua Panwaslu dilakukan
secara terbuka dengan pemilihan tertutup. Untuk jabatan ketua, Komaruddin
Hidayat mendapat enam suara dan Rozy Munir mendapat tiga suara. Sedangkan
untuk jabatan wakil ketua, Saut Sirait lima suara, Didik Supriyanto tiga
suara, dan Rozy Munir satu suara.
Panwaslu Pusat yang baru dilantik ini segera membicarakan soal mekanisme
perekrutan Panwaslu provinsi, bagaimana memenuhi batas waktu pembentukan
Panwaslu sampai tingkat kecamatan, dan anggaran Panwaslu.
Kesembilan anggota Panwaslu tersebut adalah Didik Supriyanto (pers), Topo
Santoso (perguruan tinggi), Komaruddin Hidayat (perguruan tinggi), Rozy
Munir (tokoh masyarakat), Saut Sirait (tokoh masyarakat), Nurdjanah MM (tokoh
masyarakat), Brigjen Bambang Aris Sampoerno Djati (kepolisian), Kombes
Johny Tangkudung (kepolisian), dan Masyhudi Ridwan (kejaksaan). *e-ti
|
|