|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 260603 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Peringatan 50 Tahun Bank IndonesiaDalam rangka memperingati 50 Tahun Bank Indonesia (BI), akan diselenggarakan serangkaian kegiatan dengan mengambil tema pendidikan dan lingkungan. Peringatan tersebut didasarkan pada tanggal diberlakukannya Undang-Undang No. 11 Tahun 1953 (Undang-Undang Pokok Bank Indonesia) yakni pada tanggal 1 Juli 1953. Kegiatan akan dilakukan di berbagai wilayah baik di Kantor Pusat Jakarta maupun di masing-masing Kantor BI hingga Desember 2003. Kepala Biro Komunikasi BI Rusli Simanjuntak dalam siaran persnya (25/6/03) menjelaskan puncak acara peringatan 50 Tahun BI akan ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama dan Replika Emas Prangko Bank Indonesia oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 1 Juli 2003 di BI. Jumlah prangko yang diterbitkan sebanyak 1 juta lembar dengan kombinasi pecahan Rp1.000 dan Rp1.500. Hasil bersih penjualan dari lelang tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan atau renovasi sekolah-sekolah dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan lain yang menyertai penandatanganan prangko adalah penerbitan replika perangko dan sampul peringatan 50 Tahun BI. Selain itu, akan diluncurkan pula koin emas 50 Tahun BI yang berbentuk legal tender. Peluncuran koin emas tersebut direncanakan pada bulan Oktober 2003. Kegiatan-kegiatan lainnya adalah pelaksanaan seminar berskala nasional dan internasional, pameran mengenai hal-hal yang terkait dengan kebanksentralan, sayembara penulisan artikel untuk kalangan jurnalis dan karya tulis ilmiah untuk mahasiswa tingkat nasional, kuis cerdas cermat kebanksentralan untuk siswa SMU se-Jabotabek, penerbitan buku mengenai BI, dan pemberian bantuan sosial edukatif. Kegiatan-kegiatan serupa juga dilaksanakan di seluruh Kantor BI di daerah. Secara lebih rinci kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan 50 Tahun BI masing-masing : (i) penerbitan prangko, replika, dan sampul peringatan 50 Tahun Bank Indonesia, (ii) pelaksanaan seminar berskala internasional dan nasional, (iii) koin emas 50 Tahun Bank Indonesia (iv) pameran Bank Indonesia, (v) sayembara penulisan wartawan, (vi) lomba karya tulis mahasiswa tingkat nasional, (vii) kuis cepat tepat kebanksentralan, (viii) penerbitan buku Bank Indonesia, (ix) pemberian bantuan sosial di bidang pendidikan dan lingkungan, (x) kegiatan peringatan di seluruh Kantor Bank Indonesia. Informasi lengkap kegiatan peringatan 50 Tahun Bank Indonesia dapat diakses melalui www.50tahunbi.com Menurut Rusli Simanjuntak peringatan 50 Tahun BI merupakan momentum tepat bagi seluruh lapisan masyarakat guna mengetahui kilas balik perjalanan sejarah bank sentral negara ini. Bagi internal Bank Indonesia, momen tersebut merupakan pemacu dalam peningkatan kinerja ke depan. *e-ti Rachmat Gobel Calon Kuat Ketua Umum PB IPSIJakarta 26/6/03: Rachmat Gobel masih satu-satunya calon kuat Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) menggantikan Eddy Nalapraya dalam Munas IPSI 2-4 Juli 2003, di Padepokan Silat Kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Rachmat, pengusaha muda (National Gobel) yang saat ini menduduki jabatan Bendahara IPSI, dikenal sangat aktif untuk membawa tim silat Indonesia ke turnamen tingkat internasional di Eropa, Amerika, dan Asia. Menurut Ketua Panpel Munas IPSI Rustadi Effendy, Eddy Nalapraya telah menyatakan tidak bersedia lagi mencalonkan diri. Sementara sampai kemarin (25/6) belum ada figur lain yang mencalonkan diri atau namanya mencuat. Munas yang akan diikuti 120 peserta ini direncanakan akan dibuka pukul 08.30 WIB di Padepokan Silat TMII. *e-ti |
Pemerintah Setuju Panja SukhoiYogyakarta 25/6/03: Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah menghormati Panja Sukhoi yang dibentuk DPR karena hal itu memang tercantum dalam Tatib DPR. Panja yang dibentuk itu tentu akan melakukan penelitian dan penyelidikan terhadap pembelian pesawat tempur buatan Rusia tersebut.Di sela-sela sebuah seminar di Yogyakarta, Rabu 25/6/03, Susilo mengatakan, pemerintah juga telah siap untuk bekerja sama dengan panja tersebut, baik itu nantinya melalui Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, atau menteri lainnya. Pemerintah juga akan siap menjelaskan mengenai alasan pemilihan pesawat tempur asal Rusia tersebut, berapa harganya, dan bagaimana prosedur pembeliannya serta tata cara pembelian pesawat itu. DPR telah membentuk Panja Sukhoi karena menduga telah terjadi pelanggaran terhadap undang-undang dalam proses pembeliannya. Panja itu dimaksudkan untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya tentang proses imbal dagang dua pesawat Sukhoi SU-27, dua SU-30 MK, dan dua helikopter MI dari Rusia itu. *e-ti |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |