|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 110403 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Diminta DihentikanWacana Capres GolkarJakarta 10/4/03: Sejumlah calon presiden sudah mulai bergerilya ke DPD-DPD Partai Golkar, sehubungan dengan wacana konvensi penjaringan calon presiden dari partai itu. Sehubungan dengan itu Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar meminta wacana Capres itu dihentikan sambil menunggu Rapat Pimpinan Partai Golkar pada akhir April 2003.Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf kepada pers di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat 11/4/03 mengatakan surat itu dimaksudkan agar DPD-DPD berkonsentrasi ke materi Rapim, yaitu soal mekanisme konvensi. “Jadi, jangan berwacana tentang nama-nama. Itu ada waktunya nanti,” serunya. Petunjuk penghentian wacana itu disampaikan kepada DPD-DPD melalui dua surat yakni tertanggal 7 April 2003 tentang penjelasan mengenai konvensi nasional dan tertanggal 8 April 2003 tentang petunjuk penyelenggaraan konvensi yang akan dibahas dalam Rapim Golkar akhir April ini. KH Zainuddin MZ Calon Presiden PPP ReformasiJakarta 9/4/03: Muktamar Luar Biasa (MLB) PPP-R di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (8/4) secara bulat memutuskan KH Zainuddin MZ sebagai calon presiden dari Partai Persatuan Pembangunan Reformasi (PPP-R). PPP-R yang juga secara resmi berganti nama menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR).Dalam pemandangan umum, sebanyak 26 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 29 DPW yang hadir sepakat bulat mencalonkan Ketua Umum PPP-R KH Zainuddin sebagai calon presiden. Tiga DPW lainnya yaitu DKI Jakarta, Papua, dan Riau tidak secara eksplisit menyebut nama KH Zainuddin MZ. Namun, menurut Sekretaris Jenderal PBR Djafar Badjeber, mereka hanya menyebut kriteria saja yang mengarah pada KH Zainuddin MZ. Tapi sejauh ini, menurut Djafar, Zainuddin belum secara resmi menyatakan kesediaannya menerima pencalonan dirinya. Disebut, beliau akan mempertimbangkan dulu, shalat istikharah, meminta pertimbangan keluarga, dan berkonsultasi dengan kalangan kiai di seluruh Indonesia. Sekarang masih terlalu prematur untuk memberikan jawaban. *e-ti Nurcholish Madjid Mega Tidak KomunikatifJakarta 8/4/03: Cendekiawan Nurcholish Madjid yang juga mulai disebut-sebut sebagai salah seorang calon presiden Pemilu 2004 menilai kesalahan terbesar Mbak Mega adalah karena tidak komunikatif. ”Padahal dia presiden pada saat krisis," kata Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish usai berbicara pada seminar Masa Depan Demokrasi dan Kepemimpinan Nasional di Universitas Paramadina Jakarta, Selasa (8/4).Menurutnya, kepemimpinan nasional yang dibutuhkan Indonesia masa depan adalah kepemimpinan untuk menanggulangi krisis sehingga masalah komunikasi menjadi hal sangat penting. Jika presiden hanya berperan sebagai administrator atau manajer yang hanya running business as usual, krisis yang dihadapi saat ini tidak akan pernah selesai. Pemimpin di masa mendatang harus berani mengambil inisiatif tingkat tinggi untuk membuat keputusan strategis, meskipun mungkin tidak populer. *e-ti |
Otto Hasibuan Ketua Ikadin 2003-2004Semarang 5/4/03: Otto Hasibuan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikadin periode 2003-2004 dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) yang berlangsung di Semarang, Sabtu (5/4). Sekretaris Jenderal Ikadin itu terpilih menggantikan Sudjono. Ia mengungguli calon lainnya dengan meraih 449 suara. Sementara calon lainnya, Teguh Samudra (298 suara), Todung Mulya Lubis (252 suara), Sudjono (181 suara), Bambang Widjojanto (123 suara), T Gayus Lumbuun (108 suara), dan Henry Yosodiningrat (49 suara). |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |