|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 040203 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Rektor UGM Prof Dr Sofian EffendiPT Gagal Ciptakan Pemimpin BerkualitasMakassar 01/02/03: Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Dr Sofian Effendi disela-sela Silaturahmi Nasional Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Makassar, Sabtu 01/02/03 mengatakan sejak program Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) dicabut, Perguruan Tinggi (PT) menciptakan pemimpin bangsa yang berkualitas sekaligus bisa jadi negarawan. Menurutnya, orientasi indeks prestasi (IP) pada mahasiswa saat ini hanya menghasilkan pemimpin-pemimpin yang tidak matang dan lebih berorientasi pada kepentingan politik dan kelompok. “Pada era NKK dulu posisi PT jelas, yakni sebagai tempat menciptakan generasi yang terdidik dan juga menjadi tempat menciptakan pemimpin-pemimpin atau elite-elite bangsa yang matang,” kata Sofian. Ia menjelaskan bahwa pada era NKK kampus bisa jadi tempat dan pusat program elite rekruitmen. Karena pada masa itu pembinaan mahasiswa di kampus dikombinasikan antara organinsasi intra dan ekstra. Mahasiswa betul-betul dibina dan digojlok sejak dari kelompok terkecil hingga ke tingkat organisasi yang besar dan tertinggi. Di semua level itu, mereka belajar berkelompok, memimpin, berdebat, dan lain-lain. Sofian menambahkan, dunia PT di Indonesia belum memiliki kekuatan moral yang kuat dan menjadi panutan masyarakat karena belum menunjukkan bahwa masyarakat kampus mampu mengembangkan diri menjadi model ideal masyarakat madani yang berketuhanan, menghargai supremasi hukum, demokratis, berkeadaban, adil, dan bertanggungjawab. Namun hal ini juga bukan semata kesalahan PT. Bahkan lebih disebabkan anggaran pendidikan di Indonesia masih Rp 5 juta per mahasiswa. Sementara, di negara-negara lain, anggaran pendidikan mencapai Rp 90 juta-Rp 120 juta. Seperti Malaysia yang dulu sering mengirim mahasiswanya ke Indonesia sudah menganggarkan Rp 85 juta per mahasiswa. *e-ti
Front Amanat Penderitaan Rakyat Nilai Mega-Hamzah Tidak Kredibel LagiJakarta 31/01/03: Ketua Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri beserta sejumlah tokoh yang berseberangan dengan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz, Jumat 31/0103, mendeklarasikan Front Amanat Penderitaan Rakyat.Menurut mereka pemerintahan Mega-Hamzah tidak kredibel lagi dan tidak memihak kepada rakyat. Para tokoh yang hadir pada acara deklarasi itu, antara lain, mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Menteri Keuangan Era Orde Baru Fuad Bawazier, Habib Rizieg, Habib Husein Al Habsy, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Hikayat Atika Karwa, Ketua Umum Front Pembela Merah Putih Eurico Guteres , Emha Ainun Najib, tokoh Partai Keadilan Anis Mata, dan sejumlah pendukung deklarasi. *e-ti |
Luhut - Agum - Arie Calon Ketua Umum KONIJakarta 040203: Tiga orang tokoh yang tidak asing lagi dalam dunia organisasi oleharga mencalonkan diri jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2003-2007, menggantikan Wismoyo Arismunandar. Ketiga itu adalah Agum Gumelar (Ketua Umum PSSI), Luhut Binsar Panjaitan (Ketua Umum Forki) dan Arie Sudewo (wakil ketua umum KONI Pusat periode 1999-2003).
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |