ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 080403
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Pemilih Pemula Jagokan Partai Besar

Jakarta 4/4/03: Hasil survei lembaga riset pemasaran Frontiers atas 2.500 pemilih pemula di lima kota besar hampir 50% menjagokan PDI-P. Survei itu mengungkapkan, partai yang dipilih pemilih pemula pada Pemilu 2004 adalah, PDI-P (47,7 persen), PPP (15,6 persen), PAN (12,5 persen), Golkar (8,2 persen), Partai Keadilan (6,9 persen), PKB (4,1 persen), dan PBB (3,2 persen). Sementara partai yang akan dipilih pemilih 1999 pada pemilu 2004 adalah PDI-P (43 persen), PAN (14,8 persen), PPP (13,9 persen), Partai Keadilan (8,9 persen), Golkar (8,4 persen), PKB (4,7 persen), PBB (2,6 persen).

Survei yang diumumkan Jumat (4/4) ini, memperlihatkan bahwa partai-partai politik baru belum menarik perhatian para pemilih pemula. Direktur Pengelola Frontiers Handi Irawan mengemukakan, pemilih pemula cenderung merasa rendah diri jika memilih partai kecil. Menurutnya, obsesi pemilih muda terhadap partai-partai besar wajar, karena sifat anak muda yang cenderung mengikuti tren.

Namun, partai-partai kecil masih berpeluang merebut 21,9 persen suara pemilih pemula 1999 yang kecewa terhadap kualitas partai dan tidak akan memilih partai yang sama. Walaupun 78,1 persen pemilih pemula 1999 akan memilih partai yang sama pada Pemilu 2004. Diperkirakan dalam Pemilu 2004 terdapat 20 juta pemilih yang akan memilih untuk pertama kali. *e-ti

Awas SARS

Jakarta 5/4/03: Pemerintah menetapkan sindrom pernapasan akut parah (severe acute respiratory syndrome/SARS) sebagai penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah di Indonesia. Penyakit ini telah mewabah di beberapa negara, seperti Singapura, Hongkong, Kanada dan RRC. Sehubungan dengan itu, Presiden Megawati Soekarnoputri di Jakarta meminta warga negara Indonesia untuk sementara waktu tidak berpergian ke negara-negara berjangkitnya virus SARS. Dan untuk langkah penanggulangan, Indonesia memberlakukan UU No 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Sehubungan dengan itu, Menko Kesra Jusuf Kalla didampingi Menkes Ahmad Sujudi kepada wartawan, hari Kamis (3/4) menyampaikan pesan presiden yang meminta semua penumpang pesawat yang datang dari Singapura, Hongkong dan RRC diteliti dan diperiksa. Apabila terindikasi menderita virus SARS sebaiknya dikarantina dan dirawat pada rumah-rumah sakit yang disediakan.

Sementara untuk kordinasi pencegahannya, 15 gubernur, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dipanggil ke Jakarta Sabtu (5/4/03) untuk membicarakan tindak lanjut pelaksanaan UU tentang Wabah Penyakit Menular tersebut. *e-ti

Dewan Pers Seleksi Anggota

Jakarta 4/4/03: Badan Pekerja Dewan Pers telah memilih dan menyerahkan 16 nama bakal calon anggota Dewan Pers periode 2003-2006 kepada Dewan Pers untuk diseleksi mengisi 9 kursi di lembaga itu. Masa bakti Dewan Pers saat ini akan berakhir 19 April 2003. Menurut Ketua Badan Pekerja Dewan Pers Tarman Azzam, ke-16 orang yang merupakan hasil seleksi dari 31 orang itu meliputi wakil wartawan, perusahaan pers, dan masyarakat.

Ke-16 orang itu adalah S Leo Batubara (Ketua Pelaksana Harian Serikat Penerbit Surat Kabar), Amir E Siregar (Sekretaris Jenderal Serikat Penerbit Surat Kabar), Prof Dr Ichlasul Amal (dosen Universitas Gadjah Mada), Hinca IP Panjaitan (praktisi penyiaran), ABG Satria Naradha (Pemimpin Bali TV/Bali Post), Atang Ruswita (Ketua Dewan Kehormatan PWI), RH Siregar (Sekretaris Dewan Kehormatan PWI), Dr H Sulastomo (tokoh Gerakan Jalan Lurus), Dr Tjipta Lesmana (dosen Universitas Indonesia), Toeti Kakiailatu (wartawan senior), Santoso (Direktur Umum Radio 68H), Faisal H Basri SE MA (ekonom), Uni Z Lubis (Humas TV7), H Azkarmin Zaini (ANTV), Erick Tohir (Harian Republika), Dr H Sutomo Parastho (Ketua Umum Himpunan Praktisi Penyiaran Indonesia). *e-ti

  

Otto Hasibuan

Ketua Ikadin 2003-2004

Semarang 5/4/03: Otto Hasibuan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikadin periode 2003-2004 dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) yang berlangsung di Semarang, Sabtu (5/4). Sekretaris Jenderal Ikadin itu terpilih menggantikan Sudjono. Ia mengungguli calon lainnya dengan meraih 449 suara. Sementara calon lainnya, Teguh Samudra (298 suara), Todung Mulya Lubis (252 suara), Sudjono (181 suara), Bambang Widjojanto (123 suara), T Gayus Lumbuun (108 suara), dan Henry Yosodiningrat (49 suara).

Munas Ikadin ini diwarnai kericuhan pada saat pembukaan dan menjelang pemilihan ketua umum. Dalam acara penutupan, Hasibuan mengatakan siap menjalankan tugas. Ia berjanji akan bekerja sama dengan pengurus lainnya. "Sekarang ini kita menghadapi situasi sulit, terutama dengan adanya Undang-undang (UU) Advokat. Saya tidak tahu apa saya bisa menjalankan tugas ini mengingat dalam dua tahun-setelah UU Advokat diundangkan-harus ada wadah tunggal advokat," kata Hasibuan. *e-ti

 

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero