|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 140403 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Kuota 30% di ParlemenMinat Perempuan Masih RendahPontianak 14/4/03: Minat perempuan untuk berkecimpung dalam dunia politik masih rendah. Hal ini diakui Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Untuk Demokrasi Nursyahbani Katjasungkana. Dalam seminar "Pendidikan Hak Asasi manusia," Senin (14/4) di Pontianak, Nursyahbani mengatakan pencapaian representasi perempuan hingga 30 persen, dalam pencalonan legislatif adalah keinginan yang masih jauh dari kenyataan. Selain kecilnya kepedulian partai politik, minat kaum perempuan menanggapi gagasan itu juga tidak banyak.Ia mengakui memerlukan waktu yang agak lama untuk menambah peraihan kursi perempuan di legislatif, mengingat pada tahun 1999 lalu saja, baru tercapai 8,9 persen. Dan saat ini, sesuai Undang-Undang Pemilu Pasal 65 Ayat (1) tahun 2003, kuota perempuan itu mencapai 30 persen dalam pencalonan legislatif. Alasan kekurangtertarikan perempuan, mereka melihat citra partai politik sudah sedemikian buruk, sehingga tidak memancing ketertarikan mereka untuk terjun ke politik. *e-ti KH Hasyim Muzadi Soal Proses CapresJakarta 13/4/03: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH
Hasyim Muzadi menanggapi dirinya disebut-sebut sebagai salah seorang tokoh
yang dinominasikan menjadi calon wakil presiden mengatakan bahwa NU tidak
dalam kapasitas memproses seorang calon wakil presiden. Sebelum acara
pertemuan dengan tokoh-tokoh NU dari kalangan partai politik (parpol) di
Hotel Sari Pan Pacific, Minggu (13/4/03) malam, ia mengatakan, hingga saat
ini dirinya masih murni di NU karena belum ada keputusan lain dari PBNU
maupun para alim ulama. 22 Calon Panwas PemiluJakarta 13/4/03: Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan sebanyak 22 nama dari 516 pengambil formulir calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum lolos seleksi tahap kedua. Dari 22 nama itu akan disaring kembali menjadi enam orang dalam Sidang Pleno KPU, Senin (21/4) pekan depan.Ke-22 nama itu terdiri dari: Tujuh orang mewakili tokoh masyarakat adalah Soewarto SH Mhum, Sebastian Salang, Drs Djasponi, Adhyaksa Dault SH Msi, Drs Agus Abdul Djalil PHd, HM Rozy Munir SE MSc, dan Laode Ida; Sepuluh mewakili perguruan tinggi yakni Cecep Effeni PhD, Topo Santoso SH MH, Dr Paul Ohoiwatun, Drs Zainal Abidin Msi, HM Kabul Supriyadhie, Dr Bur Rasuanto, Erni Fatmawati, Djainal Abidin MM, Fachruddin SPd, dan Miryanti; Dan lima dari unsur pers adalah Refa Riana, Ir Suryanto MBA, Didik Supriyanto, Refly Harun SH MH, dan Muhammad Jusuf. *e-ti Bachtiar Chamsyah NU dan Muhammadiyah Harus NetralSurakarta 13/4/03: Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bachtiar Chamsyah mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah harus bersikap netral dan tidak mengarahkan warganya untuk condong ke partai tertentu. Ia mengungkapkan hal itu dalam orasi politik di hadapan ribuan massa PPP, saat perayaan HUT ke-30 PPP di Surakarta, Minggu 13/4/03.Menurutnya, biarlah warga dua ormas itu menentukan pilihannya sendiri untuk masuk ke parpol yang sesuai hati nuraninya. Ia berharap NU bisa berdiri tegak dan netral.. Begitu pula Muhammadiyah dalam sikap politiknya jaga jarak sama. “Jangan diartikan PAN hanya milik Muhammadiyah," katanya. *e-ti |
Diminta Dihentikan Wacana Capres GolkarJakarta 10/4/03: Sejumlah calon presiden sudah mulai bergerilya ke DPD-DPD
Partai Golkar, sehubungan dengan wacana konvensi penjaringan calon
presiden dari partai itu. Sehubungan dengan itu Dewan Pimpinan Pusat
Partai Golkar meminta wacana Capres itu dihentikan sambil menunggu Rapat
Pimpinan Partai Golkar pada akhir April 2003. |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |