|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 310103 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
1 Februari 2003Selamat Tahun Baru Imlek 2554Jakarta 31/01/03: Mulai tahun ini "Tahun Baru Imlek" dinyatakan sebagai hari libur nasional. Tahun Baru imlek 2554 jatuh pada tanggal 1 Februari 2003. Perayaan boleh dilakukan di depan umum. Selama 30 tahun, di bawah Orde Baru, perayaan Tahun Baru Imlek hanya boleh dirayakan dalam lingkungan terbatas, di lingkungan keluarga. Dalam tradisi Tionghoa yang sudah berumur 4.000 tahun, "keluarga" atau jia mempunyai kedudukan sentral. Bagi masyarakat Tionghoa, keluarga bukan hanya lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, tetapi juga kiblat atau koordinat tempat ia berpijak untuk mengarungi samudera kehidupan. Dari keluarga ia mendapatkan bantuan apa saja: moral, spiritual, material. Dalam kultur Tiongkok, peran keluarga tidak selesai dalam satu atau dua generasi. "Keluarga" berarti semua orang sejak bergenerasi-generasi yang silam hingga mencapai generasi-generasi yang akan datang. Konsep keluarga batih (nucleus family) tidak dikenal. Karena itu, dalam kultur Tiongkok muncul konsep xiao (sering juga diucapkan hao), yaitu bakti anak kepada orangtuanya. Seorang anak wajib untuk xiao. Ini berarti ia tidak hanya berbakti kepada orangtua langsung (ayah-ibu), tetapi juga kepada leluhurnya dari ratusan tahun sebelumnya. Bakti itu tampak tegas dalam tiap perayaan Tahun Baru Imlek, juga dalam hubungan sehari-hari dengan para senior, bahkan dalam memperlakukan tubuh/badan yang merupakan warisan leluhur. Tidak ada cacian yang lebih menyakitkan hati yang ditimpakan kepada seorang anak Tionghoa daripada kata bu xiao (sering juga diucapkan put hao). Ini sama dengan "terkutuk"! *e-ti Syafi'i Ma'arif Bush Tipe Penguasa BerbahayaJakarta 30/01/03: Ketua PP Muhammadiyah HA Syafi'i Ma'arif mengatakan, sikap Presiden Goerge W Bush yang tidak mengindahkan hasil tim investigasi PBB terhadap Irak menunjukkan dia seorang tipe penguasa yang sangat berbahaya. “Dia itu tipe manusia yang berkuasa, ini sangat berbahaya. Apalagi dia punya segala-galanya untuk mengharu-birukan dunia ini," katanya kepada pers di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis 30/03/01. Ia mengomentari pidato kenegaraan Presiden AS George Bush di depan Kongres AS di Washington, Selasa 28/1/03 malam, yang kembali mengimbau semua bangsa yang bebas bergabung untuk mengakhiri ancaman terhadap peradaban dunia. "Amerika sedang menciptakan upaya melawan berbagai hal yang membahayakan dunia dan telah meminta PBB berdiri untuk melucuti persenjataan Irak," katanya. Menurutnya, jika serangan itu jadi dilakukan ke Irak, maka itu bukan lagi kejahatan kepada rakyat Irak tetapi merupakan bentuk kejahatan kepada kemanusiaan yang dikategorikan sebagai bentuk terorisme negara. Apalagi, jika PBB tidak menyetujui AS melakukan penyerangan terhadap Irak. *e-ti Mahfud MD Megawati Belum Perlu DigantiJakarta 30/01/03: Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mahfud MD dalam diskusi 'Menimbang Pemerintahan Presidium' di Jakarta, 30/01/03 mengatakan Presiden Megawati Soekarnoputri belum perlu diganti hingga 2004, meski telah muncul banyak aksi demonstrasi mengkritisi pemerintahan beliau. Biarkan sampai Pemilu 2004 meskipun kita dalam keadaan seperti mati tapi tidak mati. Sebab belum ada jaminan bahwa penggantinya nanti akan mampu memperbaiki keadaan. Dikhawatirkan situasi akan lebih buruk dari sekarang bila pemerintahan dijatuhkan dengan membentuk presidium. *e-ti |
Megawati Kritik Aksi MahasiswaJakarta 28/01/03: Presiden Megawati Sukarnoputri dalam acara rutin jumpa dengan sekitar 500 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di kediaman pribadinya Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa 28/1/03 malam, mengkritik para mahasiswa yang melakukan aksi protes dengan membakar ban dan menginjak-injak gambar kepala negara. Menurut Megawati, mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa itu, sebagai calon pemimpin bangsa Indonesia seharusnya bisa memberikan contoh bahwa mereka itu terpelajar.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |