ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 210103
BERITA SINGKAT
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Setelah Didemo

Harga Sejumlah BBM Diturunkan

Jakarta 21/01/03: Setelah mendapat tekanan demonstrasi pemerintah akhirnya merevisi (menurunkan) besaran kenaikan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) berlaku per 21 Januari 2003. Sementara tarif dasar listrik (TDL) tetap tapi diberikan potongan rekening bagi pengguna listrik golongan tarif bisnis dan industri. Keputusan merevisi harga BBM itu diumumkan setelah sidang kabinet yang dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri di Sekretariat Negara, Jakarta, Senin 20/1/03.

Jenis BBM yang harganya diturunkan dibandingkan dengan harga per 2 Januari 2003 adalah minyak solar turun Rp 240 per liter dari Rp 1.890 menjadi Rp 1.650 per liter, minyak diesel turun dari Rp 1.860 menjadi Rp 1.650 per liter, minyak tanah untuk industri turun dari Rp 1.970 menjadi Rp 1.800 per liter. Sementara harga yang tetap adalah premium Rp 1.810 per liter, minyak tanah untuk rumah tangga dan UKM Rp 700 per liter, dan minyak bakar Rp 1.560 per liter.

Namun, bila dibandingkan dengan harga bulan Desember 2002 masih terjadi kenaikan harga untuk seluruh jenis BBM, kecuali minyak tanah untuk rumah tangga dan UKM. Minyak tanah untuk industri masih naik dari Rp 1.530 menjadi Rp 1.800 per liter. Minyak solar naik dari Rp 1.550 menjadi Rp 1.650 per liter. Minyak diesel naik dari Rp 2.510 menjadi Rp 1.650 per liter. Minyak bakar naik dari Rp 1.120 per liter menjadi Rp 1.560 per liter. Premium naik dari Rp 1.750 menjadi Rp 1.810 per liter.

Sementara potongan rekening pengguna listrik golongan tarif bisnis dan industri akan diberikan sebesar 2,5 persen terhadap total rekening bulanan, yang berlaku mulai pemakaian energi bulan Januari hingga Desember 2003. Sementara, bagi pelanggan rumah tangga dan sosial dengan daya hingga 900 Volt Ampere (VA) diberi potongan harga Rp 3.000 per lampu untuk pembelian lampu hemat energi sebanyak tiga buah per pelanggan per tahun, mulai Januari hingga Desember 2003. Lampu-lampu tersebut dapat dibeli di unit pelayanan PLN.

Menkeu Boediono mengatakan, sesuai dengan ketetapan baru harga BBM dan TDL itu, pemerintah tidak akan mengubah anggaran dana kompensasi subsidi BBM sebesar Rp 4,4 trilyun, dan tetap melaksanakan proyek-proyek pembangunan yang sudah disetujui APBN 2003. Namun, ada tambahan beban pengeluaran pada APBN 2003.
Untuk itu, Kata menkeu, pemerintah akan menggunakan dana cadangan umum yang ada pada pos APBN untuk menutup tambahan beban karena penurunan harga BBM itu.

Tambahan pengeluaran yang harus ditutup dengan kebijakan baru harga BBM, sebesar Rp 1,1 trilyun per bulan. Menurut Budiono, jumlah itu akan berubah sesuai dengan dinamika harga minyak internasional. Dan pos dana cadangan umum yang tidak dialokasikan untuk mendukung subsidi BBM sebesar Rp 4 trilyun. Saat ini harga minyak internasional telah menjadi 30 dollar AS per barrel.

Ketentuan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) tersebut ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta harga untuk masing-masing jenis BBM ditetapkan oleh Direktur Utama Pertamina.
Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden itu antara lain dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jusuf Kalla, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Syamsul Muarif, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yusril Ihza Mahendra, Kepala Kepolisian RI (Polri) Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim, dan Dirut PLN Eddy Widiono. *e-ti

Gerakan Menjatuhkan Megawati

Jakarta 06/01/03: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono seusai sidang kabinet di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/1), mengungkapkan temuan Badan Intelijen Negara tentang adanya gerakan politik radikal yang ingin menjatuhkan Pemerintahan Megawati Sukarnoputri. Gerakan yang disinyalir dilakukan kelompok yang tak lagi berkuasa atau post power syndrom dan kelompok beraliran keras ini menginginkan pemerintahan Megawati tidak bisa berlanjut hingga 2004.

Mereka ini, menurut Yudhoyono, tak puas dengan berbagai kebijakan yang diambil pemerintahan Megawati. Ia menduga, berbagai aksi penolakan kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan telepon yang saat ini marak kemungkinan sudah ditunggangi kelompok penentang pemerintah. Disebutkan isu-isu semacam ini akan terus dikembangkan sampai menjelang pemilihan umum 2004. *e-ti

  

Harga BBM Naik

Jakarta 01/01/03: Setelah menaikkan tarif telepon dan listrik, pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), berlaku mulai pukul 00.00 WIB, Kamis 01/01/03.
Harga premium naik menjadi Rp 1810/liter, minyak tanah untuk industri Rp 1970/liter, solar Rp 1890/liter, minyak diesel Rp 1860/liter serta minyak bakar Rp 1560. Sedangkan minyak tanah untuk rumah tangga dan usaha kecil naik menjadi Rp 700/liter dari Rp 600/liter sebelumnya.

Sementara, sebelumnya (Selasa 31/12/02) pemerintah telah mengumumkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun 2003 melalui empat tahap kenaikan yang rata-rata sebesar enam persen. Kenaikan tahap pertama pada 1 Januari 2003, tahap kedua 1 April 2003, tahap ketiga 1 Juli 2003, dan tahap keempat pada 1 Oktober 2003. *e-ti

 

Kaukus Penyelamatan Bangsa

Jakarta 06/01/03: Sejumlah politikus di DPR/MPR mendeklarasikan "Kaukus Penyelamatan Bangsa" hari Senin (6/1/03) di Press Room MPR/DPR, Senayan, Jakarta, untuk mengoreksi berbagai kebijakan yang tidak memihak rakyat. Ali Masykur Musa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) tampil sebagai juru bicara dan Marwah Daud Ibrahim dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) sebagai pembaca teks deklarasi.

Deklarasi itu juga dihadiri Alvin Lie, Samuel Koto, dan Wakil Ketua DPR AM Fatwa (Fraksi Reformasi); Lukman Hakim Saifuddin (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan/F-PPP); Ariady Achmad (F-PG), dan Effendy Choirie (F-KB); dan Meilono Soewondo, Julius Usman, dan Haryanto Taslam (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/F-PDIP). *e-ti

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero