| SELAMAT DATANG | ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA | |||||||||||||||
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
C © updated 111202 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Proses Damai di Aceh TNI Tarik Pasukan dari Cot TriengLhok Seumawe 10/12/02: TNI dan Brimob langsung menarik 1.500 personel pasukannya dari kawasan Cot Trieng, Aceh Utara, Selasa 10/12/02 pagi, setelah ditandatanganinya Kesepakatan Penghentian Permusuhan (Cessation of Hostilities Agreement) antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Senin 09/12/02. Panglima Kodam Iskandar Muda yang juga Panglima Komando Operasi TNI Mayjen Djali Yusuf, mengatakan tidak perlu lagi melakukan pengepungan, pencarian dan pengejaran terhadap anggota GAM di kawasan itu. Pasukan TNI hanya berpatroli di sekitar pos satuannya masing-masing. Hal yang sama ditegaskan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, usai melakukan sujud syukur bersama prajurit dan warga masyarakat di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhok Seumawe, Selasa pagi, bahwa prajurit tidak lagi memerangi saudara-saudaranya sendiri. Mereka dalam waktu dekat akan mengganti bedilnya dengan cangkul atau alat-alat pertukangan, untuk bersama-sama membangun Aceh. Ditegaskan, pasukan non-organik yang masih berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan ditarik secara bertahap. Begitu pula, Panglima GAM Wilayah Bireun Tengku Darwis Jeunieb, hari itu membriefing pasukannya di Batee Iliek, Jeunieb, Kabupaten Bireun. Ia meminta pasukannya untuk mematuhi hasil perundingan di Geneva, Swiss, antara lain dengan tidak lagi membawa senjata dan menyimpannya di barak-barak. Sementara itu sebanyak 17 orang tim monitoring asing yang akan bertugas memantau jalannya perjanjian damai antara pemerintah RI dengan pihak GAM di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Selasa tiba di Banda Aceh. Tim monitoring asing itu akan berada di Banda Aceh beberapa hari sebelum disebar ke sejumlah kabupaten di Propinsi NAD. *ti Dua KA AnjlokSolo 10/12/02: Kereta Api (KA) Bima jurusan Surabaya-Jakarta, Selasa pukul 10.00 WIB anjlok dari rel di daerah Gambringan Grobogan, tidak ada korban jiwa. Sehari sebelumnya, Senin pukul 22.52, WIB KA Dwipangga jurusan Solo - Jakarta, juga anjlok dari rel di Prembun Kebumen, tiga orang tewas dan puluhan luka-luka.Peringkat Utang IndonesiaJakarta 10/12/02: Lembaga pemeringkat dari Inggris, Fitch Ratings menaikan peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam valuta asing dan rupiah menjadi `B` dengan prospek jangka ke depan yang stabil. Menurut Staf Ahli Menko Perekonomian Mahendra Siregar di Jakarta, Selasa 10/12/02 penilaian itu didasarkan pertimbangan masih terus dilakukannya restrukturisasi dan konsolidasi fiskal oleh Pemerintah Indonesia.Titik dan Mamiek Jenguk TommyCilacap 10/12/02: Mbak Titik Prabowo dan Mbak Mamiek beserta kedua putra Tommy datang menjenguk Tommy Soeharto di LP Batu Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jateng, Selasa 10/12/02. Mereka menyampaikan seloamat hari raya Idul Fitri 1423 H. Pertemuan keluarga yang berlangsung selama tiga jam--pukul 11.00-14.00 WIB--tersebut diliputi suasana akrab dan penuh kegembiraan. |
Indonesia dan GAM Tandatangani Perjanjian DamaiJenewa 09/12/02: Cahaya damai mulai terbit di Aceh. Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah menandatangani sembilan pasal kesepakatan penghentian permusuhan (The Cessation of Hostilities Agreement) , yang telah terjadi selama 26 tahun di tanah rencong itu. Penandatanganan itu dilaksanakan di Kantor Pusat Henry Dunant Center, fasilitator perjanjian, di Jenewa, Swiss, Senin 09/12/02, sekitar pukul 11.00 waktu setempat atau jam 17.00 WIB.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |