SELAMAT DATANG ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 261102
BERITA SINGKAT
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Thaib Armain Dilantik Jadi Gubernur Malut


Ternate 25/11/02: Thaib Armain dan Prof Madjid Abdullah, akhirnya dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno atas nama Presiden, hari Senin 25/11/02, masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara masa bakti 2002 – 2007.

Gubernur Malut Thaib Armain, mantan Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Malut pertama, yang dibesarkan sebagai birokrat murni lulusan sarjana sosial dan politik Universitas Gadjah Mada mengatakan, pada tahapan awal akan berupaya memperbaiki semua sarana dan prasarana umum yang rusak akibat kerusuhan.

Peristiwa bersejarah yang ditunggu sejak tiga tahun itu disaksikan lebih dari 1.000 undangan, antara lain Pejabat Gubernur Sinyo Harry Sarundajang yang juga Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri, Gubernur Sulawesi Utara AJ Sondakh dan Ny Sondakh Mandey, mantan pejabat Gubernur Malut pertama Surasmin, mantan pejabat gubernur kedua Muhyi Efenndy, dan Pangdam Pattimura Mayjen Djoko Santoso.

Jalan-jalan Lagi


Jakarta 25/11/02: Sebanyak 32 anggota Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta secara diam-diam kembali ‘jalan-jalan’ ke Beijing dan Korea Selatan, Maroko dan Spanyol dan Bangkok. Padahal, anggaran perjalanan luar negeri tidak terprogram dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2002.

Perjalanan dinas secara diam-diam itu terbongkar setelah pada Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Startegi Daerah (Renstarda) DKI Jakarta 2002 - 2007, Kamis 21/11/02 lalu, sejumlah anggota dewan itu tidak hadir. Staf Sekwan DPRD DKI sempat kebingungan karena banyaknya kursi yang kososng. Kemudian mereka dihubungi satu per satu. Rupanya mereka sedang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa sepengetahuan Sekretaris Dewan (Sekwan).

Angkatan 35 Lemhanas


Jakarta 25/11/02: Presiden Megawati Soekarnoputri menerima peserta Kursus Reguler Angkatan (KRA) Ke-35 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Istana Negara, Jakarta, Senin 25/11/02. KRA ke-35 diikuti 108 peserta. Mereka ini terdiri dari 45 orang TNI, 20 orang Polri, dan 43 orang sipil. Hampir seluruh peserta sipil berasal dari lingkungan departemen atau utusan partai politik.

Saat menerima KRA Ke-35 Lemhanas itu, Presiden mengatakan bahwa untuk kedua kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, partai politik memegang peranan penting dalam kehidupan demokrasi. Banyak kemajuan dicapai, tetapi patut juga diingat berbagai ekses dan kesalahan yang pernah dibuat partai pada tahun 1955, baik dalam bidang ideologi, politik, maupun manajemen pemerintahan sehari-hari.

Karena itu, presiden mengatakan, dalam penegakan demokrasi yang sehat, yang kelihatannya benar-benar memerlukan perhatian adalah penyiapan kualitas kader-kader partai politik yang akan tampil atau ditampilkan sebagai calon anggota badan legislatif, baik tingkat pusat maupun daerah.

RUU Penyiaran Ditunda Disyahkan


Jakarta 25/11/02: Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyiaran ditunda disahkan sebagai undang-undang. Penundaan itu terjadi karena rapat paripurna DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin 25/11/02, tidak memenuhi kuorum.

Anggota DPR yang hadir dalam forum itu hanya 216 dari 496 anggota, sehingga tidak memenuhi kuorum minimal 249 orang sesuai Pasal 95 Tata Tertib DPR. Penundaan pengesahan RUU Penyiaran itu disambut gembira oleh ribuan karyawan televisi dan radio yang menggelar unjuk rasa di sekitar gedung parlemen itu.

Mereka mulai menggelar aksi sejak pukul 09.00 WIB dengan mengenakan seragam hitam-hitam dan tali pengikat kepala bertuliskan "Kami Berkabung atas RUU Penyiaran". Pengunjuk rasa itu membentuk barikade mulai dari pintu masuk sampai ke pintu rapat paripurna, dan setiap anggota DPR yang akan masuk ke ruang sidang mereka sambut dengan bunga dan pita hitam berikut pernyataan penolakan atas RUU tersebut.

  TERORIS

Sudah 7 Tersangka Ditangkap


Jakarta 25/11/02: Sudah tujuh orang tersangka kasus peledakan bom di Bali yang bersembunyi di kawasan Banten ditangkap tim investigasi Polri, sampai Senin 25/11/02. Tersangka yang sudah diketahui identitasnya Imam Samudra, Rauf, Yudi, Amin dan Agus, sedangkan 2 lainnya belum disebutkan identitasnya oleh polisi.

Terakhir polisi menciduk Agus di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Senin 25/11/02. Agus diduga menyertai Imam Samudra saat melakukan survei lokasi di Bali. Di rumah Agus, ditemukan tiga senjata laras pendek, yaitu dua pistol dan satu revolver serta 40 butir peluru.

Sementara pada hari itu juga, Imam Samudra yang diduga menjadi otak peledakan bom di Bali yang menewaskan lebih dari 180 orang itu, bersama empat tersangka lainnya diboyong polisi dengan menggunakan kendaraan perintis (rantis) lapis baja, dari sebuah tempat di Carita, Kota Cilegon, ke Markas Besar Polri di Jakarta.

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero