| SELAMAT DATANG | ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA | |||||||||||||||
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 201102 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Salim dan Bob Hasan juga LolosJakarta 19/11/02: Keluarga Sudono Salim, Sjamsul Nursalim dan Muhamad (Bob) Hasan, tengah diproses untuk memperoleh pembebasan dari segala tuntutan hukum (release and discharge). Kepala Divisi Hukum Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Robertus Bilitea mengungkapkan tiga debitur penanda tangan penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) dalam program master of settlement and acquisition agreement (MSAA) tersebut, saat ini sudah mendekati proses penyelesaian kewajibannya. Dengan demikian mereka yang bakal lolos dari jerat hukum menjadi tujuh obligor. Sebelumnya empat obligor bakal dibebaskan dari tuntutan hukum adalah mantan bos Bank Risjad Salim Internasional Ibrahim Risjad, mantan pemilik Bank Surya Sudwikatmono, mantan pemilik Bank Budi Internasional Liem Hendra, dan mantan bos Bank Dana Hutama The Nin King. *eti Damai dengan GAM 9 Desember 2002Jakarta 19/11/02: Pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia, melalui mediator Henry Dunant Center (HDC), menyatakan siap menandatangani perjanjian damai (peace agreement) dengan pemerintah pada tanggal 9 Desember 2002 di Geneva, Swiss. Sementara Pemerintah RI melalui Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan siap melaksanakan kesepakatan dengan GAM. Menurut Menko Polkam, berita mengenai kesediaan pihak GAM untuk melakukan kesepakatan dengan pemerintah diterima pada hari Selasa dini hari 19/11. Pemerintah mengharapkan tanggal yang telah ditetapkan ini, betul-betul dapat diwujudkan. Ia melihat ada dua butir yang memang harus diformulasikan lebih baik lagi. Delegasi pemerintah siap untuk melakukan pembahasan secara intensif. Sebab, dalam perkiraan Menko Polkam, hal itu bisa dilakukan dalam dua-tiga kali pertemuan sehingga pada 9 Desember 2002 tidak ada lagi hal-hal yang mesti dikonsultasikan kembali. Sementara itu, kontak senjata antara pasukan TNI dan personel GAM terjadi di beberapa lokasi dalam dua hari terakhir. Menewaskan seorang anggota TNI, Pratu Joni Sidabutar, dan tiga lainnya luka. Juru bicara Komando Operasi TNI Mayor Edi Fernandi mengatakan, sejumlah personel GAM menghadang pasukan TNI, Senin malam, di Desa Bayi yang mengakibatkan tewasnya Sidabutar. Saat itu pasukan TNI tengah dalam perpindahan pos. Dua prajurit TNI lainnya yang luka adalah Pratu Khairul dan Prada Marlifan. Sedangkan kontak senjata lainnya terjadi di kawasan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, yang menyebabkan Pratu Sunardi menderita luka. *eti Masih Suram, Ketenagakerjaan 2003Jakarta 19/11/02: Prospek perluasan lapangan kerja tahun 2003 diperkirakan masih akan suram. Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar tiga persen, penyerapan tenaga kerja hanya sekitar 1,2 juta orang. Padahal, angkatan kerja yang masuk pasar kerja mencapai 2,5 juta orang sehingga pengangguran semakin sulit diatasi karena jumlahnya meningkat dari 38 juta menjadi 40,5 juta. Hal itu dijelaskan Direktur Pengembangan dan Perluasan Kerja (Bangas) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Muller Silalahi di Jakarta, Selasa (19/11/02). Dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 98.812.448 orang tahun 2001 lalu saja, berarti persentase penganggur sekarang ini hampir 30 persen. "Kondisi pengangguran sudah sangat kronis, padahal solusinya belum ada. Apalagi, anggaran untuk mengatasinya relatif minim," katanya. *eti |
Laporan Final Harta RachmanJakarta 18/11/02: Menurut anggota Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) Petrus Selestinus, paling lambat awal 2003 akan menyerahkan laporan final hasil pemeriksaan harta kekayaan Jaksa Agung MA Rachman kepada presiden dan lembaga terkait. Padahal, sebelumnya, Ketua KPKPN Jusuf Syakir berharap sudah rampung sebelum lebaran ini. Menurut Petrus, proses pemeriksaan harta kekayaan Rachman sampai sekarang masih terus berjalan. Pemeriksaan makin intensif karena banyaknya laporan baru yang masuk dari masyarakat.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |