SELAMAT DATANG ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 091102
BERITA SINGKAT
INDEX BERITA   

garis

:::::: Berita garis

:::::: Wawancara garis
:::::: Opini
garis
:::::: Editorial
garis
:::::: Resensi
garis
:::::: Leadership
garis
:::::: Selamat HUT
garis
:::::: Pernikahan
garis
:::::: In Memoriam
garis
:::::: Sebelumnya
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Presiden Anugerahkan

Lima Gelar Pahlawan Nasional


Presiden Megawati Soekarnoputri menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh Indonesia, yaitu Andi Djemma (almarhum), Pong Tiku alias Ne'baso (almarhum), Prof Mr RH Iwa Kusuma Sumantri (almarhum), Jenderal Besar Kehormatan Abdul Haris Nasution (almarhum), dan Jenderal Kehormatan GPH Djati Kusumo (almarhum), hari Jumat (8/11/02)

.
Hadir dalam acara penganugerahan gelar yang diselenggarakan di Istana Negara Jakarta itu, antara lain Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz, Taufik Kiemas, mantan Wapres Soedharmono, Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Achmad Tirtosudiro, dan sejumlah menteri Kabinet Gotong Royong.


Andi Djemma adalah Raja Luwu, Sulawesi Selatan, tahun 1935-1946. Pong Tiku alias Ne'baso merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Toraja. Prof Mr RH Iwa Kusuma Sumantri, yang sering disebut dalam sejarah Indonesia, merupakan Menteri Pertahanan pertama di Indonesia. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dengan jabatan terakhir Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) tahun 1966-1972 dan GPH Djatikusumo, Wakil Ketua DPA tahun 1978-1983.


Selain itu, presiden juga menganugerahkan lima Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Nararya kepada delapan tokoh nasional. Kelima penerima Bintang Mahaputera Utama adalah Mohamad Jusuf Ronodipuro (Duta Besar RI untuk Argentina tahun 1972-1976), almarhum Mr Dr Masdoelhak Hamonangan Nasoetion Gelar Soetan Oloan (Sekretaris Wapres mendiang Mohammad Hatta), almarhum Mochtar Prabu Mangkunegara (Kepala Daerah Swatantra tingkat I Sumatera Selatan 1958-1959), almarhum Samaun Bakri (Wakil Residen Banten 1947-1948), dan almarhum Johannes Abraham Dimara (tokoh pejuang Irian Barat).


Sedangkan penerima Bintang Mahaputera Nararya adalah almarhum Tji Agus Kiemas SH (ayah kandung Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati), pejabat tinggi Departemen Perdagangan tahun 1957-1967. Serta almarhum Arifin (Ajudan Wapres Mohammad Hatta) dan almarhum Prof Dr Umar Kayam (tokoh budayawan).


Juga dianugerahkan Bintang Budaya Paramadharma kepada tiga tokoh, yaitu mendiang Chairil Anwar (sastrawan), almarhum Ismail Marzuki (komponis), serta almarhum Teguh Karya (sutradara teater, film, dan televisi). Serta satu-satunya penerima Bintang Jasa Nararya adalah almarhum Go Kim Tjoan alias Hendro Gunawan, mantan pimpinan cabang Legiun Veteran RI di Fakfak, Irian Jaya. *eti

  

Slamet Supriadi Gantikan Agus Widjojo di MPR


Mayjen Slamet Supriadi hari Kamis (7/11/02) secara resmi dilantik menjadi Wakil Ketua MPR dari unsur Fraksi TNI/Polri, menggantikan Letjen Agus Widjojo yang sedang memasuki masa persiapan pensiun. Pada saat yang sama, dilantik pula 13 anggota MPR baru pengganti antarwaktu.


Di antaranya Trimedya Panjaitan menggantikan almarhum Gusti Basan Burnia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), dan seorang dari Fraksi Utusan Daerah (F-UD), yaitu Radjin Sihombing menggantikan Hobbes Sinaga yang telah bergabung ke F-PDIP, serta 11 anggota Fraksi TNI/Polri yang telah mengganti antarwaktu 11 anggota DPR tanggal 23 Oktober lalu. *eti
 

 

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero