| SELAMAT DATANG | ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA | |||||||||||||||
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 221102 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Imam Samudra DitangkapJakarta 21/11/02: Imam Samudra, yang diduga menjadi otak peledakan bom di Kuta, Bali, 12 Oktober 2002, yang menewaskan 184 orang ditangkap polisi di Merak, Provinsi Banten, hari Kamis 21/11/02. Imam, yang juga diduga terlibat peledakan bom di malam Natal tahun 2000, ditangkap sekitar pukul 17.30 di atas bus Kurnia di dermaga I Pelabuhan Merak. Ia duduk di kursi 25 dengan tiket menuju Pekanbaru. Sebelumnya tim investigasi Polri ini juga telah menangkap Rauf, hari Selasa, dan Yudi pada hari Rabu, di Ciruas, Serang. Dari kedua orang ini diketahui keberadaan Imam. Kemudian, setelah menangkap Imam, polisi juga menangkap Amin, Kamis malam di Rumah Sakit Cilegon. Ketiga orang ini diduga turut bersama Imam Samudra ke Bali dalam proses peledakan bom di Kuta. Presiden Megawati Jauhkan Pikiran Membenarkan TerorismeJakarta 21/11/02: Presiden Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya pada Peringatan Nuzulul Quran 1423 Hijriyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam 21/11/02, mengharapkan semua pihak untuk menjauhkan diri dari setiap pikiran yang mengedepankan, apalagi membenarkan terorisme atau tindak kekerasan lainnya. Presiden mengatakan, agama Islam dan bimbingan Nabi Muhammad SAW telah memberi bekal dan arahan yang lebih cukup kepada umatnya. Ditegaskan, “Dengan Al Quran yang kita imani dan kita agungkan sebagai rahmat dan kasih sayang Allah SWT, kita diberi kekuatan untuk berjuang dan mewujudkan cita-cita berintikan kehidupan yang damai, rukun, dan sejahtera itu. Dengan semangat seperti itu pula, kita diharapkan menjauhkan diri dari setiap pikiran yang mengedepankan dan apalagi membenarkan terorisme atau tindakan kekerasan lainnya." TNI Tuntut 'The Washington Post'Jakarta 21/11/02: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menuntut Harian The Washington Post untuk memuat permohonan maaf 1/4 halaman di lima surat kabar yang terbit dan beredar luas di AS, termasuk The Post, serta di lima harian yang terbit dan beredar luas di Indonesia. Tuntutan itu diajukan sehubungan berita harian The Post terbitan 3 November 2002 yang menyebutkan para perwira senior militer Indonesia membicarakan suatu operasi atas PT Freeport yang menyebabkan dua warga AS dan satu warga Indonesia tewas. Menurut pengacara TNI, Trimoeldja D Soerjadi dan Frans H Winarta, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis 21/11/02, pemberitaan itu sama sekali tidak mengandung kebenaran, dan merupakan fitnah yang berdampak mencemarkan dan merugikan nama kliennya di mata masyarakat internasional dan Indonesia. |
Suripto Ditahan
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |