| SELAMAT DATANG | ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA | |||||||||||||||
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 281102 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Amin Syam-Syahrul Yasin MenangMakassar 28/11/02: Pasangan calon usulan Fraksi Partai Golkar (F-PG) Amin Syam-Syahrul Yasin Limpo menang mutlak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2003-2008 dengan mengantungi 39 suara dari 75 suara dalam Sidang Paripurna DPRD Sulsel, Kamis 28/11/02. Mereka mengungguli pasangan Nurdin Halid-Iskandar Mandji dan Aksa Mahmud-Malik Hambali yang hanya mengantungi masing-masing 18 suara. Dengan perolehan suara mutlak (lebih 50 persen) pemilihan yang dipimpin Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Eddy Baramuli itu, yang semula dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap akhirnya hanya berlangsung satu tahap. Usai pemilihan, pasangan Nurdin Halid-Iskandar Mandji dan Aksa Mahmud-Malik Hambali menerima hasil pemilihan yang diniliai berlangsung sesuai proses demokrasi, tertib dan kondusif. Ali Mazi Calon Gubernur Terpilih SultraKendari 28/11/02: Pasangan Ali Mazi-Yusran Silondae akhirnya ditetapkan DPRD sebagai calon gubernur dan wakil gubernur terpilih Sulawesi Tenggara (Sultra) pada hari Kamis 28/11/02. Pasangan ini tidak terbukti melakukan politik uang. Pelantikan direncanakan 23 Desember 2002. Ketua Panitia Pemilihan Gubernur DPRD Sultra, Andry Djufri menjelaskan, dari delapan surat pengaduan masyarakat yang masuk selama tahap uji publik, tidak satu pun menyertakan bukti terjadinya politik uang pemilihan gubernur itu. Dalam rapat pleno khusus DPRD Sultra 21 November 2002 lalu, pasangan Ali Mazi (profesi pengacara)-Yusran Silondae dari F-PG memperoleh 24 suara. Mengalahkan Ismail Tangka yang dicalonkan F-PDIP (11 suara), dan Djaali yang dicalonkan Fraksi Reformasi (8 suara). RUU Parpol dan Penyiaran DisahkanJakarta 28/11/02: Semua fraksi DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Partai Politik untuk disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna hari Kamis (28/11). Kendati, persetujuan itu ditandai dengan berbagai catatan keberatan (minderheidsnota) sejumlah anggota soal kuota minimal 30 persen perempuan untuk kepengurusan partai politik. Pada hari yang sama, DPR dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR AM Fatwa di Gedung Nusantara V MPR/DPR juga akhirnya menyetujui RUU Penyiaran untuk disahkan menjadi UU meski ditandai unjuk rasa dari kalangan pertelevisian dan radio. Imam Samudra Siap Dihukum MatiJakarta 28/11/02: Abdul Azis alias Imam Samudra menyatakan dirinya siap menerima hukuman mati sebagai konsekuensi berbagai aksi pengeboman yang dilakukannya selama ini. Pengacaranya, Andi Windo, SH, mengatakan hal itu kepada pers Kamis 28/11/02 pagi, di Mabes Polri, Jakarta. Menurut Andi, kliennya membenarkan sebagai pembuat bom yang diledakkan di Jalan Legian, Kuta Bali. Sementara itu, tim investigasi kasus peledakan bom Bali hari Kamis 28/11/02 telah mulai memeriksa tiga warga Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan anggota jaringan teroris internasional. Tim juga berupaya memeriksa seorang warga negara Malaysia yang diketahui sebagai penyandang dana peledakan bom di Bali. |
PP Muhammadiyah Idul Fitri 5 Desember 2002Jakarta 27/11/02: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idul
Fitri, 1 Syawal 1423 Hijriah, jatuh pada hari Kamis, 5 Desember 2002.
Penetapan itu didasarkan pada hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih
dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah.
|
|||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |