Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Kategori: ARSIP

    Pemerintah Jangan Jadi Penghimbau!


    Pemerintah Jangan Jadi Penghimbau!
    Jusuf Kalla | Ensikonesia.com | wes
    Tokoh Terkait

    Berita Terkait

    Berita Filter
     

    Pemerintah seharusnya berani memerintah, jangan jadi pengimbau. "Jika pemerintah kerjanya hanya mengimbau, maka hanya menumpuk masalah, karena tidak ada ketegasan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada," kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kendari, Jumat 25 Mei 2012.

    "Khan sudah jelas, disebut pemerintah negara Indonesia, bukan pengimbau negara Indonesia, jadi sebagai pemerintah harus tegas bisa memerintah siapa saja," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini saat berada di Kendari dalam rangka melantik pengurus PMI Sultra periode 2012-2017.

    Selengkapnya baca berita Tempo.co.id atau berikut ini:

    Jum''at, 25 Mei 2012 | 23:54 WIB
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
    Jusuf Kalla
    : Pemerintah Harus Stop Jadi Penghimbau!

    TEMPO.CO, KENDARI - Mantan Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
    Jusuf Kalla
    mengatakan sebagai pemerintah seharusnya berani memerintah, jangan jadi pengimbau. "Khan sudah jelas, disebut pemerintah negara Indonesia, bukan pengimbau negara Indonesia, jadi sebagai pemerintah harus tegas bisa memerintah siapa saja," kata Kalla, di Kendari, Jumat 25 Mei 2012.

    Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini berada di Kendari dalam rangka melantik pengurus PMI Sultra periode 2012-2017. Adalah Rusiawaty Abunawas Yusran Silondae, yang mendapat amanah ketua PMI setempat.

    Ia mengatakan, jika pemerintah kerjanya hanya mengimbau, maka hanya menumpuk masalah, karena tidak ada ketegasan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

    "Karena itu saya berharap pemerintah berhenti menjadi pengimbau. Harus gunakan wewenang yang melekat sebagai pemerintah yakni memerintahkan sesuatu, akibat perintah itu adalah persoalan belakang," katanya.

    Saat dirinya menjadi wakil presiden, katanya, selalu melakukan hal ini yakni memerintahkan aparat untuk melakukan, mengerjakan dan menyelesaikan sesuatu.

    "Karena itulah saya sering dikatakan oleh berbagai kalangan bahwa langkah saya itu melanggar aturan atau menabrak aturan," ujarnya.

    Tetapi, kata Jusuf, yang dilakukan itu bukan melawan aturan atau menabrak aturan, itu adalah upaya merubah aturan ke arah yang lebih baik dan lebih diterima oleh masyarakat. ARSIP


    Tag: pemerintah, Pengimbau

    Ditayangkan oleh redaksi  |  Dibuat 30 Mei 2012  |  Pembaharuan terakhir 19 Jul 2012

    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Setiap kemajuan selalu melibatkan risiko. Anda tidak dapat mengambil risiko nomor dua untuk meraih nomor satu." ~ Frederick Wilcox
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us