Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Aksi Damai MIM | Kategori: KEADILAN

    Hentikan Fitnah Al-Zaytun


    Hentikan Fitnah Al-Zaytun
    Tokoh Terkait

    Berita Terkait

    Berita Filter
     

    Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang melakukan aksi damai di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 14/7/2011 meminta penghentian fitnah kepada Panji Gumilang sebagai pimpinan Ponpes Al-Zaytun. Koordinator aksi, Eko Prayitno mengatakan pemberitaan yang menyudutkan Panji Gumilang sebagai pimpinan Ponpes Al-Zaytun dan para santri yang kini belajar di pesantren itu selama ini sangat tidak adil.

    Eko mengatakan hal ini perlu diluruskan dan jangan sampai ada fitnah. "Hari ini saya difitnah. Perlu ditegaskan bahwa tidak ada kaitannya NII dengan MIM dan aksi ini," ucap Eko kepada pers di lokasi berkumpulnya massa, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2011).

    Eko menjelaskan bahwa MIM merupakan kumpulan organisasi dan masyarakat Indonesia yang ingin dan sedang membangun bangsa Indonesia. Mereka terdiri dari simpatisan di luar Pondok Pesantren Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Al-Zaytun
    dan ada juga para santri dan wali santri yang merasa disudutkan dengan dikaitkan dengan gerakn NII. Wali santri di Ponpes Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Al-Zaytun
    , Indramayu, itu mempertanyakan mau dibawa kemana kerangka berpikir bangsa ini? "Kami tidak ada kaitannya dengan NII," tegas Eko.

    Eko Prayitno, mengatakan, informasi yang mengaitkan Pondok Pesantren Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Al-Zaytun
    dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah tidak benar. Sebagai wali santri, Eko mengatakan anaknya dididik sama seperti pesantren pada umumnya. "Proses belajar mengajar di Al-Zaytun sama dengan tempat lainnya," ujar Eko. Dia mengatakan, sebagai wali santri yang anaknya juga turut mengenyam proses pendidikan di Al-Zaytun, melihat sendiri bahwa proses belajar dilakukan sesuai dengan yang diamanatkan KeLihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    an Pendidikan Nasional.

    "Saya tidak ingin anak saya lulus dari sana dan dicap negatif masyarakat dan akhirnya nasibnya nggak jelas. Aksi kami ini demi anak bangsa, saya bela demi anak bangsa, jangan sampai rusak (oleh) kabar-kabar yang tidak jelas," katanya.

    Eko Prayitno, mengatakan, informasi yang mengaitkan Pondok Pesantren Al-Zaytun dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah tidak benar. Sebagai wali santri, Eko mengatakan anaknya dididik sama seperti pesantren pada umumnya. "Proses belajar mengajar di Al-Zaytun sama dengan tempat lainnya," ujar Eko. Dia mengatakan, sebagai wali santri yang anaknya juga turut mengenyam proses pendidikan di Al-Zaytun, melihat sendiri bahwa proses belajar dilakukan sesuai dengan yang diamanatkan KeLihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    an Pendidikan Nasional.

    "Mereka belajar mengikuti pemerintah. Tidak ada perbedaan. Dan tidak ada  radikalisme yang diajarkan, tidak ada pula satu pun alumnus Al-Zaytun yang menjadi teroris," tegas Eko. Dia menjamin bahwa proses pendidikan agama di Al-Zaytun juga mengikuti agama Islam pada umumnya. "Saya berani menjamin. Dia (santri) adalah anak bangsa yang akan membangun bangsa ini. Mohon diluruskan," ujarnya.

    Menurut Eko, pemberitaan yang mengaitkan Al-Zaytun dengan gerakan NII KW 9 telah merugikan peserta didik Al-Zaytun dan berpengaruh pada proses belajar mengajar di dalamnya. "Kami semua ingin meluruskan pandangan-pandangan yang salah terhadap kami di sini. Kami selalu sesuai dengan pemerintah, kami tunduk dengan pemerintah dan kepada presiden," ujarnya.

    Sekitar 50.000 massa yang tergabung dalam Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) melakukan aksi damai di Jakarta, Kamis (14/7/2011) menuntut penghentian Pendzaliman Terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Panji Gumilang
    dan juga Ustaz Abdul Halim. Mereka membawa spanduk berisikan pesan, antara lain: "Berikan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Zaytun Keadilan dan Jangan Terus Difitnah karena Mereka Sedang Mengemban Amanah Bangsa dan Negara, Mendidik dan Mencerdaskan Bangsa".

    Orasi di Mabes Polri
    Setelah melakukan long march dari Lapangan Parkir Timur Senayan, puluhan ribuan massa Masyarakat Indonesia Membangun (MIM), Kamis (14/7/2011), tiba di lapangan Bhayangkara, Mabes Polri. Di tempat itu mereka berorasi menuntut keadilan terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Syaykh Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Panji Gumilang
    dan juga Ustaz Abdul Halim. Mereka menyampaikan tuntutan penangguhan penahanan Ustaz Abdul Halim dan rehabilitasi terhadap Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Pendiri dan Syaykh Al-Zaytun
    Panji Gumilang
    .

    Akibat banyaknya massa MIM, tidak tertampung di lapangan Bhayangkara sehingga sampai luber ke luar Jalan Trunojoyo. Akibatnya, Kapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    menutup sepanjang Jalan Trunojoyo baik dari arah Kejaksaan Agung maupun dari arah Blok M.

    Pihak keKapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    an tampak melakukan pengawalan ketat dengan membuat pagar manusia mengelilingi lapangan Bhayangkara, tempat para demonstran berkumpul. Begitu pula di depan Mabes Polri, yang terletak persis di depan lapangan Bhayangkara, para personel Brimob juga berjaga dengan membawa tameng. KeKapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    an juga sudah menyiapkan kendaraan taktis (rantis) di sekitar lokasi demonstrasi. Tampak kawat berduri dan nobil barakuda bertengger di dekat lapangan. Berita TokohIndonesia.com | rbh

    ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

     


    Tag: al-zaytun, polisi, Keadilan, MIM

    Ditayangkan oleh redaksi  |  Dibuat 14 Jul 2011  |  Pembaharuan terakhir 25 Nov 2011

    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010. Lukisan ketiga anak tersebut masuk dalam 315 lukisan terbaik dari sekitar 10.000 lukisan yang disampaikan kepada panitia. Mereka adalah siswa Ananda Visual Art School Bandung, yakni Michelle Wijaya (6) dan Ellen Setiawan (8) untuk kelompok usia di bawah 10 tahun, serta Shubham Patni (13) untuk kelompok usia 11-15 tahun.
     

    Tokoh Monitor

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us