WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Kategori: CATATAN KILAS

Menimang Capres 2014


Menimang Capres 2014
Ch. Robin Simanullang | Ensikonesia.com | wes

Perbincangan tentang calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) sudah makin hangat. Publik dan partai-partai politik yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU, telah mulai menimang-nimang siapa gerangan Capres – Cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2014.

Ch. Robin Simanullang | TokohIndonesia.com

Tokoh Terkait

Berita Terkait

Berita Filter
 
Kategori Pekerjaan:
Presiden-Wapres (0)
Pahlawan (0)
Pemuka (0)
Pejabat (0)
Politisi-Aktivis (0)
Profesi (0)
Pengusaha (0)
Selebriti (0)
Juara (0)

Beberapa pengamat politik juga telah melontarkan pengamatannya. Demikian juga beberapa media telah merilis berbagai versi daftar nama tokoh yang potensial ikut bertarung dalam Pilpres 2014. Tak ketinggalan lembaga-lembaga survei, baik yang independen ataupun pesanan sponsor, juga telah merilis hasil surveinya.

Sangat beragam nama-nama tokoh yang dimunculkan. Namun ada beberapa nama yang selalu dirilis lebih menonjol, di antaranya Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
, Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Prabowo Subianto
, dan Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
, serta meroket belakangan Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Joko Widodo
(Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Jokowi
). Sementara tokoh yang sudah gencar mengiklankan diri antara lain Abrurizal Bakrie, Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Prabowo Subianto
, Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
, Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Hary Tanoesoedibjo
dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2009-2014
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2009-2014
Irman Gusman
. Serta beberapa tokoh yang terkesan menebar pesona, antara lain Abrurizal Bakrie, Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
, Pemilik Para Group
Pemilik Para Group
Chairul Tanjung
, Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Prabowo Subianto
, Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
, Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
dan Ketua KPK Jilid 3
Ketua KPK Jilid 3
Abraham Samad
.

Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah bercucuran keringat mengurus partai, tapi langsung menjadi Capres? Hal itu, bagaikan pungguk merindukan bulan. Kecuali partai tersebut sama sekali tidak punya tokoh (Ini partai gagal). Hanya 'keajaiban' kegagalan partai ini yang memungkinkan tokoh-tokoh ini jadi Capres-Cawapres.

Sedangkan tokoh-tokoh yang telah menyatakan diri siap maju sebagai Capres dan telah mendapat dukungan dari partai antara lain Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Aburizal Bakrie
(telah didukung resmi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
), Prabowo Subianto (didukung resmi Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Gerindra
), Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
(telah didukung resmi PAN), Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Sutiyoso
(didukung resmi PKPI, tapi tidak lolos), Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
(didukung resmi Hanura), dan Direktur Pelaksana Bank Dunia
Direktur Pelaksana Bank Dunia
Sri Mulyani
(didukung Partai SRI, tidak lolos). Sedangkan tokoh yang menyatakan siap jadi capres tapi tidak mendapat dukungan partainya adalah Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
(Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
). Tokoh yang telah giat mencari-cari dukungan partai antara lain Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
(temui PKB).

Sementara, tokoh yang terkesan amat berobsesi menjadi presiden sejak awal era reformasi 1998 tapi belum kesampaian antara lain Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
, Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Kabinet Persatuan
Menteri Keuangan Kabinet Persatuan
Rizal Ramli
, Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
, Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Yusril Ihza Mahendra
dan Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Din Syamsuddin
.

Sedangkan nama tokoh yang sering dilontarkan partai sebagai Capres tapi terkesan hanya sebagai 'mikrofon' atau penggembira antara lain Sri Sultan Hamengku Buwono X, Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
, Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
, Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
dan Panglima TNI RI (2002)
Panglima TNI RI (2002)
Endriartono Sutarto
(belakangan sudah masuk Partai Nasdem). Yang paling ria, ada pula nama tokoh yang dianggap publik dimunculkan hanya sebagai hiburan (untuk tidak disebut dagelan) politik Capres, antara lain artis dangdut Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
.

Redaksi Majalah Berita Indonesia (Berindo) bekerjasama dengan TokohIndonesia.com mengelompokkan nama-nama tokoh yang telah ditimang-timang publik dan partai politik sebagai tokoh yang berpotensi jadi Capres-Cawapres 2014, dalam tiga kelompok, yakni: 1) Capres yang potensial diusung Parpol; 2) Capres Alternatif Potensial; 3) Capres Alternatif Penggembira.

Capres Potensial Diusung Parpol

Kemungkinan Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
) akan menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2014. Kedua partai ini diperkirakan akan menjadi pemenang nomor satu dan nomor dua. Jika Golkar nomor satu, maka Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
nomor dua, dan sebaliknya. Dengan demikian kedua partai ini diperkirakan masing-masing akan memimpin koalisi Capres-Cawapres yang berbeda (bersaing). Walau juga mungkin akan membangun koalisi bersama.

Sementara, Partai Demokrat (Pemenang Pemilu 2009) masih berpeluang menduduki urutan ketiga (jika kemelut internal dan negatifnya persepsi publik akibat beberapa elitnya terlibat korupsi bisa segera diatasi), dan akan memimpin satu koalisi Capres-Cawapres dengan mengusung Capres sendiri, bersaing dengan koalisi yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
dan Golkar. Namun, sangat terbuka kemungkinan Demokrat akan bergabung dengan PDIP atau Golkar dengan hanya mengusung Cawapres. Apalagi jika Demokrat hanya berada di bawah urutan ketiga.

Sebab Partai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Gerindra
, Nasdem atau Hanura, bisa melonjak ke urutan tiga, empat dan lima. Ketiga partai ini bisa membangun koalisi Capres-Cawapres dengan partai-partai menengah dan kecil lainnya. Ketiga partai ini tampaknya sangat berambisi untuk bisa menembus urutan lima besar. Partai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Gerindra
mungkin akan menduduki urutan ketiga, walaupun upaya ini tentu tidak terlalu mudah dan juga sangat dipengaruhi pula posisi Demokrat. Sementara Partai Hanura dan Partai Nasdem setidaknya sama-sama berpeluang lolos parliamentary threshold (ambang batas parlemen) sehingga punya posisi tawar dalam peta politik Capres-Cawapres.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
PKS
) yang sebelumnya berharap dapat mengusung Capres sendiri, tampaknya harus lebih bekerja keras setelah 'presidennya' menjadi tersangka korupsi impor daging sapi. Partai Amanat Nasional (PAN tampaknya sangat berharap bisa mengusung Capres sendiri pada Pilpres 2014. Sementara beberapa partai lainnya tampaknya cukup realistis bila hanya menargetkan punya posisi tawar (lolos PT) ikut bergabung dengan koalisi Capres-Cawapres yang lain.

Dengan demikian, peta politik Capres-Cawapres 2014 diperkirakan sebagai berikut:

Koalisi Capres PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sampai saat ini belum menetapkan Capres 2014. Ada tiga nama yang potensial diusung partai ini menjadi Capres dan Cawapres, yakni: 1) Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
(mantan Presiden/Ketua Umum PDIP); 2) Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Puan Maharani
, sebagai Cawapres bukan Capres (Putri Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
/kader PDIP); 3. Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Joko Widodo
(Gubernur DKI Jakarta/kader PDIP).

Partai ini diprediksi akan memimpin satu koalisi dalam pencapresan 2014. Peluang Megawati sebagai Capres dari PDIP masih lebih terbuka lebar ketimbang Puan dan Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Jokowi
. Megawati kemungkinan akan menggandeng Kepala Staf TNI-AD
Kepala Staf TNI-AD
Pramono Edhie Wibowo
(Demokrat), Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Sutiyoso
(PKPI jika lolos), atau Jusuf Kalla (atas dukungan partai lain), Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
(Golkar), Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Surya Paloh
(Nasdem), Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Suryadharma Ali
(Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
), atau Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
(PAN).

Sedangkan Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Puan Maharani
lebih terbuka sebagai Cawapres yang berpasangan dengan Prabowo Subianto (Capres Gerindra), Kepala Staf TNI-AD
Kepala Staf TNI-AD
Pramono Edhie Wibowo
(Capres Demokrat), Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Aburizal Bakrie
(Capres Golkar), Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Surya Paloh
(Nasdem) atau Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007
Sutiyoso
(atas dukungan aliansi parpol).

Sementara Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Gub DKI Jakarta (2012-2017)
Jokowi
, kendati berpotensi mendulang suara, tapi kemungkinan PDIP tidak akan mengambil risiko melepas jabatan Gubernur DKI. Jokowi lebih dipersiapkan (idealnya) menjadi Capres 2019. Kecuali ada suatu kondisi, terutama desakan dan dukungan publik membesar dan terukur, Jokowi akan diusung sebagai Capres bukan Cawapres. Kemungkinan Jokowi akan berpasangan dengan Cawapres: Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Puan Maharani
(PDIP), atau Kepala Staf TNI-AD
Kepala Staf TNI-AD
Pramono Edhie Wibowo
(Demokrat), Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Surya Paloh
(Nasdem), Hatta Rajasa (PAN), Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Suryadharma Ali
(Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
), atau Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Yenny Wahid
atau Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Muhaimin Iskandar
(NU-PKB).

Koalisi Capres Golkar

Partai Golkar juga diprediksi akan memimpin satu koalisi sebagai pesaing bagi koalisi lain. Golkar telah menetapkan Ketua Umumnya Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Aburizal Bakrie
sebagai Capres, kendati elektabilitasnya masih lebih rendah dari Jusuf Kalla (mantan Ketua Umum Golkar) yang berpotensi sebagai gangguan pencapresannya. Aburizal kemungkinan akan menggandeng Pramono Edhie Wibowo (Demokrat), Hidayat Nurwahid atau Wakil Ketua DPR, 2009-2014
Wakil Ketua DPR, 2009-2014
Anis Matta
(Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
PKS
), Puan Maharani (PDIP), Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Suryadharma Ali
(Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
), Hatta Rajasa (PAN), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Muhaimin Iskandar
(PKB), atau Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Din Syamsuddin
(Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
).

Namun, masih terbuka kemungkinan Aburizal Bakrie tak jadi diusung Golkar sebagai Capres. Maka dia akan menjadi Cawapres dari Capres Partai Demokrat yakni Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Kristiani Herawati
(Istri Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
), jika perolehan suara Demokrat lebih besar dari Golkar atau jika Golkar bukan urutan pertama (hanya urutan dua) dan Demokrat urutan tiga. Tapi melihat kondisi Demokrat saat ini, kemungkinan ini sangat sulit. Di sisi lain, suara Golkar kemungkinan akan terpecah apabila Jusuf Kalla diusung partai lain sebagai Capres atau Cawapres. Sementara, Akbar Tanjung (Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
kawakan selaku Ketua Dewan Pembina Golkar) akan lebih berperan sebagai king maker yang memainkan pencapresan Aburizal Bakrie. Tak tertutup kemungkinan Aburizal Bakrie 'dikondisikan' mundur dan akan digantikan oleh Akbar sendiri menjadi Capres atau lebih berpeluang sebagai Cawapres (koalisi PDIP atau Demokrat).

Koalisi Capres Demokrat

Masih terbuka peluang Partai Demokrat memimpin satu koalisi Capres-Cawapres jika masih meraih suara urutan tiga pada Pemilu Legislatif. Kemungkinan Demokrat akan mengusung: 1) Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Kristiani Herawati
(Istri Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
); 2) Pramono Edhie Wibowo (Kepala Staf TNI Angkatan Darat); 3) Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
(Mensesneg); dan 4) Hatta Rajasa (Ketua Umum PAN/Besan SBY).

Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Kristiani Herawati
mempunyai peluang lebih besar diusung sebagai Capres ketimbang nama lain sesuai urutan. Tampaknya, Ibu Ani tidak disiapkan sebagai Cawapres. Namun tiga nama lainnya, selain sebagai Capres bisa mungkin sebagai Cawapres. Sebagaimana disebut di atas, Pramono Edhie Wibowo sangat berpeluang sebagai Cawapres mendampingi Hatta Rajasa, atau Megawati atau Aburizal Bakrie. Sementara peluang Anas sebenarnya cukup besar seandainya kasus Wisma Atlit dan Hambalang tidak terungkap. Sedangkan Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
lebih berpeluang (diposisikan) menjadi Ketua Umum Demokrat dengan misi kebangkitan kembali.

Koalisi Capres Gerindra

Partai Gerindra sejak didirikan telah mendeklarasikan pencapresan Prabowo Subianto, yang juga menempati posisi Ketua Dewan Pembina dengan kekuasaan melebihi Ketua Umum, mirip seperti Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
di Golkar dulu dan SBY di Partai Demokrat. Jadi partai ini tengah berjuang keras untuk mewujudkan mimpi mengusung Prabowo jadi Capres, bukan Cawapres seperti Pilpres 2009 lalu.

Gerindra berpeluang membangun dan memimpin koalisi Capres-Cawapres dengan partai-partai menengah dan kecil yang akan mengusung Cawapres, antara lain: 1) Surya Paloh (Nasdem); 2) Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Muhaimin Iskandar
(PKB); 3) Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Yenny Wahid
(NU); 4) Suryadharma Ali (PPP); atau 5) Hidayat Nurwahid (Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
PKS
).

Namun, hal tersebut tampaknya adalah alternatif kedua bagi Gerindra. Petinggi partai ini tampaknya lebih bergairah jika bisa membangun koalisi bersama partai besar, seperti PDIP, Golkar dan Demokrat. Sinyal politik yang terasa kuat adalah menggaet Puan Maharani (PDIP) sebagai Cawapres. Atau sangat mungkin Hatta Rajasa sebagai Cawapres atas dukungan PAN dan Demokrat. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
(Golkar) juga mungkin sebagai Cawapres, tergantung bagaimana dinamika politik di Golkar.

Koalisi Capres PAN

Partai Amanat Nasional (PAN) diperkirakan akan berpeluang memimpin koalisi Capres-Cawapres kendati perolehan suaranya di bawah 10% atau bukan yang terbesar di antara partai koalisi. Keunikan koalisi PAN ini memungkinkan karena faktor Hatta Rajasa pribadi. Sebagai orang dekat dan besan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
, sangat memungkinkan Demokrat akan memberi dukungan (berkoalisi) dengan PAN untuk mengusung Hatta Rajasa sebagai Capres. Jika ini terjadi, Cawapresnya adalah adik ipar SBY, Pramono Edhie Wibowo. Dengan demikian pula, PAN akan lebih mudah mengajak PKS, PPP, PKB, dan partai-partai kecil lainnya untuk bergabung. Dengan demikian, Hatta Rajasa akan menjadi kuda hitam yang berpeluang terpilih menjadi presiden.

Secara internal di PAN, Hatta Rajasa terlihat piawai mengelola politik. Dia selalu bisa menundukkan Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
sebagai tokoh yang tampak merasa 'pemilik' atau orang berpengaruh di partai tersebut. Dalam realitas, sejak PAN didirikan, Hatta Rajasa-lah 'pemilik' atau yang paling menikmati kekuasaan dari pengaruh politik PAN. Dia telah menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
dari PAN dalam tiga periode kabinet dan kini menduduki jabatan Ketua Umum.

Kepiawaian politiknya makin terlihat ketika dia bisa meraih Ketua Umum PAN dan kemudian berhasil pula dengan sempurna menundukkan ambisi kekuasaan politik Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
menjadi Capres. Suatu hal yang gagal dilakoni Sutrisno Bachir ketika memimpin PAN. Kini, PAN sepenuhnya di bawah kendali Hatta Rajasa.

Secara eksternal, Hatta Rajasa juga terlihat piawai menjalin komunikasi politik dengan petinggi partai manapun, kendati di antara petinggi partai-partai lain itu saling berseteru. Sebagai contoh, ketika Megawati (PDIP) dan SBY (Demokrat) tidak saling sapa, Hatta Rajasa bisa menjalin komunikasi akrab dengan keduanya.

Koalisi Capres PKS

Pada Pilpres 2014, PKS menargetkan akan mengusung Capres sendiri. Jika keinginan ini dapat diwujudkan, PKS akan mengusung Hidayat Nurwahid atau Wakil Ketua DPR, 2009-2014
Wakil Ketua DPR, 2009-2014
Anis Matta
. Tapi belajar dari Pilgub DKI Jakarta, kemungkinan nyali mereka sedikit surut. Apalagi setelah Presiden PKS Lutfi Hasan sendiri sudah jadi tersangka korupsi impor daging sapi. Masalah lainnya, dengan partai mana PKS akan membangun koalisi Cawapres? Dari segi kedekatan ideologis, dengan PAN atau PBB. Tapi PAN telah mendeklarasikan Hatta Rajasa sebagai Capres. Sementara, PBB sudah tak lolos menapaki perjuangan terjal untuk bisa ikut Pemilu, apalagi mereka punya Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Menteri Sektetaris Negara RI (2004-2007)
Yusril Ihza Mahendra
yang lebih progresif sebagai Capres.

Atau bisakah mereka meyakinkan Demokrat, Nasdem, PKB, dan PPP? Mungkin juga dengan Hanura, jika Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
mengurungkan niat jadi Capres jika perolehan suara Hanura tak meningkat atau malah surut.

Koalisi Capres Partai Lainnya

Beberapa partai, seperti Nasdem dan Hanura, juga terlihat berupaya mengusung Capres sendiri. Seperti: Surya Paloh (Nasdem) dan Wiranto (Hanura). Kedua partai ini bersaing keras dan membutuhkan turunnya hujan keajaiban untuk bisa meraih kemenangan dalam Pemilu Legislatif untuk kemudian berpeluang membangun koalisi Capres-Cawapres.

Partai Hanura yang sebelumnya terancam sangat sulit lolos parliamentary threshold, mendapat suntikan darah baru dengan bergabungnya Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Hary Tanoesoedibjo
dkk setelah keluar dari Nasdem. Secara khusus, tampaknya agak aneh Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Presdir PT Media Nusantara Citra (MNC)
Hary Tanoesoedibjo
keluar dari Nasdem dan malah masuk ke Hanura, partai yang didirikan dan dipimpin oleh Wiranto. Apalagi bila semangat gerakan perubahan disebut sebagai alasan. Di Hanura, posisi Hary tidak lebih strategis dibanding ketika di Nasdem. Hary ke Hanura dalam posisi 'kecewa' akibat nalar politiknya sendiri yang belum punya jam terbang. Dalam kondisi 'terluka' dia ditampung di Hanura sebagai darah baru (ATM) dengan posisi tawar yang bunyinya saja nyaring tapi nyaris tanpa bobot. Apalagi sangat diragukan, secara ideologis, visi dan semangat perjuangan, Wiranto dan Hary, memiliki kesamaan yang lebih dekat dibanding sebelumnya Hary dengan Surya Paloh (Nasdem). Jika sebelumnya ketika di Nasdem masih berharap bisa menjadi Capres atau Cawapres, di Hanura hal itu menjadi mimpi di siang bolong.

Capres Alternatif Potensial

Selain nama-nama tokoh yang potensial diusung partai, ada juga beberapa nama tokoh yang sering disebut-sebut bisa dikelompokkan sebagai Capres Alternatif Potensial. Mereka ini sebenarnya punya potensi untuk ikut bersaing sebagai Capres-Cawapres. Tetapi mereka akan sulit mencapainya karena tidak mudah untuk mendapat dukungan dari partai. Kendati nama-nama mereka sering disebut-sebut oleh partai, belum tentu partai tersebut sungguh-sungguh mau mengusungnya.

Hal itu, tentu, sangat lumrah! Dalam politik, tidak ada makan siang gratis. Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah bercucuran keringat mengurus partai, tapi langsung menjadi Capres? Hal itu, bagaikan pungguk merindukan bulan. Kecuali partai tersebut sama sekali tidak punya tokoh (Ini partai gagal). Hanya 'keajaiban' kegagalan partai ini yang memungkinkan tokoh-tokoh ini jadi Capres-Cawapres.

Ada beberapa nama yang sering ditimang-timang sebagai Capres-Cawapres alternatif potensial. Di antaranya, Panglima TNI (2010-2013)
Panglima TNI (2010-2013)
Agus Suhartono
(Panglima TNI), Rektor Universitas Paramadina
Rektor Universitas Paramadina
Anies Baswedan
(Rektor Universitas Paramadina), Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
(Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara BUMN), Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Ketua Umum PP Muhammadiyah (2010-2015)
Din Syamsuddin
(Ketua Umum PP Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
), Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
(Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan), Panglima TNI RI (2002)
Panglima TNI RI (2002)
Endriartono Sutarto
(mantan Panglima TNI, belakangan masuk Nasdem), Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2002-2008)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2002-2008)
Jimly Asshiddiqie
(mantan Ketua MK), Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
(Ketua Mahkamah Konstitusi), dan Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU).

Selain nama-nama ini masih ada juga nama tokoh yang sering disebut-sebut yang dapat dikelompokkan sebagai Capres Alternatif Penggembira, atau Capres-Cawapres mikrofon (pengeras suara). Di antaranya, Ketua KPK Jilid 3
Ketua KPK Jilid 3
Abraham Samad
(Ketua KPK), Agum Gumelar (mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan), Agus DW Martowardojo (Menteri Keuangan), Pemilik Para Group
Pemilik Para Group
Chairul Tanjung
(Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
), Dipo Alam (Menteri Sekretaris Kabinet), Gita Irawan Wirjawan (Menteri Perdagangan), Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2009-2014
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2009-2014
Irman Gusman
(Ketua Dewan Perwakilan Daerah), Anggota DPR/MPR RI
Anggota DPR/MPR RI
Marwah Daud Ibrahim
(Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
ICMI
), Ketua DPR RI 2009-2014
Ketua DPR RI 2009-2014
Marzuki Alie
(Ketua DPR, kendati elit Demokrat), Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR, kendati elit Golkar), Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
(Artis), Menteri Keuangan Kabinet Persatuan
Menteri Keuangan Kabinet Persatuan
Rizal Ramli
(mantan Menteri Koordinator Perekonomian), Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
), Sukarwo (Gubernur Jatim), Tomy Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
dan lain-lain. (Majalah Berita Indonesia – BERINDO, Edisi 86, Februari 2013). Catatan Kilas Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Redaksi TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


Tag: Partai, Cawapres, Capres, Capres 2014, robin

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 07 Mar 2013  |  Pembaharuan terakhir 31 Okt 2013

Beri Komentar
 

Tokoh Monitor

lazada

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: