| |
C © updated
20042005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ap |
|
| |
Nama:
Kardinal Joseph Ratzinger
Nama Lahir:
Joseph Alois Ratzinger
Gelar:
Paus Benedictus XVI
Lahir:
Di Marktl am Inn, Bavaria, Jerman, Sabtu, 16 April 1927
Kewarganegaraan:
Jerman
Jabatan:
Paus Gereja Katolik Roma, merangkap Kepala Negara Vatikan
Jabatan Sebelumnya:
Prefek Kongregasi Doktrin dan Iman
Penguasaan Bahasa:
1. Bahasa Jerman 2. Bahasa Italia 3. Bahasa Inggris 4. Bahasa
Latin 5. Bahasa Perancis.
Perjalanan Karir:
- Tahun 1939, masuk persiapan seminari
- Tahun 1941 saat berusia 14 tahun bergabung dengan Hitler Youth
- Tahun 1943 dalam usia 16 t ahun dipaksa masuk korps antipesawat
terbang
- Pada November 1944 ia menjalani latihan militer di Kamp Infanteri
Wehrmacht
- Tahun 1945 ditangkap oleh tentara Sekutu dan dimasukkan ke kamp
interniran
- Pada Juni 1945 berhasil melepaskan diri dari kamp dan selanjutnya
masuk seminari
- Pada 29 Juni 1951 ditahbiskan menjadi imam oleh Kardinal Faulhaber
dari Muenchen
- Tahun 1953 membuat disertasi berjudul “People and Houseof God in Sint
Augustine’s doctrine of the Church”, dan ”, dan disertasi tentang
“Habilitationsschrift” di Saint Bonaventure
- Tahun 1957 memperoleh glar doktor teologi di Kolese Freising
- Tahun 1958 diangkat menjadi profesor pada Kolese Freising
- Tahun 1959-1963 menjadi profesor di Universitas Bonn
- Tahun 1962 (dalam usia 35 tahun) masuk dalam Konsili Vatikan II, dalam
kapasitas sebagai Kepala Pakar Teologi untuk Kardinal Joseph Frings dari
Cologne, Jerman
- Tahun 1962-1965 mengikuti Konsili Vatikan II
- Tahun 1966 mengajar Teologi Dogmatik di Universitas Tubingen
- Tahun 1969 kembali ke Bavaria dan mengajar di Universitas Regensburs
- Pada 24 Maret 1977 diangkat menjadi Uskup Agung Muenchen dan Freising
oleh Paus Paulus VI
- Senin 27 Juni 1977 diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Paulus VI
- Pada 25 November 1981 diangkat menjadi Prefek Konggregasi Doktrin dan
Iman, serta sebagai Presiden Komisi Teologi Internasional
- Tahun 1998 diangkat menjadi Wakil Dekan Kolegia Kardinal
- Tahun 2002 menjadi Dekan Kolegia Kardinal
- Sejak Selasa,19 April 2005 terpilih menjadi Paus ke-265 dengan nama
Paus Benediktus XVI
Alamat:
00120 Vatican City, Vatican City State
Telp. 06.69.88.32.96
Nama 11 Paus Terakhir:
1. Paus Benediktus XVI 2005-
2. Paus Yohanes Paulus II 1978-2005 (27 tahun)
3. Paus Yohanes Paulus I 1978 (33 hari)
4. Paus Paulus VI 1963-1978 (15 tahun)
5. Paus Yohanes XXIII 1958-1963 (5 tahun)
6. Paus Pius XII 1939-1958 (19 tahun)
7. Paus Pius XI 1922-1939 (17 tahun)
8. Paus Benediktus XV 1914-1922 (8 tahun)
9. Paus Pius X 1903-1914 (11 tahun)
10. Paus Leo XIII 1978-1903 (25 tahun)
11. Paus Pius IX 1846-1878 (32 tahun)
|
|
| |
|
|
|
|
PAUS BENEDIKTUS XVI

Paus Benediktus XVI
Pelayan yang Bersahaja
Kardinal Joseph Ratzinger kelahiran Marktl am Inn, Bavaria, Jerman,
Sabtu, 16 April 1927, terpilih sebagai Paus ke-265, pemimpin Gereja
Katolik Roma, menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang wafat pada 2
April 2005. Setelah terpilih Selasa 19 April 2005 yang ditandai
mengepulnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina di Basilika Santo
Petrus, dia memilih nama Paus Benediktus XVI.
Nama kepausan itu akan disandangnya hingga akhir hayat. Joseph Ratzinger
yang merupakan orang Jerman ke-8 yang menjadi Paus, akan memimpin 1,2
milyar umat Katolik di seluruh dunia. Ia sekaligus akan bertindak
sebagai Kepala Negara Tahta Suci Vatikan, berkedudukan di Roma, Italia.
Adalah Kardinal Jorge Medina Estevez dari Cile yang mengumumkan
pertamakali nama Paus yang baru terpilih itu, langsung dari balkon
Basilika Santo Petrus, ke khalayak ramai yang jumlahnya ratusan ribu
orang. Khalayak sudah sejak hari Senin (18/4/2005) memadati halaman.
“Habemus Papam…” demikian petikan ucapan Jorge Medina, yang
artinya kita telah memiliki Paus. Joseph Ratzinger terpilih menjadi Paus
pada pukul 17.50 waktu Vatikan (hari Selasa, 19/4), atau menjelang
tengah malam WIB (perbedaan waktu antara WIB dengan Vatikan lima jam).
Pilihan Kehendak Tuhan
Joseph Ratzinger adalah anak seorang polisi. Ia berasal dari keluarga
petani tradisional. Penulis buku “Truth and Tolerance” ini menampakkan
diri sebagai Paus untuk pertamakali juga dari balkon Basilika Santo
Petrus, tak lama setelah dirinya diumumkan terpilih.
Kemunculan Ratzinger, dengan nama Paus Benediktus XVI, membuat gemuruh
ratusan ribu massa pejiarah. Mereka selama dua hari penuh selalu dengan
saksama mengamati apa warna asap yang keluar dari cerobong Kapel
Sistina, hitamkah atau putih.
Dalam tradisi upacara pemilihan Paus, asap hitam yang muncul
menandakan pemilihan belum tuntas. Sedangkan jika muncul asap putih itu
pertanda Paus yang baru telah terpilih. Massa selain menyambut dengan
suara gemuruh, juga mengelu-elukan pria yang murah senyum tersebut.
Ratzinger terpilih menjadi Paus pada pemungutan suara putaran keempat.
Ke-115 kardinal dari 52 negara yang berhak memilih berhasil menunaikan
tugas pemilihan dalam waktu ‘singkat’ saja, sekitar 24 jam. Mereka
memilih dalam suasana doa dan mendasarkannya pada kehendak Allah, yang
disebut Providentia Dei (Penyelenggaraan Ilahi), bukan dengan kampanye
dan gembar-gembor janji.
Ratzinger mengungguli sejumlah nama yang sebelumnya sempat disebut-sebut
sangat layak sebagai pemimpin umat Katolik Roma. Yakni Kardinal Camilo
Ruini (74) dari Italia, dan Kardinal Maria Martini (usia di atas 70)
seorang Jesuit yang dinilai bijaksana serta progresif.
Arus besar memang sudah sejak lama mengarah ke Ratzinger. Ia mengikuti
jejak kemenangan Karol Wojtyla asal Polandia, yang pada 1978 terpilih
dan menjadi Paus Yohanes Paulus II. Terpilihnya Karol ‘mematahkan’
tradisi lama yang sudah berlaku berabad-abad, tepatnya selama 455 tahun
dimana setiap Paus selalu berasal dari kalangan ningrat Italia.
Kehadiran Paus Yohanes Paulus II di tahun 1978 membuka jalan dan
kesempatan besar bagi calon Paus yang non-Italia. Kardinal pertama yang
memanfaatkan ‘jasa’ Karol Wojtyla adalah Joseph Ratzinger, yang juga
disebut-sebut sebagai orang pilihan yang sudah lama ‘dipersiapkan’
sebagai pengganti Paus Yohanes Paulus II. Tipe kepemimpinan keduanya
memang sangat identik, sama-sama konservatif dan tradisional. Maklum,
sudah 23 tahun Ratzinger bertindak selaku penasihat doktrin bagi Paus
Yohanes Paulus II.
Terpilihnya Ratzinger merupakan pula wujud kehendak para kardinal untuk
tetap mempertahankan sikap ortodoks dari Paus Yohanes Paulus II. Tetapi
bersamaan itu, para kardinal sepertinya juga menghendaki agar Paus yang
terpilih sudah dalam usia 78 tahun itu tidak usah terlalu lama menjabat
seperti Paus Yohanes Paulus II selama 27 tahun, terlama dalam sejarah
kepausan setelah era Paus Pius IX (1846-1978).
Pilih nama Benediktus XVII
Kardinal Joseph Ratzinger mempunyai nama panggilan “Panzerkardinal”.
Kini dan untuk selanjutnya sebagai Paus ia akan sangat dikenal dengan
sebutan baru Paus Benediktus XVI. Paus terakhir yang memakai nama itu
adalah Kardinal Giacomo della Chiesa (asal Genoa, Italia), dengan
sebutan Paus Benediktus XV (1914-1922).
Paus baru yang lahir dengan nama lengkap Joseph Alois Ratzinger (dalam
bahasa Latin disebut Iosephus Ratzinger), di daerah pertanian Marktl am
Inn, Bavaria, Jerman Selatan akan sangat dipercayai oleh 1,2 milyar umat
Katolik di seluruh dunia sebagai Uskup Roma, “hamba dari segala hamba
Allah”, penerus Santo Petrus, dan bertindak selaku Wakil Kristus di
dunia.
Ratzinger berasal dari keluarga petani tradisional. Pada tahun 1937,
ayahnya yang seorang polisi pensiun dan tinggal menetap di kota kecil
Traunstein. Ketika berusia 14 tahun di tahun 1941 Ratzinger muda
bergabung dengan Hitler Youth, mengikuti sesuai ketentuan hukum yang
sudah berlaku sejak tahun 1938. Namun ia sangat tidak begitu antusias
sebagai anggota. Ia suka menolak menghadiri berbagai pertemuan.
Tahun 1943 dalam usia 16 tahun ia berhenti dari sekolah sebab dipaksa
mengikuti wajib militer, masuk dalam korps anti pesawat terbang. Ia
bertangungjawab menjaga keamanan pabrik BMW yang terletak di luar kota
Munich. Pabrik ini memproduksi mesin pesawat terbang dengan memanfaatkan
tenaga kerja budak yang didatangkan dari kamp konsentrasi Dachau.
Ratziger kemudian memperoleh pelatihan dasar militer infantri di Kamp
Infanteri Wehrmacht, ditempatkan di perbatasan Austria-Hungaria. Di sini
ia bekerja menggunakan alat pertahanan anti-tank. Setelah kembali ke
Bavaria pada Mei 1945, ia keluar dari dinas militer dan pulang ke kota
kecil Traunstein.
Namun tak lama setelahnya ia ditangkap oleh tentara Sekutu,
ditawan selama enam minggu di kamp interniran Allied POW. Baru pada
bulan Juni ia berhasil melepaskan diri dari kamp. Selanjutnya bersama
saudaranya Georg Ratzinger ia memasuki seminari Katolik. Pada 29 Juni
1951 ia ditahbiskan menjadi imam, juga bersama kakaknya itu, oleh
Kardinal Faulhaber dari Munich.
Pada tahun 1953 Joseph Ratzinger berhasil membuat disertasi dengan judul
tesis “The People and House of God in St. Augustine’s doctrine of the
Church”, dan disertasi lanjutan tentang “Habilitationsschrift”, di Saint
Bonaventure. Ia akhirnya memperoleh gelar doktor teologi pada 1957 dan
diangkat menjadi profesor tahun 1958 di Kolese Freising.
Ratzinger adalah profesor di Universitas Bonn antara tahun 1959-1963. Ia
kemudian pindah ke Universitas Munster. Tahun 1966 ia mengajar teologi
dogmatik di Universitas Tubingen, yang membuatnya berkesempatan
berkenalan dengan Hans Kung sebagai sesama kolega. Tahun 1969 ia kembali
lagi ke Bavaria dan mengajar di Universitas Regensburg.
Joseph Ratzinger menjadi Kardinal sejak tahun 1977, diangkat oleh Paus
Paul VI. Tokoh yang belakangan ini dikenal konservatif adalah profesor
pada Universitas Bonn, antara tahun 1959-1963. Ia mengajar teologi
dogmatik di Universitas Tubingen pada tahun 1966. Tahun 1969 ia kembali
lagi ke Bavaria dan mengajar di Universitas Regensburs, setelah
sebelumnya tahun 1965 diangkat menjadi profesor di situ.
Joseph Ratzinger pertamakali berkenalan dengan Kardinal Karol Wojtyla
saat berlangsung Konsili Vatikan II (1962-1965). Saat itu Joseph
Ratzinger sudah menjadi Peritus, atau Kepala Pakar Teologi untuk
Kardinal Joseph Frings dari Cologne, Jerman.
Pada Konsili Vatikan II Ratzinger bersama-sama dengan Karol Wojtyla
terlibat menyiapkan dokumen-dokumen yang dihasilkan dalam Konsili.
Begitu Karol dipilih menjadi Paus pada tahun 1978, tiga tahun kemudian
sejak 25 November 1981 Ratzinger ditarik ke Vatikan untuk memimpin
Kongregasi Doktrin dan Iman. Ini, adalah suatu posisi sentral dalam
Gereja Katolik Roma sebab berkaitan dengan ajaran tentang
kebenaran-kebenaran iman. Tidaklah mengherankan jika kemudian ia disebut
sebagai Paus “penjaga” iman umat Katolik di seluruh dunia.
Munculnya kembali Warga Jerman
Setelah menjabat Wakil Dekan Kolegia Kardinal sejak 1998, jabatan
terakhir yang kemudian dipercayakan kepada Ratzinger adalah Dekan
Kolegia Kardinal, berlaku sejak tahun 2002. Karena kedudukannya itulah
Ratzinger bertindak memimpin acara pemilihan Paus 2005.
Pada konklaf 2005 Ratzinger adalah salah seorang dari 14 Kardinal yang
pernah diangkat oleh Paus Paul VI. Namun hanya tiga orang diantaranya,
salah satunya Joseph Ratzinger yang masih berusia di bawah 80 tahun
sehingga berhak untuk dipilih menjadi Paus.
Maka para Kardinal pun memilih pria berusia 78 tahun itu menjadi Paus
baru. Ia adalah Paus tertua sepanjang 275 tahun terakhir setelah Paus
Clement XII, yang di tahun 1730 terpilih sebagai Paus di usia yang sama
78 tahun.
Ratzinger merupakan Paus ke-8 yang berasal dari Jerman. Ia juga Paus
ke-3 setelah Clement II dan Victor II yang berasal dari Jerman, menurut
teritori Jerman yang dikenal sekarang. Karenanya ia adalah Paus terakhir
yang berasal dari Germanic (gabungan Belanda dan Jerman), setelah Paus
Adrian VI yang terpilih tahun 1522 (dan meninggal tahun 1523).
Sebagian pihak menilai Benediktus XVI sebagai seorang paus yang
tradisional, sebagian lagi malah menyebutnya ortodoks. Sebagai misal, ia
sangat kritis dan menolak perilaku hidup kaum homoseksual, perkawinan
sesama gay, dan tindakan aborsi sebagaimana sikap sang pendahulu Paus
Yohanes Paulus II.
Paus Benediktus XVI menguasai bahasa Jerman, Italia, Inggris, Latin dan
Perancis. Sejak tahun 1992 ia adalah anggota French Academie. Ia
tergolong piawai memainkan alat musik piano, sejak di seminari dan
sangat menyukai musik Mozart dan Beethoven.
Majalah Time edisi bulan April 2005 menyebut nama Joseph Ratziznger
sebagai satu dari antara 100 orang paling berpengaruh di dunia. Pilihan
itu terbukti benar, sebab sejak 19 April 2005 orang yang dimaksud telah
menjadi Paus menggantikan Paus Yohanes Paulus II.
Berikan berkat pertama
Ketika berbicara kepada khalayak ramai yang memadati halaman Basilika
Santo Petrus, Kardinal Jorge Medina Estevez dari Cile yang muncul dari
balkon mengatakan:
“Annuntio vobis gaudium magnum;
habemus Papam:
Eminentissimum ac Reverendissimum Dominum,
Dominum Josephum
Sanctae Romanae Ecclesiae Cardinalem Ratzinger
qui sibi nomen imposuit Benedictum XVI.”
Atau: “I announce to you great joy: We have a Pope! The most Eminent and
Reverend Lord, the Lord Joseph, Cardinal of the Holy Roman Church
Ratzinger, who takes to himself the name of Benedict the sixteenth.”
Dari balkon yang sama itu pulalah Paus Benediktus XVI untuk pertama kali
berbicara kepada umat Katolik di seluruh dunia. “Saudara-saudaraku,
setelah Paus Yohanes Paulus II yang Agung, para kardinal telah memilih
saya, yang sederhana, pelayan yang bersahaja di hadapan Tuhan. Saya
bergembira karena Tuhan tahu apa yang harus Dia lakukan dan kerjakan
meski dengan peralatan yang tidak memadai.
Saya memercayakan dalam doa Saudara-saudara sekalian. Dalam
kegembiraan kebangkitan Tuhan dan kepercayaan dalam bantuannya yang
terus-menerus, kita akan terus maju. Tuhan akan menolong kita dan Bunda
Maria, Ibu-Nya yang tersuci, akan senantiasa mendampingi kita sekalian.
Terimakasih.”
Paus baru itu kemudian memberikan berkat kepausannya yang pertama untuk
kota dan dunia (urbi et orbi). ► e-ti/
ht, dari berbagai sumber
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|