| |
C © updated 15032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/pravda.ru |
|
| |
Nama:
Condoleezza Rice
Lahir:
Birmingham, Alabama, 14 November 1954
Jabatan:
Menlu Amerika Setikat 2005-sekarang
Status:
Lajang dan anak tunggal
Ayah:
John Wesley Rice Jr (pendeta)
Ibu:
Angelena Rice (guru)
Pendidikan:
- BA ilmu politik dari Universitas Denver, 1974
- Master ilmu politik dari Universitas Notre Dame, 1975
- Doktor (PhD) dari Sekolah Tinggi Kajian Internasional, Universitas
Denver, usia 26 tahun, 1981
Karir:
- Departemen Luar Negeri AS, 1977
- Anggota Pusat Kajian Keamanan Internasional Pengendalian Senjata
Universitas Stanford, 1981.
- Penasihat masalah Uni Soviet pada Dewan Keamanan Nasional, sampai 1991
- Pembantu Rektor Universitas Stanford, 1991
- Rektor Universitas Stanford, 1993 (rektor termuda)
- Penasihat Keamanan Nasional pada pemerintahan Presiden George Walker
Bush
Kegiatan Lain:
Anggota dewan direksi di sejumlah perusahaan, di antaranya di perusahaan
raksasa perminyakan Chevron Corporation
|
|
| |
|
|
|
|
CONDOLEEZZA RICE

Condoleezza Rice
Perempuan Hitam Menlu AS Ke-66
Condoleezza Rice, salah seorang wanita terkuat dunia. Perempuan lajang
kelahiran Birmingham, Alabama, 14 November 1954, itu
menjadi Menlu AS ke-66 dan perempuan kulit hitam pertama yang menduduki
jabatan itu. Rice memberikan sumpahnya sebagai Menlu pada tanggal 28
Januari 2005 dihadiri Presiden Bush. Sebelumnya, dia menjabat Penasihat
Keamanan Nasional Pemerintahan Bush.
Ketika berkunjung ke
Indonesia dan berbicara di forum yang diselenggarakan Indonesia Council
on World Affairs (ICWA) di Jakarta, Rabu (15/3/2006), Rice menunjukkan kecemerlangan
sebagai seorang diplomat tangguh yang dalam setiap kalimat bisa memukau lawan
debatnya.
Ia bahkan bisa memukau lawan debatnya karena
pendekatannya yang personal meski lawan debat itu tak bisa menerima
argumentasinya. Begitu kata Arifin Siregar ketika mengantar Rice untuk
berbicara di forum ICWA itu.
Dia sungguh menguasai keahlian berkomunikasi. Terpancar dari
artikulasi ucapan-ucapan dan perpaduan tutur katanya serta ekspresi wajah dan bahasa tubuh alamiahnya.
bahkan lebih dari itu, dia tahu menempatkan diri sesuai dengan tradisi
komunitas audiensnya, seperti menyalam sambil membungkuk saat berhubungan dengan komunitas
Asia.
Kompas menulis, lepas dari faktor AS, sang adi kuasa di balik namanya, Rice memang
memiliki aura. Orang akan langsung melupakan wajahnya yang tidak
fotogenik, tetapi terpesona pada kelihaiannya berbicara. Mungkin tidak
semua akan merasakan hal serupa itu, dan tetap menganggapnya ia tetaplah
bagian dari kelompok hawkish.
Namun, setidaknya hadirin yang mengikuti
pidatonya merasakan kehangatan dan sebuah akhir yang sedap dari forum
itu tatkala mantan Menlu Ali Alatas memberikan suvenir kepada Rice, yang
langsung berujar, ”Oh, aku sangat berterima kasih!”
Jangan tanyakan kemampuannya menjawab sejumlah pertanyaan yang menggugat
kebijakan AS, yang melukai perasaan warga di sejumlah negara. Ia
berhasil membelokkan persoalan dan membawa hadirin menjadi berada di
sudut pandangnya, apalagi jika terlalu terlena kepada Rice. Perannya
sebagai diplomat relatif paripurna, dari sisi luar. Puteri
Pendeta Dilahirkan di Birmingham, Negara Bagian Alabama, 14 November 1954, Rice
anak tunggal dari John Wesley Rice Jr
(pendeta) dan Angelena Rice (guru). Perihal namanya Condoleezza berasal dari ungkapan dalam khazanah musik
Italia: ”Con dolcezza”, yang berarti ”dengan manis”.
Masa kanak-kanaknya, dilalui tatkala rasisme merupakan hal yang sudah berurat-berakar
di Alabama. Ketika ia berumur delapan tahun, Denise McNair, teman sekolahnya, tewas dalam peledakan bom di sebuah gereja oleh Ku Klux
Klan, kelompok kulit putih rasis, 15 September 1963.
Kejadian itu tampak sangat berpengaruh dalam membulatkan tekad untuk menantang kemalangan dan
melawan rasisme dengan cara meningkatkan kemampuan intelektualitasnya.
Dia sempat belajar piano di sanggar
musik di Aspen, sebelum diterima sebagai mahasiswi musik di Universitas
Denver. Pada usia 15 tahun kala itu, Rice mengikuti berbagai kuliah untuk
meraih cita-cita menjadi seorang pianis dalam konser musik klasik.
Namun, cita-citanya berubah setelah ia menyadari permainan pianonya tak
cukup baik untuk menjadikannya sebagai pianis dunia.
Rice lalu mengikuti kursus tentang politik internasional yang diberikan
oleh Josef Korbel, ayah dari mantan Menteri Luar negeri AS Madeleine
Albright. Pengalaman ini memicu ketertarikannya kepada Uni Soviet dan
hubungan internasional. Dalam usia 19, tahun 1974, Rice meraih gelar BA bidang ilmu politik
di Universitas Denver dengan cum laude. Kemudian meraih gelar
master ilmu politik di Universitas Notre Dame setahun berikutnya, 1975.
Setelah itu dia pertama kali bekerja
di Departemen Luar Negeri pada tahun 1977. Kemudian pada usia 26 tahun (1981), Rice meraih gelar doktor (PhD) di Sekolah Tinggi
Kajian Internasional, Universitas Denver. Pada tahun itu juga, ia
menjadi anggota Pusat Kajian Keamanan Internasional Pengendalian Senjata
Universitas Stanford.
Setelah sempat bekerja sebagai penasihat masalah Uni Soviet pada Dewan
Keamanan Nasional tahun 1991, Rice kembali ke Universitas Stanford dan
pada tahun 1993 diangkat menjadi pembantu rektor. Ia menjadi rektor
termuda sepanjang sejarah di universitas prestisius itu.
Sebagai pengajar ilmu politik, Dr. Rice yang telah berada di
fakultas Stanford sejak 1981, telah memenangkan dua penghargaan
kehormatan tertinggi dalam mengajar, yakni penghargaan Walter J Gores
pada tahun 1984 untuk mutu pengajaran yang baik dan penghargaan School
of Humanities and Sciences Dean’s Award untuk cara mengajar yang berbeda
pada tahun 1993.
Di Stanford, Rice adalah anggota Pusat untuk Keamanan Internasional dan
Kontrol Senjata dari tahun 1981-1986 (sekarang Pusat untuk Keamanan
Internasional dan Kerjasama), seorang anggota senior dari institut untuk
pengajaran internasional, dan seorang anggota dari Institusi Hoover.
Dari tahun 1989 sampai Maret 1991, periode reunifikasi
Jerman dan hari-hari akhir Soviet bersatu, dia mengabdi pada
pemerintahan Bush sebagai direktur, kemudian senior direktur Urusan
Soviet dan Eropa Timur di Dewan Keamanan Nasional, dan Asisten Khusus
Presiden untuk Urusan Keamanan Nasional. Pada 1986, sementara dia juga
anggota urusan internasional Dewan Hubungan Asing, dia juga mengabdi
sebagai asisten khusus. Pada bulan Juni 1999, Rice melengkapi
6 tahun masa jabatan sebagai pembantu rektor Universitas Stanford,
sebelumnya dia adalah kepala pendanaan institusi tersebut dan petugas
akademik. Sebagai pembantu rektor dia bertanggungjawab terhadap 1 milyar
dolar dana tahunan dan program akademik yang mengikutsertakan 1400
anggota fakultas dan 14000 siswa. Paling Berpengaruh
Sejak George Walker Bush menjadi presiden, Rice sudah memberi pengaruh
yang kental dalam strategi kebijakan luar negerinya. Pengamat menduga,
ialah yang memelopori sikap unilateralisme AS di bulan-bulan pertama
pemerintahan Bush.
Dr. Condoleezza Rice menjadi asisten presiden untuk urusan keamanan
nasional, akhirnya di referensikan sebagai penasihat keamanan nasional
pada tanggal 22 Januari 2001. Majalah Forbes Edisi 6 september 2004
menempatkannya sebagai perempuan terkuat dunia.
Pada Januari 2005, Rice diangkat menjadi Menlu menggantikan Colin Powell. Meski mempunyai sikap keras yang membuatnya dijuluki ”putri pendekar”
(warrior princess), Rice menjadi salah satu anggota kabinet Bush yang
paling populer. Ia sekutu yang tak diragukan Bush. Nyaris tak ada
liburan akhir pekan yang tak dihabiskan Rice bersama Bush dan istrinya,
Laura, di Camp David. Rice fasih berbahasa Rusia, Perancis, Jerman, dan Spanyol. Ketika
diangkat sebagai penasihat keamanan nasional pada pemerintahan Presiden
George Walker Bush, Rice sudah menjadi anggota dewan direksi di sejumlah
perusahaan, termasuk dewan direksi raksasa perminyakan Chevron
Corporation. Dia anggota dewan direktur Chevron Corporation,
The Charles Schwab Corporation, Yayasan The William and Flora Hewlett,
Universitas Notre Damme, Dewan Penasihat Internasional J.P Morgan and
The San Fransisco Symphony Board of Governors.
Dia adalah anggota dewan pendiri Center For a New
Generation, sebuah dana pendukung pendidikan untuk sekolah di timur Palo
Alto dan timur Menlo Park, California, dan presiden Boys and Girls Club
Peninsula.
Ditambah masa lalu sebagai dewan pengurus telah meliputi
beberapa organisasi sebagai korporasi transamerika, Hewlett Packard, the
Carnegie Corporation, sumbangan Carnegie untuk perdamaian dunia, the
Rand Corporation, Dewan Nasional untuk Kajian Soviet dan Eropa Timur,
the Mid-Peninsula and KQED, penyiaran umum untuk San Fransisco.
Dia adalah anggota American Academy of Arts and Sciences (Sains dan
Seni Akademi Amerika) dan telah dianugerahi gelar doktor kehormatan dari
Morhaouse College tahun 1991, dari Universitas Alabama tahun 1994, dari
Universitas Notre Dame tahun 1995, dari the National Defense University
tahun 2002, dari the Missisipi College School of Law tahun 2003, dari
Universitas Louisville and Michigan State University tahun 2004. Dia
tinggal di Washington D.C Juli 2004.
Buku-bukunya antara lain Germany Unified and Europe Transformed (Penyatuan
Jerman dan Transformasi Eropa) tahun 1995 bersama Philip Zelikow, The
Gorbachev era (Era Gorbachev) (1986) bersama Alexander Dallin, dan
Uncertain Allegiance: The Soviet Union and The Chekoslovak Army (Ketidakpastian
sumpah setia: Penyatuan Soviet dan Tentara Cekoslowakia) (1984). Dia
juga telah menulis beberapa artikel dalam Soviet dan Eropa Timur Asing
dan Politik Pertahanan, dan telah berpidato di depan hadirin yang
berbeda mulai dari Kediaman Kedutaan AS di Moskow, sampai Klub
Persemakmuran tahun 1992 dan pada Konvensi Nasional Republik tahun 2000. ► e-ti/dewi,
dari berbagai sumber
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|