| |
C © updated
01112003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
rpr bbc.uk |
|
| |
Nama:
Abdullah Ahmad Badawi
Lahir:
Kepala Batas, Penang 26 November 1939
Agama:
Islam
Jabatan:
Perdana Menteri Malaysia (31 Oktober 2003)
Isteri:
Datin Seri Endon binti Datuk Mahmud (menikah 4 September 1965)
Anak:
Dua orang
Pendidikan:
Universitasw Malaya
Karir:
Deputi Perdana Menteri merangkap menteri Dalam Negeri Malaysia
(1999-2003).
Menteri Luar Negeri (1991-1999)
Menteri Pertahanan (1986-1987)
Deputi Ketua UMNO (1984)
Menteri Pendidikan (1984-1986)
Deputi Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga
(1974-1978)
Asisten Sekretaris Majelis gerakan Negara (1969). |
|
| |
|
|
|
|
Abdullah Ahmad Badawi
Mewarisi Kejayaan Malaysia
Deputi Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi (63), dilantik
sebagai PM kelima Malaysia oleh Kepala Negara Malaysia Raja Syed
Sirajuddin Putra Jamalullail, dalam suatu upacara di Istana Nasional,
Jumat 31/10/2003. Ia mewarisi kejayaan Malaysia menggantikan Mahathir
Mohamad (77) yang meletakkan jabatannya, setelah memimpin Malaysia
selama 22 tahun, sejak tahun 1981.
Abdullah, kelahiran Kepala Batas, Penang 26 November 1939, mempunyai
gaya yang berbeda dengan pendahulunya, Mahathir. Mahathir dikenal
sebagai orang yang suka berterus terang (blak-blakan) dan sering kali
mengeluarkan pernyataan yang keras dan kontroversial, terhadap
negara-negara Barat dan Israel. Sementara, Abdullah berpembawaan lebih
tenang, hati-hati, tidak menonjolkan diri dan diplomatis.
Namun, seusai diambil sumpahnya sebagai PM, Abdullah berjanji tidak akan
mengadakan perubahan kebijakan pemeritnahan Malaysia secara mendasar.
Abdullah adalah Deputi Perdana Menteri Malaysia keempat dalam era
pemerintahan Mahathir. Kesabaran dan pembawaannya yang tenang telah
mengantarkannya menjabat PM. Tiga Deputi PM sebelumnya yang menunjukkan
ambisi mengganti Mahathir Mohamad telah tersingkir. Ketiganaya adalah
Musa Hitam (1986), Ghafar Baba (1993), dan Anwar Ibrahim (1998).
Abdullah Ahmad Badawi menggantikan Anwar pada tahun 1999. Ia terlihat
lebih sabar sebagai orang kedua, daripada para pendahulunya. Sebelum
menjabat Deputi PM merangkap menteri Dalam Negeri, ia menjabat Menteri
Luar Negeri (1991-1999), Menteri Pertahanan (1986-1987), Deputi Ketua
UMNO (1984), dan Menteri Pendidikan (1984-1986).
Sebelum itu, alumni Universitas Malaysia, ini menjabat Deputi Sekretaris
Jenderal Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (1974-1978), dan
Asisten Sekretaris Majelis gerakan Negara (1969).
Sehari setelah dilantik, Abdullah terbang ke kampung halamannya, Penang.
Ia memilih menjalani malam Minggu sekaligus bersyukur bersama ibu,
isteri dan anaknya. Ia menikah dengan Datin Seri Endon binti Datuk
Mahmud pada 4 September 1965. Pernikahan ini dikarunia 2 anak.
Ia mewarisi pemerintahan Malaysia dengan kemajuan yang cukup menanjol
selama pemerintahan Mahathir. Saat Mahathir menerima jabatan sebagai PM
Malaysia tahun 1981, produk domestik bruto (PDB) Malaysia hanya 27,3
miliar dollar AS dan pada tahun 2002 PDB Malaysia telah mencapai 95,2
miliar dollar AS.
Begitu pula angka kemiskinan merosot dengan tajam dari 65 persen
untukras Melayu dan 26 persen untuk ras Cina pada tahun 1970 menjadi
20,8 persen untuk ras Melayu dan 5,7 persen untuk ras Cina. Mahathir
membawa Malaysia yang kini berpenduduk 24,4 juta jiwa dengan luas
wilayah 329.758 km2 ini menjadi negara industri baru dengan PDB per
kapita sebesar 4.000 dollar AS. Penduknya yang terdiri atas ras Melayu
60 persen, Cina 30 persen dan India 10 persen itu menikmati hubungan
yang damai di antara mereka selama pemerintahan Mahathir.
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Sumber:
= BBC dan Reuter 31 Oktober 2003 Pemerintah RI Turut Berduka
Kuala Lumpur, Kamis 25/10/2005: Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia
(RI) menyatakan turut berduka cita dan belasungkawa atas wafatnya isteri
Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, Endon Mahmood, di Kuala
Lumpur pada Kamis 20 Oktober 2005 pagi pukul 7.55. |
|