ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  A N E K A
 ► Aneka
 ► Alumni
 ► Puteri Indonesia
 ► Sang Juara
 ► Maestro
 ► Penghargaan
 ► Ratu Dunia
 ► Tokoh Dunia
 ► Penemu
 ► Hadiah Nobel
 ► Pengasuh
 ► Iklan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 31102003  
   
  ► e-ti/missworld.org  
  Nama:
Rosanna Davison
Prestasi:
Miss World 2003
Kebangsaan:
Irlandia

Ayah:
Chris de Burgh

 
 
     
Rosanna Davison

Putri Chris de Burgh, Miss World 2003


Rosanna Davison (19) asal Irlandia meraih gelar Miss World 2003 dengan mengalahkan 105 wanita cantik asal berbagai negara di seluruh dunia. Putri rocker Chris de Burgh, ini tampil ceria dalam acara malam penganugerahan Miss World 2003 yang berlangsung di Kota Sanya, Cina bagian selatan, Sabtu (06/12). Sementara Miss Canada, Nazanin Afshin-Jam, keluar sebagai runner-up, disusul Miss Cina, Guan Qi.

 

Turut bertindak sebagai anggota panel juri dalam final ini, aktor Hollywood asal Hongkong, yang juga bintang seni bela diri, Jackie Chan, and Miss World tahun 2001 dari Nigeria, Agbani Darego.

"Saya sangat terharu dan senang atas penghargaan ini. Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada semua orang yang sudah mendukung s aya, terutama kedua orang tua," kata Rosanna seperti dikutip dari situs resmi Miss World 2003, www.missworld.org. Mahasiswi jurusan jurnalistik berusia 19 tahun ini adalah orang Irlandia pertama yang menjuarai kontes wanita tercantik dunia.

Davison, putri rocker Chris de Burgh, saat ini belajar di sebuah universitas di ibukota Irlandia, Dublin. De Burgh, yang namanya terkenal karena lagu larisnya, Lady In Red, mengatakan kepada para wartawan di belakang panggungnya: "Saya benar-benar berdebar-debar. Saya sangat bangga akan dia."

Para juri menilai ke-106 kontestan tak cuma dari kecantikan fisik. Tapi juga kecerdasan dan kepribadian yang menarik. Sebelum malam penganugerahan tiba, para kontestan Miss World 2003 sudah berada di Cina sebulan sebelumnya. Mereka mengisi waktu sebulan itu untuk mempersiapkan diri di malam final. Termasuk mengunjungi berbagai lokasi wisata di Negeri Tirai Bambu.

Semasa Mao berkuasa di Cina pasca Revolusi Komunis 1949, kontes kecantikan dianggap sebagai bentuk eksploitasi dan dekadensi borjuis, dan sekitar setahun silam, polisi menggrebek acara pemilihan ratu kecantikan Cina yang rencananya akan dikirim untuk mengikuti pemilihan ratu sejagad. Namun, sekarang ini keadannya berbalik, Cina mencabut larangan kontes kecantikan, yang ditelah diberlakukan selama 54 tahun, dan menghabiskan puluhan juta dolar untuk mempercantik kawasan penyelenggaraan kontes.

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2002-2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero