ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  A N E K A
 ► Aneka
 ► Alumni
 ► Puteri Indonesia
 ► Sang Juara
 ► Maestro
 ► Penghargaan
 ► Ratu Dunia
 ► Tokoh Dunia
 ► Penemu
 ► Hadiah Nobel
 ► Pengasuh
 ► Iklan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 27062004  
   
  ► e-ti/  
  Nama:
Leo Hendrik Baekeland.
Lahir:
Ghent, Belgia, 14 November 1863.
Meninggal:
Beacon, New York, 23 Februari 1944.
Istri:
Anak bekas guru kimianya.
Kebangsaan:
Belgia.
Kewarganegaraan:
Amerika Serikat.
Julukan:
Bapak Industri Plastik.
Penemuan:
- Penemu ‘Bakelit’.
- Penemu ‘kertas foto Velox’.
Pengalaman Pendidikan:
S1 & Doktor dari Universitas Ghent.
Pengalaman Pekerjaan:
- Guru besar.
- Pemimpin pabrik kertas toto, Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera).
- Memimpin laboratorium di Yonkers, New York.
- Direktur Utama perusahaan plastik.
 
 
     
Leo Hendrik Baekeland

Bapak Industri Plastik


Plastik sebagai seluloid, pertama kali ditemukan oleh Hyatt pada tahun 1870. Namun plastik yang tak lunak jika dipanaskan atau plastik tahan panas, yang kemudian dinamai ‘bakelit’, ditemukan pertama kali di dunia oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga negara Amerika berkebangsaan Belgia. Bakelit, yang penamaannya diberi sesuai namanya, ‘Baekeland’, itu sebenarnya bukanlah temuan pertamanya sebab sebelumnya ia juga telah menemukan foto velox.

Ilmuan bergelar doktor dari Universitas Ghent, ini adalah seorang guru besar, pernah medirikan pabrik kertas foto velox, mendirikan laboratorium dan mendirikan perusahaan plastik sekaligus direktur utamanya. Upayanya yang begitu gigih dan panjang meneliti dan menggeluti industri plastik tersebut membuat dirinya akhirnya dijuluki ‘Bapak Industri Plastik’.

Baekeland yang lahir di Ghent, Belgia, pada tanggal 14 November 1863, ini sejak anak-anak adalah seorang pelajar yang sangat cerdas. Di bangku sekolah, ia selalu menjadi juara kelas, sehingga pada umur 16 tahun ia sudah tamat sekolah menengah atas (SLTA). Dan karena kecerdasannya pula, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Ghent.

Tiga tahun mengikuti perkuliahan atau pada umur 19 tahun ia telah menjadi seorang sarjana. Dan dua tahun kemudian (1884) atau saat usianya baru 21 tahun, ia telah mendapat gelar doktor dengan predikat maxima cum laude. Ia mengajar di universitas tersebut sampai tahun 1889.

Pria yang menikah dengan anak bekas guru kimianya, ini punya hobi bepergian dan memotret. Sehingga ia sering mengadakan perjalanan ke luar negeri seperti ke Prancis dan Inggris. Pada suatu kesempatan di tahun 1889, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat. Beasiswa yang sebenarnya hanya untuk tiga tahun, tapi malah diputuskannya untuk menetap di negara Paman Sam tersebut. Dengan keputusannya itu, ia lalu ganti kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika Serikat.

Sehubungan dengan hobinya yang suka memotret, ia kemudian mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada zaman itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas, harus menggunakan sinar matahari. Hal yang kurang praktis menurut pemikiran Baekland, lebih-lebih pada waktu hujan atau malam. Maka dalam waktu singkat, ia berhasil menciptakan kertas toto yang disebut Velox. Dengan kertas ini, film dapat diproses tanpa sinar matahari melainkan cukup hanya dengan sinar lampu. Untuk mendukung penemuannya itu, maka pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas toto yang diberinya nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera).

Tidak begitu lama ia bertahan di perusahaan kertas tersebut. Sebab enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera. Hasil penjualan perusahaan tersebut sebagian ia gunakan untuk pergi ke Jerman, sebagian lagi untuk mendirikan laboratorium di Yonkers, New York.

Tahun 1905 ia mulai mengadakan penelitian. Dan tahun 1910 mendirikan pabrik plastik sekaligus menjadi direktur utamanya sampai tahun 1939. Dari hasil penelitiannya, satu yang terpenting adalah temuan plastik tahan panas – bakelit.

Akhirnya pada tanggal 23 Februari 1944, pada usia 81 tahun Baekeland meninggal di Beacon, New York. ► atur lps

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero