ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
ALUMNI-UI
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
UI ALUMNI UNIVERSITAS INDONESIA
INDEX ANEKA   

garis

:::::: Aneka garis

:::::: Alumni garis
:::::: Ratu
garis
:::::::::::: Indonesia
garis
:::::::::::: Dunia
garis
:::::: Sang Juara
garis
:::::: Maestro
garis
:::::: Tokoh Dunia
garis
:::::: Penemu
garis
:::::: Hadiah Nobel
garis
:::::: Penghargaan
garis
:::::: Tentang Kami
garis
:::::::::::: Pengasuh
garis
:::::::::::: Iklan
garis
:::::::::::: Buku Tamu
garis
:::::: Redaksi
garis

ILUNI
garis
garis

 


:: Fakultas Ekonomi
:: Fakultas Hukum
:: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
:: Fakultas Psikologi
:: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
:: Fakultas Kesehatan Masyarakat
:: Fakultas Ilmu Komputer
:: Fakultas Ilmu Keperawatan
:: Fakultas Kedokteran
:: Fakultas Kedokteran Gigi
:: Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam
:: Fakultas Teknik
:: Program Pasca Sarjana
 

 

:: Abdul Radjak

:: Djafar H Assegaf

:: Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

:: HG Rorimpandey^

:: Kwik Kian Gie

:: Mahar Mardjono^

:: Rudy Wanandi

:: Saparinah Sadli

:: Sri Mulyani Indrawati

:: Usman Chatib Warsa

:: Widjojo Nitisastro

 
= ILUNI =


Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (Iluni)


Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (ILUNI) didirikan pada tanggal 2 Februari 1958 atas prakarsa Prof. dr. Bahder Djohan.

 

Tujuan :

  1. Membantu pimpinan Universitas Indonesia dalam melaksanakan misi Universitas Indonesia,
  2. Mempertahankan, memelihara, serta menjunjung tinggi nama baik Universitas Indonesia,
  3. Memelihara serta mengembangkan ilmu pengetahuan demi kepentingan pembangunan nasional,
  4. Membina dan mengembangkan semangat kekeluargaan antara anggota serta unsur sivitas akademika lainnya.

Salah satu alasan didirikannya wadah bagi lulusan Universitas Indonesia ini adalah karena pada saat itu UI sedang mengalami krisis keuangan. Sebagai universitas negeri, seluruh anggaran UI dibebankan kepada pemerintah. Akan tetapi, dana yang dianggarkan untuk keperluan berbagai kegiatan seringkali hanya disetujui 50% dari kebutuhan. Melihat kenyataan itu, Prof. dr. Bahder Djohan terpaksa mencari dana ke berbagai pihak, antara lain pada alumni, yang diharapkan dapat membantunya.

Dalam Mukadimah Anggaran Dasar ILUNI, yang diterapkan dan disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1990, disebutkan "bahwa ILUNI adalah manunggal dengan almamater mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara dengan jalan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi." Program kerja dalam bidang pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ILUNI antara lain :

  1. melakukan konsultasi berkala dengan Pimpinan Universitas,
  2. ikut serta mengupayakan mendatangkan dosen tamu untuk memberikan ceramah di UI,
  3. mengumpulkan dana untuk membantu kegiatan UI dan/atau pengadaan beberapa sarana dan fasilitas yang dibutuhkan serta memberikan beasiswa kepada mahasiswa,
  4. memberikan penghargaan kepada anggota, mahasiswa, dan karyawan, serta staf pengajar.

Pada tanggal 8 Februari 1982, ILUNI memberikan penghargaan kepada Prof. Mahar Mardjono dan pada malam keakraban keluarga besar UI diselenggarakan di Manggala Wana Bakti tanggal 25 Maret 1984, ILUNI berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.540.850,00. Dana tersebut kemudian diteruskan kepada Pimpinan UI untuk keperluan beasiswa.
 

Widjojo Nitisastro, Prof. Dr

Arsitek Ekonomi Orba yang Masih Cemerlang

Orde Baru boleh tumbang. Tapi nama Profesor Widjojo Nitisastro – arsitek ekonomi Orde Baru --tetap cemerlang. Sempat sejenak tenggelam pada masa pemerintahan transisi Habibie, tapi bangkit lagi pada era Gus Dur dan Megawati. Ia masih saja diminta untuk ikut menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

 

Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

The Dream Team Ingin Cepat, Tapi…

Menko Bidang Perekonomian Kabinet Gotong Royong ini ingin bergerak cepat pada strategi penciptaan lapangan kerja. Sungguh ia risau tiga tahun terbengkalai sehingga banyak rakyat Indonesia tidak mendapat pekerjaan yang layak. Ia juga sangat galau mengenai utang Indonesia. Menurutnya, dibandingkan dengan utang pada IMF dan Bank Dunia, justeru yang paling gawat adalah utang dalam negeri Indonesia.

 

Prof. Dr. Saparinah Sadli

Tanpa Pengkotakan Politik

Pada hari ulang tahun ke-75, 24 Agus-tus 2002, Prof Dr Saparinah Sadli masih terlihat segar bugar. Dalam keseharian ia memang masih sangat sibuk bekerja, menggerakkan kaum muda, melobi pemerintah dan jajaran legislatif, demi melapangkan jalan bagi perjuangan keadilan dan perdamaian. Ketua Komisi Nasonal Anti Kekerasan terhadap Perempuan , ini dalam perjuangannya tidak mengotakkan diri pada isu-isu perempuan saja. Ia berjuang melalui segala lini agar perempuan duduk dalam posisi pengambil keputusan.

 

dr Usman Chatib Warsa SpMK PhD

Berobsesi Mengubah Budaya Akademik UI

Setelah melalui proses pemilihan yang ketat dan panjang, dr Usman Chatib Warsa SpMK PhD (55) terpilih menjadi Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2002-2007. Usman memperoleh 15 suara, unggul tipis dari Prof Dr Martani Huseini 14 suara, dalam pemungutan suara Majelis Wali Amanat (MWA)-UI di Kampus UI Depok, Rabu 14/8/02.

 

Sri Mulyani Indrawati

Mendunia, Sang Ekonom Primadona

Ia prima-dona, cerdas, jelita dan popu-ler. Analisisnya kritis, lugas dan jernih. Berkali-kali diisukan akan menjadi menteri, ternyata ia malah go international. Ia hijrah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), sebagai konsultan di USAid sejak Agustus 2001. Kemudian, terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group). Dia perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi itu.

 

Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, MA

Ketua Komisi Pemilihan Umum

Lahir di Bireuen, Aceh, pada 5 November 1944, Nazaruddin Sjamsuddin menamatkan pendidikan sampai SMA di Provinsi yang sekarang bernama Nanggroe Aceh Darussalam itu. Setelah meraih gelar sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia pada awal 1970, tahun tahun berikutnya dihabiskan di Monash University, Melbourne, Australia, dimana ia memperoleh gelar MA dan PhD, juga dalam ilmu politik.

 

Ket:

^ Almarhum

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero