|
|
 |
:: Fakultas Ekonomi
:: Fakultas Hukum
:: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
:: Fakultas Psikologi
:: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik
:: Fakultas Kesehatan Masyarakat
:: Fakultas Ilmu Komputer
:: Fakultas Ilmu Keperawatan
:: Fakultas Kedokteran
:: Fakultas Kedokteran Gigi
:: Fakultas Matematika dan Ilmu
Peng. Alam
:: Fakultas Teknik
:: Program Pasca Sarjana
::
Abdul Radjak
::
Djafar H Assegaf
::
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
::
HG Rorimpandey^
::
Kwik Kian Gie
::
Mahar Mardjono^ ::
Rudy Wanandi ::
Saparinah Sadli ::
Sri Mulyani Indrawati ::
Usman Chatib Warsa ::
Widjojo Nitisastro
 |
|
= ILUNI = |
 |
Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (Iluni)
Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (ILUNI) didirikan pada tanggal 2
Februari 1958 atas prakarsa Prof. dr. Bahder Djohan.
Tujuan :
- Membantu pimpinan Universitas Indonesia dalam melaksanakan misi
Universitas Indonesia,
- Mempertahankan, memelihara, serta menjunjung tinggi nama baik Universitas
Indonesia,
- Memelihara serta mengembangkan ilmu pengetahuan demi kepentingan
pembangunan nasional,
- Membina dan mengembangkan semangat kekeluargaan antara anggota serta unsur
sivitas akademika lainnya.
Salah satu alasan didirikannya wadah bagi lulusan Universitas Indonesia
ini adalah karena pada saat itu UI sedang mengalami krisis keuangan.
Sebagai universitas negeri, seluruh anggaran UI dibebankan kepada
pemerintah. Akan tetapi, dana yang dianggarkan untuk keperluan berbagai
kegiatan seringkali hanya disetujui 50% dari kebutuhan. Melihat kenyataan
itu, Prof. dr. Bahder Djohan terpaksa mencari dana ke berbagai pihak,
antara lain pada alumni, yang diharapkan dapat membantunya.
Dalam Mukadimah Anggaran Dasar ILUNI, yang diterapkan dan disahkan di
Jakarta pada tanggal 19 Mei 1990, disebutkan "bahwa ILUNI adalah manunggal
dengan almamater mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara dengan jalan
melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi." Program kerja dalam bidang
pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ILUNI antara lain :
- melakukan konsultasi berkala dengan Pimpinan Universitas,
- ikut serta mengupayakan mendatangkan dosen tamu untuk memberikan
ceramah di UI,
- mengumpulkan dana untuk membantu kegiatan UI dan/atau pengadaan
beberapa sarana dan fasilitas yang dibutuhkan serta memberikan beasiswa
kepada mahasiswa,
- memberikan penghargaan kepada anggota, mahasiswa, dan karyawan, serta
staf pengajar.
Pada tanggal 8 Februari 1982, ILUNI memberikan penghargaan kepada Prof.
Mahar Mardjono dan pada malam keakraban keluarga besar UI diselenggarakan
di Manggala Wana Bakti tanggal 25 Maret 1984, ILUNI berhasil menghimpun
dana sebesar Rp1.540.850,00. Dana tersebut kemudian diteruskan kepada
Pimpinan UI untuk keperluan beasiswa.
|
|
Widjojo Nitisastro, Prof.
Dr
Orde Baru boleh tumbang. Tapi nama Profesor Widjojo Nitisastro – arsitek
ekonomi Orde Baru --tetap cemerlang. Sempat sejenak tenggelam pada masa
pemerintahan transisi Habibie, tapi bangkit lagi pada era Gus Dur dan
Megawati. Ia masih saja diminta untuk ikut menyumbangkan tenaga dan
pikiran dalam mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Menko Bidang Perekonomian Kabinet Gotong Royong ini ingin bergerak cepat
pada strategi penciptaan lapangan kerja. Sungguh ia risau tiga tahun
terbengkalai sehingga banyak rakyat Indonesia tidak mendapat pekerjaan
yang layak. Ia juga sangat galau mengenai utang Indonesia. Menurutnya,
dibandingkan dengan utang pada IMF dan Bank Dunia, justeru yang paling
gawat adalah utang dalam negeri Indonesia.
Prof. Dr. Saparinah Sadli
Pada hari ulang tahun ke-75, 24 Agus-tus 2002, Prof Dr Saparinah Sadli masih terlihat segar
bugar. Dalam keseharian ia memang masih sangat sibuk bekerja, menggerakkan
kaum muda, melobi pemerintah dan jajaran legislatif, demi
melapangkan jalan bagi perjuangan keadilan dan perdamaian. Ketua Komisi
Nasonal Anti Kekerasan terhadap Perempuan , ini dalam perjuangannya tidak
mengotakkan diri pada isu-isu perempuan saja. Ia berjuang melalui segala
lini agar perempuan duduk dalam posisi pengambil keputusan.
dr Usman Chatib Warsa SpMK PhD
Setelah melalui proses pemilihan yang ketat dan panjang, dr Usman Chatib
Warsa SpMK PhD (55) terpilih menjadi Rektor Universitas Indonesia (UI)
periode 2002-2007. Usman memperoleh 15 suara, unggul tipis dari Prof Dr
Martani Huseini 14 suara, dalam pemungutan suara Majelis Wali Amanat (MWA)-UI
di Kampus UI Depok, Rabu 14/8/02.
Sri Mulyani Indrawati
Ia prima-dona, cerdas, jelita dan popu-ler. Analisisnya kritis, lugas dan
jernih. Berkali-kali diisukan akan menjadi menteri, ternyata ia malah go
international. Ia hijrah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS),
sebagai konsultan di USAid sejak Agustus 2001. Kemudian, terpilih menjadi
Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di
Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group). Dia perempuan pertama dari
Indonesia menduduki posisi itu.
Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, MA
Lahir
di Bireuen, Aceh, pada 5 November 1944, Nazaruddin Sjamsuddin menamatkan
pendidikan sampai SMA di Provinsi yang sekarang bernama Nanggroe Aceh
Darussalam itu. Setelah meraih gelar sarjana ilmu politik di Universitas
Indonesia pada awal 1970, tahun tahun berikutnya dihabiskan di Monash
University, Melbourne, Australia, dimana ia memperoleh gelar MA dan PhD,
juga dalam ilmu politik.
Ket: ^ Almarhum |
|